HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
penjelasan


__ADS_3

shinta menenangkan sang ibu.akan tetapi ibu sisi tidak mau mendengarkan penjelasan mereka berdua


" kalian pasti sudah merencanakn ini semua shinta,kalian begitu tega sama ibu,huhuu hu.." tangis bu sisi


" bu,bukan seperti itu bu,mas cahyo hanya ingin membeli rumah itu karena shinta yang menginginkan ny." jelas shinta


" ah kamu ya pasti belain suami licik kamu itu lah shinta."kata bu sisi


" ibu minum dulu ya." shinta memberikan air kepada sang ibu


" ibu itu dari dulu memang sudah ga suka sama kamu cahyo,kamu itu penipu,sudah membohongi kami,kamu licik sekali,dasar." bu sisi masih marah


" bu bisa ga dengerin dulu penjelasan mas cahyo." shinta geram di buat nya


"bu maaf ya,kalau ini akan menyakiti ibu nanti,ibu lihat foto ini baik baik,aku sudah mengikuti herman sudah sejak lama bu,herman itu penipu."


" kamu yang penipu,dasar ga ada akal kamu,berani kamu bicara seperti itu lagi awas saja kamu." kata bu sisi memotong omongan cahyo


" bu,bisa ga diam,denger dulu dong mas cahyo ngomong,udah di potong aja gimana sih ibu ini." kesal shinta berbicara pada sang ibu


bu sisi yang merasa di bentak oleh shinta memalingkan wajah kesal nya

__ADS_1


" iya bu, herman yang ibu kenal adalah penipu,ia sudah banyak menipu,sudah banyak korban nya bu,sebenarnya herman sedang banyak di buru oleh beberapa orang termasuk polisi." cahyo menjeda ucapannya


" herman juga sudah menipu ibu dengan dalih investasi,padahal itu semua bohong.ia mengadaikan rumah ibu semata mata untuk uang bu,herman menikah karena uang,dia sering melakukan korban nya sama seperti yang ia lakukan kepada ibu."ujar cahyo panjang lebar


" ibubga ngerasa kaya gitu,selama bersama ibu,dia baik.walaupun memang sudah ga sopan mengadaikan rumah tanpa izin." kata ibu setuju dengan omongan cahyo


" trus bagaimana bisa kamu tau jika rumah itu sekarang di jual,kan nisa bisanya kamu saja,kamu juga shinta masih percaya sama suami penipu ini,huh."


" bu tolong mengerti mas cahyo,dia hanya ingin melindungi ibu,itu saja." kata shinta


"ga apa apa jika ibu sekarang belum percaya,tapi satu hal cahyo membeli rumah itu karena shinta tidak ingin kehilangan kenangan tentang keluarga termasuk ayah mertua." ujar cahyo lagi


shinta yang kesal karena tidak percaya dan masih menganggap cahyo telah berbuat licik.


" maaf ya mas,maaf banget untuk kelakuan ibu,dan terima kasih untuk kesabaran kamu." ujar shinta pada cahyo


" iya,kan ibu juga keluarga ku,akan aku lindungi walaupun ibu menolaknya."


" ada makanan apa,ibu lapar jadi nya." kata nya


" yuk bu,kita ke dapur,ibu mau makan apa,nanti shinta masak kan,atau mau nyuruh bibi masak apa gitu?

__ADS_1


" ga usah nyuruh pembantu tua itu,malas aku lihat muka nyebelin nya."


shinta merasa lucu dengan tingkah sang ibu


" ya sudah ibu mau makan apa? ini ada soto,mau ga,kalau mau shinta panasin lagi ya."


bu sisi hanya diam melihat sang putri yang selalu sabar menghadapi dirinya


"serah deh,pokok nya ada makanan,oya rangga dan naomi kemana?


" rangga ada di kamar nya dan naomi sedang bermain bu."


" shin,kalo ibu tinggal disini sementara boleh ya,ibu sepi di kontrakan sendiri." ujar bu sisi


" ya ga apa apa dong bu?"


" memang cahyo ga masalah,kalo ibu tinggal disini."


" shinta yakin,mas cahyo seneng jika ibu ada di sini."


ide yang cemerlang,bu sisi berhasil tinggal di rumah cahyo tanpa harus tinggal di kontrakan yang kecil dan panas

__ADS_1


__ADS_2