
bu sisi yang sudah sampai langsung menelpon seseorang yang sudah ada janji temu disana,bu sisi tidak ingin anak anak nya tau jika ia memiliki seorang kekasih kembali,jadi mereka bertemu dengan diam diam.
setau bu sisi pacar baru nya itu adalah duda,padahal sebenarnya pacar nya tersebut,memiliki anak dan istri di kampung.
herman,ya nama pacar bu sisi adalah herman,mereka bertemu ketika sedang makan di suatu rumah makan,bu sisi bersama teman temanya dan herman bersama teman nya juga.mereka tidak sengaja bertemu ketika di toilet,mereka bertabrakan .ketika akan keluar dari toilet tersebut.
di sanalah awal perjumpaan mereka berdua,hingga kini mereka berpacaran.dan memutuskan pacaran secara diam diam.
herman hanya ingin memanfaatkan ibu sisi,karena selama herman mengenal bu sisi,bu sisi selalu loyal dalam masalah uang,jadi itu dijadikan kesempatan.
" dari tadi nunggu nya,." kata herman
" baru juga sampai mas,kita mau kemana mas." kata bu sisi yang di peluk oleh herman menuju mobil.
mobil tersebut adalah mobil khusus taksi online milik teman herman.
"nanti kamu juga tau,yuk." sambil membuka pintu untuk sang pacar
bu sisi nampak bahagia karena sang kekasih memiliki mobil,dan sudah pasti memiliki uang yang banyak,itu menurut bu sisi ya(hehe)
__ADS_1
sepasang kekasih yang di landa asmara itu memacu mobil agar tidak terkena macet.mereka menuju pantai kenjeran untuk menghabiskan malam yang indah bertaburan bintang.setelah lelah herman tidak ingin,mereka buru buru untuk kembali jadi herman membujuk kekasih nya untuk istirahat saja di hotel terdekat.
Bu sisi ragu,apakah yang akan terjadi jika mereka berdua di kamar hotel tersebut.dan akhirnya ia pun terbujuk untuk ikut sang kekasih.
herman merasa di atas angin,karena bisa menjebak bu sisi,setelah itu ia ingin menguras kantong sang kekasih(jahat ga? ya terserah penulis mau nulis apa,hahhaha...)
mereka memasuki hotel tersebut dan herman langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,sedang bu sisi hanya duduk menunggu dengan cemas,ia pun menghubungi orang rumah.
"shinta,ibu seperti nya malam ini ga pulang,jangan tungu ibu.kmu tidur saja ya." kata bu sisi
" oh..iya bu,memang ibu lagi di mana?."kata shinta
" ibu,ingat umur bu..jaga kesehatan,jangan terlalu banyak bergadang." kata shinta mengingatkan
" iya ibu tau..kamu itu Baru anak kemarin."
" ya terserah ibu saja,kami sudah sering mengingatkan,jadi jangan salahkan kami jika ibu sakit," kata shinta jengah
setelah menerima telpon dari sang ibu,shinta pun mengunci pintu dan ia langsung menyusul sang suami untuk menjemput mimpi nya.
__ADS_1
di lain tempat,herman yang sudah segar dan wangi karena habis mandi,membuat bu sisi tersipu,bu sisi sudah sangat lama semenjak sang suami meninggal,sudah tak pernah melihat lawan jenis nya bertelanjang dada seperti yang herman lakukan.
herman mendekat menuju sang kekasih,jantung herman berdetak karena nafsu yang sudah memuncak,herman pun meraih bu sisi dan mendekap mesra serta mencumbu bu sisi.bu sisi malu akan tetapi herman membuat mereka melakukan yang seharusnya tidak pernah mereka lakukan,
"terima kasih sayang,kamu sungguh membuatku bahagia." ujar nya
" aku juga mas,tapi mas,yang kita lakukan ini tidak benar." kata bu sisi
"kamu tenang saja ya,aku pasti akan selalu berada bersama mu,aku akan menikahi mu,asal kmu setuju." kata herman sambil membelai rambut bu sisi
" benarkah itu mas,kamu ga buhong kan?."kata bu sisi
" aku sudah bahagia selama bersama mu,aku sudah tidak ingin hubungan ini selalu di sembunyikan." kata herman
"sebaiknya nanti saja y mas,aku masih ingin kita seperti ini dulu,aku ingin anak anak tidak tau hubungan kita dulu.ga apa apa kan mas." kata bu sisi
"aku si yes," kata herman
mereka melanjutkan pergumulan yang tidak seharus nya mereka lakukan,herman sungguh kelaparan karena sudah lama tidak menjamah sang istri karena mereka terpisah kota
__ADS_1