HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
bu sisi ngamuk


__ADS_3

setelah membersihkan diri,cahyo menemui sang mertua di ruang tamu,di temani sang istri cahyo berjalan bergandengan.


" pagi ibu.."cahyo mencium tangan bu sisi.


" ibu sudah sarapan belum."cahyo basa basi kepada sang mertua


" udah lah cahyo ..cepet berikan uang yang kemarin mau kamu kasih itu.kamu kan sudah janji.jangan ingkar." kata bu sisi


" saya tidak akan ingkar bu,o iya maaf bu,cahyo mau tanya sebenarnya ibu mau bisnis sama siapa,apakah sudah jelas bu." kata cahyo mengingat kan


" itu kan urusan saya,buat apa kamu ikut campur,ibu kesini hanya mau minta uang itu


"baik,ibu tunggu disini .sayang ikut mas sebentar ya.kami tinggal sebentar ya bu." ujar cahyo


" hmmm..jangan lama lama,ibu sudah terlalu lama di sini." kata bu sisi


cahyo dan shinta meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar

__ADS_1


" sayang,aku takut menantu kamu curiga deh,dia seperti curiga pada ku,dari tatapan matanya." ujar herman


" apa si mas,ga mungkin lah.menantu ku itu bodoh banget,gampang lo buat bodohin dia,aku sudah sering meminta uang padanya,tapi mana.dia itu cinta banget sama anak ku" ujar bu sisi bangga,padahal cahyo tau semua apa yang mertuanya lakukan di luar


seperti biasa cahyo meminta bantuan Mahesa,untuk masalah uang yang selama ini ia berikan untuk sang mertua,apalagi sekarang bu sisi tiba tiba meminta uang 50 juta untuk inves kata nya.


" mas curiga dek.teman nya itu yang memanipulasi pikiran ibu,mas sedang menyelidiki nya,karena mas ga ingin ibu tertipu sayang,sebisa mungkin aku undur untuk memberi ibu uang,kita lihat reaksi teman nya." kata cahyo.


" aku juga agak curiga mas,sekarang ibu sering banget minta uang,trus kita mau bilang apa mas sama ibu." ujar shinta


" maaf bu lama ya? tadi habis menghubungi adit untuk segera tranfer ke rekening ibu." ujar cahyo


" 50 juta kan?jangan kamu kurangi,kamu itu banyak uang,jadi jangan pelit,saya juga kan ibu kamu." kata bu sisi


" iya bu.." handphone cahyo berbunyi,adit lah yang menghubungi


" ada apa? kenapa bisa,ya sudah kamu cepat urus,jangan sampai ada kendala,kalau tidak kamu saya hukum." ujar cahyo pada adit,cahyo dan shinta sudah sepakat untuk tidak memberikan uang tersebut kepada sang ibu.

__ADS_1


" maaf bu,ada masalah,ibu bisa tunggu kan,pasti saya transfer,tapi tidak tau kenapa tiba tiba ada kendala."ujar cahyo


"apa? kamu jangan bercanda ya cahyo,dasar menantu pembohong,kamu itu sebenarnya ada uang ga si,jangan jangan hanya tipuan semata ini,." ujar bu sisi


herman merasa lemas,karena gagal mendapatkan uang tersebut.herman langsung pura pura santai seperti tidak tau apa apa.


cahyo yang tau mimik muka herman berubah tapi bisa mengendalikan ke adaan.


" maaf sekali bu,cahyo janji pasti cahyo berikan,tapi tidak sekarang bu,karena ada masalah.cahyo harap ibu mengerti


" dasar menantu pembohong." bu sisi marah hingga melempar vas bunga yang ada di atas meja tersebut .shinta kaget karena tidak menyangka jika sang ibu akan sangat marah seperti ini


" ibu...jangan seperti ini,kan mas cahyo janji akan memberikan uang itu,tapi tidak sekarang.ibu yang tenang ya


" enak saja kamu bicara shinta...kenapa si kalian semua nya sekarang ga ada yang sayang sama ibu." teriak bu sisi


bu sisi histeris dan sangat marah,karena cahyo ingkar janji.bu sisi malu kepada herman,karena sudah janji akan mengusahakan uang tersebut

__ADS_1


__ADS_2