HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
pengusiran


__ADS_3

shinta membawa sang mama mertua ke kamar.Cahyo masih bermain bersama naomi di ruang tamu.karena sudah lelah mereka pun beristirahat.


ke esokan hari mereka sedang berkumpul untuk membicarakan perihal restoran yang akan cahyo buka..sang mama menyetujui,karena bisnis makanan itu pasti tidak ada matinya.


"ya gitu ma,cahyo ingin shinta yang mengatur semua,bahkan shinta masih mencari nama untuk resto tersebut." ujar cahyo


" ya ga apa apa,kasih shinta kesibukan,jangan hanya kamu suruh di rumah saja,kasian,biarkan istrimu membantu mengelola usaha mu,o iya bagaimana dengan kinan?ujar sang mama


" kinan betah ma di Malang,kemarin habis masuk rumah sakit,malah ga mau untuk pulang,katanya kasian kalau dia ga ada,nanti siapa yang ngurus showroom di Malang."


" dasar anak itu,kaya kamu banget,kalau sudah bekerja,sangat totalitas."


" begitu lah ma,cahyo dan shinta kasian,tapi kalau di pikir lagi,itu sudah menjadi tanggung jawab nya."


setelah berbincang bersama mereka pun izin untuk berkemas,karena siang nanti mereka akan kembali,dan sang mama mengizinkan,karena sang mama sudah merasa sangat sehat.

__ADS_1


di rumah bu sisi,mereka sedang heboh karena d usir dari rumah sendiri,bu sisi masib tidak terima jika harus kehilangan rumah tersebut


" maaf bu kami beri waktu satu hari untuk mengosongkan rumah ini." ujar seseorang yang sedang bertugas menyita rumah bu sisi


" pak,kasih waktu jangan satu hari kenapa? saya janji lo akan lunasi uang tersebut," ujar bi sisi sambil menangis


" maaf bu saya tidak bisa apa apa,ini sudah perintah dari sana,maaf." bapak tersebut beserta teman nya pergi meninggalkan bu sisi dan herman


" mas..kok kmu cuma diam si,bukan nya mikirin apa gitu.jadi suami mama tanggung jawab mu,uuuuuuu.." bu sisi marah kepada suami nya


" ya mau ngomong apa lo sayang,udah si,kan kemarin mas udah bilang,biarin aja,kita uang dari mana coba." kata herman santai


tetangga yang melihat ada yang iba dan senang,melihat bu sisi kehilangan rumah nya,kerana di mata mereka bu sisi itu,wanita sombong.suka memamer mamerkan barang yang ia punya.


" kapok yo yu,salahe sendiri,makanya udah tua itu sadar diri." kata tetangga bu sisi yang menjadi musuh bu sisi

__ADS_1


tetangga bu sisi banyak yang tidak menyukai nya,karena bu sisi,suka sombong,suka pamer sesuatu yang buat mereka kesal dan iri .maklum lah ya,ga di desa ataupun di kota,semua itu sama saja.


" apa kalian liatin saya,emange ada yang lucu,wes sana bubar." usir bu sisi pada tetangga nya.


" uuu..dasar edan,rasak no koe,mampus,ga punya rumah,paling jadi pengemis." kata tetangga julid bu sisi


" enak aja,sana pada pergi." bu sisi melempar sendal ke kawanan ibu ibu tersebut


mereka pun bubar meninggal kan kasak kusuk yang tidak di dengar oleh bu sisi


bu sisi masuk untuk menelpon shinta,dan anak anak nya yang lain.berharap ada solusi dari masalah yang kini sedang menimpanya kini


" aby..tolong ibu nak,ibu butuh uang rumah kuta mau di sita orang le." tangis bu sisi


" aby yang sudah tau dari shinta,hanya bisa menghela napas

__ADS_1


" memang nya ibu butuh berapa bu? siapa tau aby ada buat bantu nu." ujar aby pada sang ibu


bu sisi berfikir,mungkin aby anak nya bisa membantu keluar dari masalah ini,bu sisi mengatakan jumlah yang lumayan besar


__ADS_2