
di rumah sakit cahyo yang baru sampai dan sudah di tunggu oleh ke dua kakak nya
" mbak,bagaimana dengan mama,apa kata dokter kak?
" assalamualaikum..ujar kakak cahyo
" hehe waalaikumsalam kak,gimana kabar mama kak."
" mama ga apa apa yo,kamu seharusnya ga usah ke sini,sudah malam,pasti kamu ngebut kan?kata sang kakak
" shinta juga bilang besok pagi saja,tapi aku khawatir,makanya aku putuskan malam ini,aku ga mau mama kenapa napa ."
" kan disini banyak orang,jika ada sesuatu kami pasti langsung menghubungi."
"sekarang mama sedang di tangani oleh dokter,sebaiknya kamu pulang ngih,istirahat."
"oke kak,aku juga ngantuk banget ini,kalau ada apa apa cepet hubungi cahyo lo ka,aku mau melihat mama sebentar setelah itu aku pulang sebentar."cahyo masuk ke ruangan di mana sang mama di rawat
" anak itu, kalau masalah mama ga peduli in diri sendiri." kata sang kakak pada adik nya
sang mama yang sudah di periksa kini di pindah kan ke ruang Anggrek.
sementara shinta kini yang sedang khawatir karena cahyo belum menghubungi hingga shinta tertidur
__ADS_1
ke esokan pagi nya mama cahyo sudah siuman dan kaget,karena ada putra kesayangan yang kini sedang duduk sambil tertidur.
" nak..."sang mama membelai rambut cahyo,sehingga membuat cahyo terbangun
"ma..gimana,apa yang di rasa ma,cahyo khawatir mama kenapa napa."
" biasa nak,kamu kenapa harus jauh jauh kesini,pasti kamu ngebut kan,itulah kenapa mama ga mau orang rumah menghubungi mu."
" lho..ya harus,kalau ga ya nanti semua yang di rumah cahyo pecat." ancam cahyo
" hus...kok gitu,apa apa kok yo main pecat ae to le,ora elok." pukul sang mama pada lengan cahyo
" hehe..nggih ma,o iya ma..apa perlu shinta aku suruh kesini sekarang,kan mama belum pernah bertemu langsung." ujar cahyo
cahyo merasa omongan sang berati mengiyakan untuk shinta datang menemui sang mama
" sayang,kamu mau ga ke sini,seperti nya aku lama disini,aku mau jagain mama.kamu kamu mau,nanti aku telpon adit buat anter kamu hmm." ujar cahyo
" aku mau mas,sekalian silaturahmi,selama ini kan aku belum pernah bertemu secara langsung sama mama." kata shinta menimpali omongan cahyo
" ok..kamu siap siap,biar mas hubungi adit untuk antar kamu."
" ya sudah mas,aku siap siap dulu ya,sampai ketemu di sana mas." kata shinta
__ADS_1
" kalian hati hati ya,bilng nanti sama adit,kalau butuh apa apa,bilng langsung,jangan ga enak,atau telpon mas oke sayang."
" iya massss kok jadi bawelan kamu si,kapan aku siap siap nya ini." rengek shinta
" ya sudah mas tunggu."
shinta bergegas menyiapkan baju nya dan naomi,sementara rangga akan ia suruh di rumah sendiri atau di tempat sang ibu
tidak lupa Shinta menghubungi sang ibu,untuk berpamitan mengunjungi mertua yang kini tengah sakit
" lo kok ya dadakan gini shin,ko cahyo ga ajak kamu sekalian,gimana si itu anak,ga pernah becus dalam bertindak,ceroboh he kebangetan." kata bu sisi jengkel
" udah kah bu,ga usah nyalahin orang kalau ibu ga tau masalah nya."
" ah kamu,selalu bela laki kere mu kui,wong kamu aja tega di tinggal ko ya,malah masih bela belain,mau ke sono to yo,jengkel ibu,belum lagi harus ngurusin si rangga." bu sisi ngedumel ga karuan
" bu shinta cuma titip rangga,bukan ngurusin,rangga masih di rumah jadi, ibu ga usah ngurusin kan ada bi sumi." ujar shinta jengkel juga
"udah ya bu shinta sama naomi pamit dulu,ini sudah di tunggu sama mas adit."
shinta mematikan telpon nya,dan bu sisi kesal karena belum selesai bicara tapi sudah di matikan
" dasar bocah,semenjak nikah sama cahyo kok ya semakin kurang ajar,dasar cahyo kere,medit,bodoh dan licik." umpat bu sisi
__ADS_1
dan mau tak mau bu sisi pergi ke rumah cahyo,lumayan bisa makan gratis dan enak,menurut bu sisi