
bu sisi tiba di tempat mereka bertemu,dan sang kekasih sudah ada disana terlebih dahulu..
" sayang,kenapa wajah kamu di tekuk dan cemberut seperti itu."ujar herman
" aku sedang kesal mas." kata bu sisi
" ada apa? cerita sini,siapa tau mas bisa bantu." kata herman
" shinta mas,dia tadi bilang mau pindah rumah,aku ga mau mas,nanti siapa yang mengurus rumah dan memasak." kata bu sisi lagi
"memang dia mau pindah kemana? "
" ke rumah suami nya,aku harus bagaimana mas"
" kalau menurut ku,biarin aja dia pindah,kan itu sudah kewajiban nya sebagai istri." kata herman
"iya aku tau itu..tapi nanti aku kesepian."
" ga akan kesepian,kan ada aku,kamu lupa,jika kamu mau,aku bisa temani kamu di rumah ."
" mas mau temani aku,"
herman tersenyum karena sebentar lagi niat nya akan terlaksana
" sayang..kamu ada uang ga?aku lagi butuh untuk tambahan modal." kata herman sedih
" memang mas mau untuk apa? Kata bu sisi.
" aku mau investasi di sebuah perusahan yang bergerak di bidang otomotif." kata herman
"memang nya butuh berapa mas? nanti ku usahakan." kata bu sisi
__ADS_1
"yes ." kata herman dalam hati
" ga banyak ko sayang,aku hanya butuh 50 juta saja,aku baru ada 100 juta,." kata herman berbohong
" waduh..banyak itu mas." ujar bu sisi
"nanti jika sudah ada pembagian hasil itu uang juga buat kamu semua." ujar herman sambil mencolek dagu bu sisi
" aku usahain ya mas,ga janji ya."
" kalo bisa tolong di usahain ya,mas janji semua ke untungan akan mas berikan sama kamu,kan kamu yang sekarang ada di hati mas."
" mas ingin menikahi kamu,tapi nanti jika mas sudah mendapatkan keuntungan dari berbisnis itu."kata herman lagi
" memang berapa keuntungan nya mas."
" ya banyak sayang,pokok nya kita bakal kaya,kamu bisa punya uang yang lebih banyak nanti nya."kata herman
herman memeluk bu sisi dan di balas oleh bu sisi,mereka layak nya dua remaja yang sedang jatuh cinta.
herman mengajak bu sisi pergi ke penginapan untuk melakukan hubungan suami istri,karena sudah pernah melakukan hubungan terlarang tersebut,bu sisi mengiyakan ajakan herman.
sementara shinta yang sangat kesal pada sang ibu,karena selalu mementingkan diri sendiri,kini shinta sudah yakin akan keinginan nya untuk ikut cahyo pindah
ketika cahyo dan shinta sedang santai di ruang keluarga,bu sisi datang bersama seorang pria yang shinta tidak kenal.
" ibu sama siapa?kata shinta
" kenalkan,shinta ini pacar ibu dan mungkin sebentar lagi ibu juga akan menikah dengan mas herman." kata bu sisi
"herman." herman mengulurkan tangan nya pada shinta dan cahyo bergantian
__ADS_1
" cahyo,shinta,ibu mau bicara,sekarang kalian masuk dulu." kata ibu sisi
" mas herman tunggu sebentar ya,aku kuatkan minum ." bu sisi mempersilakan herman untuk duduk
shinta dan cahyo yang kini tengah duduk di ruang makan,menunggu sang ibu dengan khawatir.
" kira kira ibu mau ngomong apa ya mas,kok aku curiga sama orang itu." ujar shinta
" kita tunggu saja dulu,sebentar lagi ibu juga kesini." kata cahyo
benar sekali,setelah cahyo berbicara seperti itu,tak lama bu sisi hadir dan duduk di depan anak dan menantunya
" begini cahyo..ibu mau minta tolong,ibu mau minta uang 50 juta,ibu mau buka usaha,setelah itu ibu tidak akan meminta uang dari kalian,karena nanti ibu akan mendapatkan uang dari bisnis tersebut." ujar bu sisi
" ibu mau buka usaha apa? maaf bu kalo cahyo boleh tau." ujar cahyo
" ibu mau ikut investasi,ibu ingin usaha rumah makan." kata bu sisi berbohong
" gimana kamu mau kan kasih ibu uang itu,itu ga banyak untuk kamu,jadi jangan pelit,ibu juga kan ibu kamu." ujar bu sisi
cahyo bimbang harus bagaimana
" jangan kebanyakan mikir,ibu cuma minta sedikit uang kamu,kamu dapat uang itu juga paling hasil korupsi,kan ga mungkin kamu punya usaha showroom banyak,wong kamu aja kaya gitu." kata bu sisi
" ibu..kaya gitu gimana?ibu jangan mengada ada bu..showroom itu mas cahyo rintis dari nol,kok bisa bisa nya ibu bicara seperti ini." marah shinta
"udah lah mana mungkin cahyo punya uang yang begitu banyak.pokok nya ibu minta uang 50 juta,atau anggap saja karena kamu sudah menikahi shinta." kata bu sisi jengkel
"saya tidak membeli shinta bu,nanti saya beri uang nya,tapi saya izin bu,saya besok akan membawa shinta dan anak anak pindah.setelah itu baru ibu dapatkan uang nya, ayo sayang kita masuk,permisi bu." kata cahyo
cahyo marah pada sang mertua karena sudah memfitnah hasil kerja keras yang selama ini cahyo rintis.
__ADS_1