HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
berkunjung ke rumah cahyo


__ADS_3

ada penyesalan di hati bu sisi,menikahi herman,mungkin ini adalah hukuman karena tidak mendengarkan omongan anak anak nya,semua sudah menasehati dan ingin beliau berubah tapi bu sisi semakin menjadi.bu sisi kini hanya bisa meratapi nasib dan menangis


"kenapa menangis?aku akan keluar,dan jangan tunggu aku." kata herman


bu sisi hanya bisa melihat kepergian suami nya itu,dan bu sisi juga bergegas pergi ke rumah cahyo,untuk menemui sang putri,sesampainya di sana tidak ada siapa siapa,hanya ada pembantu yang menyambut kedatangan bu sisi


" mari bu silahkan masuk,Mbak shinta sama mas cahyo baru saja berangkat,o iya ibu mau minum apa" kata bi sumi


"air putih saja bi,mereka kemana ya bi,ada bilang ga? ujar bu sisi


" mereka sedang ke supermarket bu..belanja untuk kebutuhan bulanan,sebentar bu saya ambilkan minum dulu,ibu silahkan duduk bu." bi sumi meninggalkan bu sisi sendiri di ruang tamu


setelah beberapa lama bu sisi menunggu,akhirnya shinta dan cahyo pun tiba di rumah


" lho..ibu kapan datang? kok ga bilang kalau mau kesini,kan aku bisa nunggu ibu." kata shinta sambil mencium tangan sang ibu


"iya,ibu juga ga sengaja main kesini,habis di rumah ibu bosan,sini naomi sama nenek." ajak bu sisi pada


naomi


" ibu sudah makan belum,nanti kta makan bareng ya bu," kata shinta

__ADS_1


" shinta,ibu mau ngomong sama kamu dan cahyo." bu sisi berujar


" sebentar ya bu,aku panggil mas cahyo dulu." shinta berlalu meninggalkan sang ibu menuju kamar


" mas ke depan yuk,ibu ada yang mau di omongin katanya." shinta menarik tangan suaminya untuk keluar


"tumben? ada apa sayang? mas ga mau ah,takut nanti ibu maki maki lagi." kelakar cahyo


" kan sudah biasa dengernya mas,abaikan saja,yuk ah nanti malah ngamuk beneran lho,emang mas bisa jinakin nya." kelakar shinta


" idih dosa lho sayang,masa ibu di jinakin si." ujar cahyo


" ya abis mas nya lamaaaa." shinta meninggalkan cahyo akan tetapi cahyo mengekori juga


"cahyo sudah melupakan semua nya bu,saya juga sudah memaafkan ibu." ujar cahyo


" terima kasih nak,kamu beruntung shinta menikahi cahyo yang kaya dan baik hati." ujar bu sisi


mereka berbicara dengan santai dn bahagia,dan tiba lah waktu makan siang.bu sisi yang masih berada di sana pun ikut menikmati makan siang tersebut


ketika sedang makan bu sisi mengutarakan maksud lain yang ingin meminjam uang karena ia sudah tidak memiliki uang

__ADS_1


" nak cahyo,bisa ga ibu minta uang ga banyak ko nak,untuk ibu makan sehari hari,kalo ga,pinjami ibu nnti saya kembalikan jika investasi mas herman sudah menghasilkan "kata bu sisi


" bu kalau sekedar untuk makan,ibu ga harus pinjam,akan kami beri,itu kan tugas kami sebagai anak bu." kata cahyo


" mas." shinta menghentikan ucapan cahyo


" bu,memang nya ibu sudah tidak memiliki uang sama sekali,berarti kedatangan ibu sebenarnya hanya masalah uang,ibu belum berubah,aku akan kasih,tapi ga banyak,nanti yang enak suami ibu lagi." kata shinta


" sayang,kok gitu sih ngomong nya." cahyo melotot ke arah shinta


" mas ini belum paham,ibu kesini hanya kerana uang mas,ga murni meminta maaf,ada maksud tertentu,dan bisa jadi suruhan suami tercinta nya itu."kata shinta


" mau kasih ga,ga usah bertele-tele kalian,kalau ga butuh juga saya ga sudi ya,mengemis maaf sama si bodoh ini." bu sisi menunjuk cahyo


" ga,enak saja..uang hadi rumah emang sudah habis,sama suami ibu,enak saja ,lagi susah saja pergi kesini,sana lah ibu pulang saja.sudah kan makan nya,apa mau di bungkus sekalian makanan nya." kata shinta kasar


" sayang jangan kasar gitu sama ibu.sudah tolong ambilkan mas dompet di meja" kata cahyo


" mas ini kok ya masih aja baik sama ibu,wong aku yang anak nya saja sudah males lo ngelayani ibu yang ga pernah bisa berubah." shinta mengomel sendiri sambil pergi menuju kamar


" kamu sebenarnya itu sudah apain si anak ku cahyo,kok sekarang berubah banget,suka ngelawan,pasti kamu yang menghasut nya ya kan,dasar menantu bodoh dan licik." umpat bu sisi

__ADS_1


cahyo tidak menimpali omongan sang mertua,walau bagaimana pun bu sisi tetap lah ibu dari istrinya yang patut untuk di hormati


__ADS_2