HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
bertengkar


__ADS_3

Karena waktu sudah beranjak sore dan cahyo yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya,memutuskan pulang.


" dit..ayo tolong antar kami pulang," kata cahyo


" lo..ga nyupir sendiri gitu bos." kata adit


" mau apa ga nih," kata cahyo


" baik bos." kata adit


keluarga itu pulang dengan bercanda di dalam mobil,sedang adit yang curi pandang ke bangku belakang,memperhatikan sang tuan yang bahagia kembali dan sering tersenyum.


"semoga tuan dan istri nya selalu bahagia,aku bahagia melihat mas cahyo seperti itu." monolog adit dalam hati.


"naomi mau nga kalau kita pindah rumah." kata cahyo pada sang putri


" pindah kemana ayah? tyus yumah nenek gimana?" tanya naomi pada cahyo


" nanti kita sudah tidak tinggal di rumah nenek,naomi tinggal sama ayah,mama,mas rangga dan kakak cantik kinan,naomi mau?kata cahyo lagi


" benelan ma,kita mau pindah." tanya nya lagi pada sang mama.


cahyo memiliki ide untuk membawa mereka berkunjung ke rumah cahyo sebelum mereka pindah.


"dit,kerumah dulu saja.."


" ini kan mau pulang bos."


" maksud ku ke rumah yang satu nya."

__ADS_1


"siap bos." adit langsung membawa keluarga tersebut ke rumah kediaman cahyo.


Mobil yang mereka tumpangi berbelok dan memasuki sebuah halaman yang luas,cahyo menggendong sang putri memasuki rumah tersebut


"ini rumah siapa ayah?tanya gadis kecil tersebut


"ini rumah kita,rumah naomi juga..." ujar cahyo


tok!tok!tok!


seseorang tergopoh gopoh karena tau majikan sudah datang.karena cahyo hanya cahyo lah yang selalu datang tanpa memberitahu.cahyo sengaja tidak memberitahu agar sang bibi tidak repot menyiapkan sesuatu..


" selamat datang..wah non cantik ini siapa namanya." kata sang bibi pada naomi


" silakan masuk nyonya."


" terima kasih bi..."shinta mengantung ucapan nya sambil melirik cahyi


"terima kasih bi jum." kata shinta


cahyo membawa naomi ke kamar yang nanti akan naomi tempati,dan mengajak shinta berkeliling dan menunjukan letak kamar mereka berdua.


"bagaimana ma..mama suka." goda cahyo pada sang istri.


"suka mas..terima kasih karrna mau menerima kami." shinta menangis kerana malu pada cahyo


"hei kenapa menangis,dan untuk apa berterima kasih,hmm."


" kita keluarga,sudah sepatutnya kalian tinggal di rumah ini bersama dengan ku." ujar cahyo lagi

__ADS_1


hari sudah senja dan keluarga tersebut memutuskan pulang ke rumah ibu sisi,akan tetapi mereka mampir untuk membeli makan malam.


kini mereka telah berkumpul di meja untuk menyantap makanan yang tadi mereka di restoran,shinta ingin makan bersama sang ibu,tapi ternyata sang ibu sudah sangat rapi dan akan pergi


" kalian makan saja..ibu mau pergi,ada janji." kata bu sisi


" lagi bu..bu kenapa ibu selalu pergi,ada yang ingin kami sampai kan bu."kata shinta


" sudah nanti aja,ibu buru buru." ujar bu sisi.


" kami mau pindah bu!" kata shinta


reflek bu sisi menghentikan langkah dan berjalan menghampiri meja makan


" apa kamu bilang?memang nya kalian ga ingin tinggal disini lagi" kata bu sisi sambil menggebrak meja


sontak cahyo kaget,tidak menyangka sang mertua akan mengamuk jika mereka pindah rumah


" kamu.."tunjuk nya pada cahyo


"pasti kamu mempengaruhi anak saya kan?kalau mau pergi ya pergi saja sendiri."


" kamu shinta! ibu ga izinin kamu pindah." ujar bu sisi menggebu


"shinta tetap akan pindah bu.mas cahyo suami shinta,jadi saya akan ikut suami dimana pun dia berada." tak mau kalah shinta juga berbicara keras pada sang ibu


" kamu jangan mudah terhasut,biarin aja cahyo tinggal di rumah nya sendiri,kamu disini sama ibu ya." kata bu sisi memelas


" ga bu..shinta sudah memikirkan ini jauh jauh hari,terus terang aku cape melihat ibu yang tidak pernah berubah.lagi pula aku juga sudah membahas ini sama abang,kaka dan juga ratu,mereka setuju." kata shinta lagi

__ADS_1


bu sisi pergi karena omongan shinta amat menyakiti hati bu sisi,menurut bu sisi shinta harus selalu merawat nya,jika shinta pindah ,siapa nanti yang akan membersihkan dan memasak untuk nya.bu sisi akan sangat kerepotan


__ADS_2