
shinta berlalu menuju kamar mandi dan di ikuti oleh cahyo.karena sudah beberapa hari tidak bersama,cahyo merindukan sang istri.
" hei..mau apa coba." shinta mendorong cahyo yang nyelonong saja mau ikut
" boleh ya sayang."
" ra sah macem macem..aku sama naomi ini lho ya mas,nanti saja,bye." shinta langsung menutup pintu kmar mandi
sedang cahyo cengo di buat nya,akhirnya hanya bisa sabar menunggu dan tiduran sambil mainin handphone
" bos,dimana kok ga ada di rumah sakit?"ujar adit
cahyo menepuk jidat nya sendiri,bagaimana ia melupakan sang asisten nya tersebut
" emang kamu tadi ke mana? wes di cari yo gada,jadi tak tinggal.saya di rumah, kamu kesini saja ya."
" tega nya..udah jauh jauh,malah di tinggal." gerutu adit
" kalau masih mengomel,ga usah dateng kesini,pulang aja sana ."
__ADS_1
" ya elah,kebiasaan deh si bos,gitu aja marah,iya iya saya kesana."
" kenapa mas,kok gitu mukanya." kata shinta
"adit..ketinggalan di rumah sakit."
" eh iya ya..kok bisa kelupaan,kasian amat tu anak." kata shinta
"makanya dia ngomel, duh anak ayah udah wangi,sini ayah sisirin rambutnya."
" mas kita disini berapa lama?
" sampai mama bener benar sembuh ya sayang, kamu ga apa apa kan?"
" ga usah di pikirin,nanti tinggal telpon rangga atau ibu ya.ya sudah istirahat dulu,mas nanti mau nemuin adit dulu oke."
" iya mas."
adit yang baru sampai,sekarang sedang duduk menunggu cahyo untuk membicarakan hal masalah pekerjaan,karena shinta sudah bersama suami nya,sudah saat nya adit juga kembali pada tugas yang cahyo berikan padanya.
__ADS_1
adit kembali ke kota Surabaya pada sore hari setelah beristirahat.tak lupa adit juga mendapat tugas untuk menemui Albert karena janji temu cahyo dengan teman nya tersebut harus di pending dikarenakan cahyo sedang menjenguk sang mama
cahyo sudah menghubungi Albert terlebih dahulu,meminta maaf karena cahyo sudah mengutus sang asisten andalan cahyo
di rumah cahyo,bu sisi dan rangga bertengkar karena,Rangga menegur sang nenek untuk tidak semena mena terhadap sang bibi
" kamu anak kecil diem ga,kamu lupa,aku nenek kamu rangga."
" rangga ga akan pernah lupa,tapi cara nenek salah nek,bibi juga manusia,masa di siram air seperti itu.coba nenek ada posisi bi sumi..rangga heran deh nenek kan juga perempuan,sama sama sudah tua nekkkk."
" ga usah nasehatin nenek,nenak sudah lebih banyak makan asam garam,la anak piyek kaya kamu kok sudah pandai nasehatin wong tuo.jajan aja masih mama kamu yang kasih to."
rangga yang kesal karena sang nenek sangat keras kepala,tidak ingin orang lain menasehatinya,rangga akhirnya pergi menemui bi sumi di dapur
" bi maafin nenek nya rangga ya,"
" ga apa den,bibi juga salah karena ngelawan tadi,habis nenek aden ngeselin,bibi juga minta maaf lo den."
" ya bi,ya sudah bibi lanjutin saja,rangga mau ke kamar dulu bi,"
__ADS_1
" nggih den."
tiada hari tanpa pertengkaran,itulah yang terjadi di rumah cahyo,bu sisi sudah di peringatkan oleh shinta lewat telpon,agar jangan menganggu rangga dan jangan keseringan main ke rumah cahyo.akan tetapi bu sisi yang tidak ingin rugi,ia tidak indahkan omongan shinta ,tetap saja bu sisi bertandang ke rumah tersebut