
cahyo berangkat menuju bandara Juanda untuk melakukan perjalanan nya menuju Amsterdam belanda.cahyo yang baru saja duduk mendapat telpon dari sang istri
" halo sayang..eh,putri ayah ternyata,iya ayah pergi sebentar ya.jangan nakal ya nak." kata cahyo pada naomi
akhirnya cahyo harus menghentikan pembicaraan mereka,karena pesawat akan take-of.
setelah melakukan perjalanan yang lumayan panjang,karena cahyo harus duduk selama 6 jam di dalam pesawat,itu tidak membuat cahyo jet lag.
cahyo di jemput oleh mobil hotel dan memutuskan untuk istirahat sejenak,karena pertemuan nya akan di lakukan 2 jam kedepan.
pertemuan pun berjalan dengan sangat lancar,cahyo berhasil menggaet investor dari Belanda tersebut.
karena sudah tidak ada kepentingan ,ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
shinta dan anak anak telah berada di rumah cahyo,dan sekarang mereka semua sudah dalam peraduan karena lelah setelah bebenah.sebenarnya ada pembantu serta anak buah adit yang membereskan semua nya,akan tetapi shinta tidak ingin hanya berpangku tangan,jadi shinta membantu walau pun sedikit.
Cahyo sampai pada pukul 3 dini hari,karena tidak ingin mengganggu shinta tidur,cahyo pun memutuskan untuk istirahat di kamar tamu.
" pagi sayang nya mama,ayo sarapan dulu," ajak shinta pada anak anak nya
" bu..maaf tuan ada di kamar tamu,semalam pukul 3 baru sampai." ujar bi sumi.
" lho,sudah pulang to..kenapa ga bangunin saya bi." ujar shinta.
" tuan ga ijinin bu,kata tuan ga usah.jadi tuan tidur di sana."ujar bi sumi lagi
__ADS_1
tok! tok! tok!
" shinta ..shinta... bukain pintunya." teriak bu sisi yang datang di antar herman sang kekasih
" biar saya saja bu.."
" baik,terima kasih ya bi."
bi sumi berlari kecil,karena sang tamu yang tidak sabaran.
ketika pintu terbuka,bu sisi langsung menghambur masuk di ikuti herman.
" e.e..e.. ibu ini siapa? main masuk aja," ujar bi sumi
" saya ibu nya yang punya rumah ini,kamu itu yang siapa?oooo.., saya tau kamu babu kan di sini,cepet panggil shinta dan cahyo kesini.bilang ibu nya ada di sini." perintah bu sisi
" bu..ada tamu,nyariin tuan dan ibu" ujar bi sumi.
" oh iya ..terima kasih,tolong buatkan minum ya bi." shinta meninggalkan anak anak di meja makan dan langsung menemui tamu yang di maksud
" lho ibu..udah sarapan belum bu? tanya shinta
" ibu tu kesini bukan mau numpang makan lho shinta?ngomong ngomong cahyo kemana?" bu sisi mengendarkan pandangan ke berbagai ruangan
" mas cahyo sedang istirahat bu,semalam jam 3,baru sampai,jadi masih cape." kata shinta
__ADS_1
" kamu bangunin lah,sana ibu mau bicara sama cahyo,masalah yang semalam." ujar bu sisi
" kan bisa nanti siang atau sore bu? Memang nya untuk apa si,ibu uang sebanyak itu,belum lama ibu juga minta uang kan 25 juta,masa hanya untuk jajan sampai butuh uang banyak.hati hati lo bu." kata shinta
" kenapa kamu cerewet sekali,ibu bilang panggil cahyo kesini,ibu itu buru buru,ga sempat dengerin kamu ceramah." cecar bu sisi
" baiklah..tunggu di sini,ibu jangan buat ulah,"kata shinta
shinta meninggalkan sang ibu dengan teman nya berdua,dan menuju kamar tamu untuk membangunkan sang suami
" kasian pasti cape ya mas." shinta bicara sambil membelai wajah sang suami
" mas..ayo bangun,kita sarapan dulu,nanti di lanjut lagi tidur nya.
" hmm..jam berapa sayang?"
" sudah pukul 7:30 mas."
" maaf ya mas semalam pulang,ga bangunin kamu,mas ga mau ganggu kamu." ujar cahyo dengan suara serak khas orang bangun tidur
" ga apa apa mas..yuk bangun dulu,di luar juga ada ibu dan teman nya yang kemarin." kata shinta
cahyo yang masih agak mengantuk,bengong karena ucapan shinta
" oh..mas lupa untuk kirim uang yang ibu minta,apa ibu marah."tanya cahyo
__ADS_1
shinta hanya tertunduk malu,shinta malu dengan tingkah sang ibu yang selalu membuat shinta tidak ada muka di depan sang suami.