
bu sisi merasa memiliki ide brilian,agar cahyo bisa selalu memberi kan uang kapan pun bu sisi butuh dan berjanji akan mengambil hati kinan,bu sisi sudah tidak perduli akan keluarga,yang ada di pikiran bu sisi adalah uang.bukankah uang di atas segala nya.
"ha..ha..haa..."bu sisi merasa bersemangat kali ini.
" ini adalah kesempatan yang baik,tidak akan pernah ku lepas." monolog bu sisi di dalam kamar
kini mereka,keluarga itu telah berkumpul di meja makan.shinta masak sayur sop ayam,sambal ,tempe dan tahu serta ada ayam goreng nya juga ,dimeja tersebut sangat lengkap,membuat naomi makan dengan lahap.
"ayu nak kinan,nambah nasi serta lauk nya,jangan malu malu ya,ini juga kan rumah kamu."kata shinta
"iya ma.." kinan duduk di antara rangga dan naomi.
"betul,nak kinan harus makan yang banyak,nenek senang jika di rumah ini bertambah keluarga lagi,kan jadi ramai,ya kan shinta." kata bu sisi
shinta dan cahyo saling tatap,ada apa dengan ibu,apa yang sedang ibu mainkan.pikir mereka berdua
" iya bu,nenek benar nak kinan sekarang adalah anak mama juga,jadi kita sekarang adalah keluarga." tatap shinta pada kinan
__ADS_1
cahyo bahagia karena shinta mau menerima putri nya dengan baik.
" o iya mas,waktu itu kan kita belum jadi bilang sama ibu,sebaiknya mas bilang aja sekarang." kata shinta pada cahyo
bu sisi melotot mendengar shinta bicara seperti itu
" memang ada apa,shinta,cahyo..bilang sama ibu,siapa tau ibu bisa bantu." kata bu sisi lemah lembut,tapi yang sebenarnya hati nya sangat kesal sekali.
" oh ..itu,sepertinya ini waktu yang tidak pas bu,lain kali saja saya bicara nya."kata cahyo
"sayang.."cahyo menggeleng tak setuju shinta membicarakannya sekarang
"menurut ibu,bagaimana bu jika kami pindah,apa ibu tidak apa apa? kali ini aku ingin ikut suami kemana pun ia berada bu." kata shinta.
bu sisi terdiam,sambil berfikir jika sekarang shinta sudah sangat berani bicara kurang ajar,semenjak menikah kembali dengan cahyo,menurut bu sisi cahyo membawa berkah serta membawa bencana pada anaknya
"ibu bisa bilang apa shin,jika itu yang kalian inginkan..tapi,nak kinan kan baru sampai,biarkan dia tinggal disini barang satu minggu lagi,boleh kan.nak kinan mau kan tinggal di sini seminggu lagi."kata bu sisi memelas
__ADS_1
shinta mengapa napas,ia tau sang ibu pasti merencanakan sesuatu.shinta tidak ingin berpikir buruk tentang sang ibu,tapi,shinta sudah tau tabiat sang ibu,apalagi menyangkut masalah uang.
"aku terserah ayah aja nek,bagaimana pun kinan kan disini hanya sebentar." jujur kinan
naomi sudah menghabiskan makanan nya,karena sudah waktu nya tidur siang shinta mengantar sang putri ke kamar nya.
" bobok siang dulu ya nak,nanti setelah bangun baru boleh main lagi." kata shinta
" ma,sebenalnya aku mau main sama kakak." kata naomi yang bicara masih agak cadel
"iya nanti main sama kak kinan,kakak kan masih lama disini." shinta mengusap kepala sang putri dan menyanyikan lagu pengantar tidur .
sementara si lala yang baru sampai di rumah sang suami,karena perjalanan panjang nya.lala pergi mengunakan kereta api BIMA berangkat dari stasiun GUBENG pukul 17:30wib dan tiba lah ia di stasiun GAMBIR pada pukul 04:40wib.durasi perjalanan yang lala lalui adalah 11 jam,harga tiket KA BIMA mulai dari 475000 sampai 1000.000.
karena lala hanya memiliki tabungan yang tidak terlalu banyak lala pun membeli tiket yang murah.
keputusan lala untuk tinggal bersama dengan suami nya membuat shinta merasa bersalah,tapi tidak dengan ibu sisi,dia merasa kepergian lala adalah yang terbaik,karena lala hanya anak orang miskin.bu sisi malu memiliki menantu seperti lala.
__ADS_1