HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
sakit nya sang mama


__ADS_3

setelah semua pekerjaan beres,adit bergegas untuk pergi ke rumah cahyo,ia juga gak lupa singgah ke untuk membeli martabak pesanan dari sang bos.


"ning nong...


" silakan masuk mas adit,ujar bi sumi


" terima kasih bi,o iya mas cahyo nya ada kan bi." ujar adit


" duduk mas,bibi pangilkan mas cahyo dulu ya."


tok ..tok ..tok


" mas..itu ada mas adit di depan,sudah bibi suruh tunggu."


shinta keluar membuka pintu dan di ikuti cahyo,mereka keluar untuk menemui adit


"malam bos,mbak,ini pesenan nya." adit menyerahkan martabak tersebut kepada shinta


Shinta beranjak untuk menyiapkan martabak tersebut kedalam piring dan sekaligus kopi untuk teman martabak


" silahkan mas adit." ujar shinta


" terima kasih lo mbak."


" bagaimana dit,apakah selama saya tidak datang ke showroom,ada kendala dan masalah."

__ADS_1


" alhamdulillah bos,semua seperti biasa."


" o iya dit,kemarin albert menghubungi saya,dia ingin kita menemui nya untuk membahas masalah restoran.menurut kamu,kita harus bagaimana? Terus terang saya masih belum berfikir ke sana,semakin kesini kok jadi ga semangat." ujar cahyo


" kan kata bos,itu resto nanti buat mbak shinta?aku saya si ya terserah si bos,kan yang punya uang juga si bos." enteng adit menjawab sambil meminum kopi nya


" ah elah,kebiasaan kamu,saya ini lagi bingung dit,coba lah bantu berfikir,malah asyik minum kopi kmu."


" hehe..selagi panas bos,kapan lagi dapet kopi gratis,sruup..ahh,nikmat mana lagi yang engkau dustakan." kata adit,yang langsung di pelototi oleh cahyo


" kalau menurut saya ya bos,sebaiknya bos tanya kan sama mbak shinta,apa sanggup mengelola restoran dan bisa membagi waktu untuk keluarga.."


" hufff..itulah yang salalu menggangu pikiran ku,sebaiknya esok saya hubungi albert kembali dan kita atur waktu untuk membicarakan masalah ini."


" besok kamu siapkan semua,kita berangkat dan nanti saya akan kabari kamu."


" oke lah bos,sebaiknya saya kembali,ini sudah larut,saya pamit ya bos."


" hmm..hati hati dan jangan bergadang."


sepeninggal adit,cahyo masih duduk di ruang tamu,ia menghubungi albert,untuk menanyakan kabar dan membahas masalah resto,albert setuju untuk bertemu dengan cahyo besok di restoran milik albert sendiri


karena lelah,cahyo memutuskan untuk istirahat dan ia berbaring si samping sang istri yang sudah lebih dulu terbuai ke alam mimpi


sementara di rumah sang mama,sedang ramai kerana sang mama yang tiba tiba jantung nya kambuh,para pembantu bahu membahu untuk membawa sang majikan ke rumah sakit,ada yang menghubungi cahyo.cahyo yang masih mengantuk pun sangat terkejut akan berita tersebut.

__ADS_1


" baik bi,tolong jaga mama untuk saya,saya akan kesana malam ini juga." ujar cahyo


" sayang..bangun..aku harus pergi kerumah mama,mama sedang kritis."


" malam ini mas?perjalanan nya lumayan jauh lo mas,kenapa ga besok pagi saja." ujar shinta ikut khawatir


" lo ga panggil adit,biar adit yang nyupir."


" ga usah sayang,adit sedang banyak pekerjaan.jadi biar mas pergi sendiri,kamu sama naomi ga apa apa kan mas tinggal."


" ga apa mas,kan ada bi sumi."


" ya sudah mas berangkat ya."


shinta mengantar kepergian suami nya untuk menemui sang mertua


" hati hati mas,salam sama mama ya,semoga mama lekas sembuh."


cahyo mengendarai mobil sendiri,ia sangat takut terjadi sesuatu terhadap sang mama


" ya Allah hamba mohon,sehat kan kembali mama,dan lindungi mama hamba ya Allah,hamba memang sudah banyak meninggalkan perintah mu,hamba mohon ya Allah." tak terasa air mata cahyo sudah mengalir


selama menikah dengan shinta cahyo memang sudah jarang,bahkan sudah tidak pernah melakukan tugasnya sebagai muslim,padahal duku cahyo sangat rajin ber ibadah,serta puasa sunah


cahyo sadar kini sudah lalai dalam menjalankan semua perintah NYA

__ADS_1


__ADS_2