HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
ngobrol dengan mertua


__ADS_3

shinta ikut merebahkan diri di samping sang suami,sementara Naomi sedang bermain dengan bibi ditaman belakang


" mas.." shinta mengoyangkan tubuh cahyo.


cahyo yang belum terlelap membuka mata


" hmmm.ada apa sayang."


" mas tadi Rangga nanya,kata nya kapan kita pulang?mama kan sudah pulang mas?


" iya nanti mas pikirkan,masa kita langsung pulang,kasian mama,masih mau ngobrol banyak sama kamu." ujar Cahyo


" iya deh mas.kalau gitu aku mau ke naomi dulu ya." shinta keluar melihat sang putri


di lain tempat herman dan bu sisi sedang kalut,karena investasi yang herman janjikan akan menghasilkan uang banyak itu,nyatanya malah bodong..bu sisi menangis meraung,marah pasti,tapi karena herman sangat bu sisi cintai,jadi dia hanya bisa meratapai rumah satu satu nya raib.


herman santai saja karena semua hanya lah tipu muslihat tentang investasi tersebut..


" trus kita harus apa mas? kita nanti tinggal dimana?bu sisi pasrah asal bersama sang suami tercinta

__ADS_1


" ya kita ngontrak saja dulu lah,kalau ga,numpang sementara di tempat anak mu itu yang kaya." enteng herman berbicara


" aku ga mau lah mas,kamu enak aja kalau ngomong,mau di taruh mana muka ku ini,masa menantu yang selalu tak hina dan selalu aku caci kok malah di tumpangi?."


"ya kan sementara,dari pada ngontrak. Kalau Aku jadi kamu ya mending nahan malu,kan enak to makan minum gratis."


bu sisi semakin heran,kenapa suami nya seperti sedang merencanakan sesuatu,berbeda dengan ketika belum menikah.


" kita yo ngontrak aja lah mas,kamu masih ada uang kan buat makan dan yang lain nya."


" buat makan yo masih ada ,tapi sedikit yo ora cukup.wes lah aku lagi pusing.kamu saja yang mikir.aku mau keluar dulu." herman meninggal kan bu sisi sendiri yang sedang bersedih karena akan kehilangan rumah peninggalan sang suami pertama


" bagaimana dengan anak anak jika tau rumah ini akan di sita nanti." monolog bu sisi


cahyo sudah tau dari awal jika suami dari sang ibu mertua adalah penipu,selain penipu juga masih memiliki istri yang sedang melawan penyakit kanker payudara


dan kini cahyo sudah siap membeli rumah tersebut jika sudah tiba waktunya.rumah tersebut akan ia berikan kepada sang istri kembali tanpa sepengetahuan bu sisi


" nak bagaimana,apakah cahyo pernah menyakiti mu,kalau dia sampai melakukannya,kamu hubungi mama,biar mama yang kasih pelajaran padanya." ujar sang mama mertua kepada shinta

__ADS_1


mereka kini sedang berkumpul di ruang keluarga


" ga ma,mas cahyo baik,sangat baik malah,dia selalu jaga shinta dan semua anak anak,shinta malah berterima kasih pada mama,karena sudah melahirkan dan merawat mas cahyo dengan sangat baik,." aku shinta


" alhamdulillah jika benar seperti itu,mama berharap keluarga kalian selalu akur dan bahagia." kata mama cahyo


" insyaallah,aamiin ma." jawab cahyo


" ma sepertinya cahyo dan keluarga mungkin,lusa akan kembali kerumah,mama ga apa apa kalau cahyo dan shinta kembali kan?


" oalah kok yo cepet banget,ya ndak apa apa,lagi pula disini juga mama banyak yang jagain,ada kakak kakak mu juga kan,rumah mereka kan ga jauh iki."


" maafin Cahyo dan istri ya ma,insyaallah cahyo akan sering sering mengunjungi mama."


" mama harus slalu jaga kesehatan,ga usah lah terlalu cape,kan ada bibi,suruh saja mereka yang ngerjain."


" mama suka bosan kerena gada kerjaan,yo sudah mama rawat bunga saja di taman belakang."


" sudah malam mama istirahat ya,yuk shinta antar ke kamar ma." ajak shinta

__ADS_1


" ya mama juga wes cape." sang mama berdiri di bantu oleh shinta


__ADS_2