
sang putra,Rangga kaget karena sang mama sudah pulang.
"lho mama kapan sampai nya?kok aku ga denger mobil nya."
" baru sayang,kamu lagi apa?bagaimana kabar kamu selagi mama ga ada,hmm." ujar shinta
"rangga oke ma,cuma kemarin itu aku kesel sama nenek."
" ya sudah mama mau kembali ke kamar dulu ya.kamu istirahat saja ."
sedang bu sisi di kontrakan sedang berbincang dengan herman membahas kepergiaan herman
" mas nanti kalau pulang jangan lama lama,nanti aku kesepian ,kalau ga aku ikut saja si mas,kan aku juga mau ketemu sama ibu kamu." ujar bu sisi
" ga usah..mas usahain ga lama kok,tergantung kesehatan ibu,jika sudah sehat ya mas pulang,mas juga pasti akan sangat merindukan istri mas yang cantik ini." kilah herman
__ADS_1
" bener lo ya,awas aja,trus kapan mau beli oleh oleh nya,keburu malam ini."
" sekarang aja yuk,sekalian kita jalan dan nyari makanan."kata herman
mereka bergegas pergi keluar jalan sekaligus membeli oleh oleh untuk istri herman di kampung
ke esokan hari nya herman pun berangkat.herman berangkat naik kereta Argo Wilis tujuan Yogyakarta.herman berangkat dari rumah pagi sekali,karena tidak ingin terlambat,ia mengambil keberangkatan pada pukul 7:30.perjalanan herman hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam.
" sudah,aku berangkat dulu,kamu jaga diri ya selama aku ga ada,kalau kamu jenuh kamu pergi saja kerumah anak mu." ujar herman
" hmmm.." herman masuk kedalam mobil yang sudah ia pesan
kepergian herman membuat bu sisi kesepian,baru juga bebarapa jam ia sendiri di rumah kontrakan tersebut,tapi bu sisi merasa sepi,ia pun bergegas masuk ke kamar.bu sisi segera pergi ke rumah shinta,semalam ketika mereka berdua keluar mereka melihat shinta beserta anak anak nya baru keluar dari mobil.
"huff..dari pada sepi di rumah,lebih baik aku ke rumah shinta saja,kan lumayan ada teman nya,aku rindu juga pada cucu cucu ku itu." kata bu sisi
__ADS_1
tidak membutuhkan waktu yang lama,bu sisi telah sampai di rumah shinta dan cahyo,ketika sampai dan baru memasuki rumah ia tidak sengaja mendengar cahyo sedang berbicara di telpon.
" ya sudah kamu urus pembelian rumah tersebut,jangan lupa langsung kamu urus ya kepindahan pemilik nya," ujar cahyo yang sedang berbicara membelakangi ibu mertua nya
bu sisi seksama mendengarkan pembicaraan menantu nya tersebut,ia ingin tau lebih banyak pembicaraan itu.
" ya urus saja,masak si, kamu gitu aja ga bisa,bayar mahal asal rumah bekas ibu itu tidak jatuh ke tangan orang lain,aku ga mau istri ku sedih nanti,pokok nya urus dengan benar." cahyo langsung mematikan hubungan tersebut
" jadi ini ulah kamu semua? dasar menantu ga tau diri,kamu mau balas dendam sama saya cahyo,kamu memang licik,menantu ga punya malu,kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan rumah itu,dasar menantu pecundang kamu,licik,bodoh,dasar binatang." bu sisi mengeluarkan semua caci maki nya pada cahyo
cahyo yang kaget mendengar sang mertua ada di belakang nya,langsung berbalik dan menjelaskan semua kepada bu sisi.
" bu,bu tenang ya,dengerin cahyo dulu,akan aku jelasin semua pada ibu." kata cahyo
cahyo kalang kabut karena sang mertua ngamuk serta mencaci maki dirinya,sementara shinta sedang berdua di kamar langsung keluar mendengar keributan di rung tamu
__ADS_1