
shinta kembali ke ruang tamu dan memberikan dompet ke pada cahyo.
" ini mas dompet nya,jangan banyak banyak ngasih nya mas,wong ibu itu lo ya,banyak dikit yang kita beri ga akan pernah cukup." kata shinta
" udah sayang,kok ya masih ngomel aja si." cahyo memberikan bu sisi beberapa uang untuk keperluan sehari hari
" ini bu,maaf ya bu,segini dulu,cahyo ga ada banyak di dompet,lain kali aku akan tambahin,jika ibu kehabisan uang,ibu bilang saja sama saya bu." ujar cahyo
" na gitu dong,jadi mantu itu yang bermanfaat,jangan kebanyakan bodoh dan licik,banyak yang ya buat bahagiain keluarga." jelas bu sisi
" iya bu." jawab cahyo
" udah kan bu,sudah sana pulang,ga usah kesini jika cuma ada maunya saja,minta uang itu ya sama suami dong bu,lain cerita jika ibu janda kaya dulu." omel shinta pada sang ibu
" kamu." bu sisi sungguh kesal pada tingkah shinta yang sudah kurang ajar pada nya
" kamu sekarang sudah pintar ngomong ya Shin,mentang mentang sekarang kamu punya suami kaya raya,trus bisa se enaknya gitu ngehina ibu,inget,kamu itu anak ku jadi sudah seharusnya kamu dan semua anak anak ibu,membalas jasa ibu." kata bu sisi kesal dan langsung meninggalkan suami istri tersebut.
" selagi masih bisa bersenang senang,kenapa harus menyiksa diri." monolog bu sisi
cahyo menegur istri nya,yang sudah bicara kasar terhadap sang ibu
" sayang,kok gitu sih,mas ga suka lihat kamu kaya gini,ini bukan shinta yang mas kenal deh." kata Cahyo
__ADS_1
" maafin aku ya mas,sebenarnya aku juga ga mau bicara seperti itu,tapi ibu itu lo mas,keterlaluan menurutku,coba aja,tadi minta maaf,trus ga lama mas di hina hina lagi,sebel aja dengernya,entah kapan ibu bisa seperti dulu lagi." ujar shinta sambil menerawang jauh
" jangan di ulangi ya,mas ga suka dengernya,gimana jika Rangga dan naomi denger,mereka akan meniru tingkah buruk itu." cahyo membelai pipi sang istri
" iya mas,maaf ya mas." ujar shinta
di kantor,adit yang sedang mengurus semua pekerjaan yang telah cahyo limpahkan pada sang asisten,membuat adit lupa akan waktu,bahkan sekarang pun ia lupa jika belum makan siang
" uh..kapan bos akan datang,sekarang si bos jarang banget ke sini." gumam adit
" sebaiknya setelah semua selesai aku berkunjung saja kerumah si bos." kata adit
cahyo kini sedang tidak ingin mengurusi tentang pekerjaan,cahyo sedang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga,terutama sang istri
shinta tau,jika cahyo menginginkan ia hamil ,akan tetapi menurut shinta naomi saja masih kecil,jadi shinta takut akan sulit mengurus anak bayi kembali
cahyo kini sedang santai sambil bekerja,ia sedang berada di depan laptop dan sangat serius,hingga tanpa sadar shinta sudah ada di samping nya
" serius amat mas,lagi ngecek pekerjaan ya? adit kok ga pernah datang mas,biasanya sering sekali kesini." kata shinta
" dia lagi mas kasih pekerjaan yang banyak,biar ga gangguin kita terus." kata Cahyo lempeng
" is..aku ngomong ini,kok ya ga di liat,males ih." shinta ngambek dan pergi ke kamar mandi
__ADS_1
cahyo yang tau jika shinta sedang ngambek hanya tersenyum
" halo..kenapa telpon,apa ada masalah?trus kenapa kamu telpon,lanjut kerja,jangan malas.mau saya kirim ke desa,awas kalau ada masalah,saya potong gaji kamu." kata cahyo
" ya elah bos,marah marah aja emang ga kangen gitu bos,hehe." ujar adit
" kangen,emang situ siapa di kangenin." kata Cahyo
" bos,saya kerumah ya.bosan lo bos,di kantor dari pagi hingga malam." rengek adit
" ye itu si DL.resiko.apa mau di ganti saja." kata Cahyo menimpali
"jangan lah bos,saya cuma ingin cari suasana baru,bosen di kantor,boleh ya bos."kata adit
" ya sudah sini,tapi bawakan saya martabak yang biasa kita beli." ujar cahyo
" siap bos,ada lagi ga yang mau di beli." kata adit antusias
" ga ada m,itu saja,sekalian bawa berkas yang saya berikan pada kamu."kat cahyo lagi
shinta yang baru keluar dari kamar mandi,yang tidak sengaja mencuri dengar pun bertanya
" adit mau ke sini mas,baru juga di omongin tu anak." kata shinta
__ADS_1
cahyo hanya menimpali omongan sang istri dengan anggukan kepala