HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
kembali berpisah


__ADS_3

lala yang lelah karena perjalanan yang panjang,memutusakan untuk rehat sejenak,sebenarnya rudy ingin menjemput istrinya,akan tetapi pekerjaan yang kini ia jalani tidak memungkinkan untuk di tinggal.jadi mau tidak mau lala berangkat seorang diri.


rudy meninggal kan sang istri karena pekerjaan yang sangat banyak.ia tidak ingin di pecat hanya karena kedatangan sang istri.


di lain tempat,bu sisi sedang berbicara santai dengan Kinan,bu sisi menceritakan pertemuan ayah nya dan shinta,kinan merasa lucu untuk semua cerita tersebut..bu sisi merasa senang karena kinan sudah bisa ia dekati.


"nek,jika nanti ayah dan mama shinta pindah,apakah nenek akan ikut pindah juga."ujar kinan


"kalau mereka jadi pindah ya mau bagaimana lagi,kan nenek tidak bisa melarang,mama mu kan se orang istri,sudah sewajarnya dia ikut suami."kata bu sisi pura-pura sedih


"kalau nenek ikut,nanti rumah ini akan kosong." kata nya lagi


" jangan sedih nek,lagi pula rumah nenek dan ayah kan tidak terlalu jauh,nanti mama shinta bisa sering berkunjung." ujar kinan.


cahyo yang sedang meninjau showroom bersama shinta dan naomi,meninggal kan kinan di rumah,karena berfikir kinan tengah letih selama di perjalanan.


setelah dari showroom mereka mengajak naomi pergi bermain ke Tunjungan plaza,naomi sangat bahagia kerana bisa bermain dengan gembira.


setelah lelah mereka pun mengelilingi mall tersebut untuk membelikan baju baru untuk naomi dan rangga.shinta yang sudah tidak bekerja dan sudah di berikan fasilitas oleh cahyo berupa mobil dan kartu kredit, berjanji akan mengunakan fasilitas tersebut dengan hati hati.


sudah 3 hari semenjak kedatangan kinan di rumah bu sisi kini tiba lah perpisahan,karena kinan akan kembali ke kota malang.


" ayah kinan berangkat ya," sambil memeluk sang ayah dan bergantian kinan memeluk shinta


"ma kinan titip ayah ya,tolong di jaga." kelakar kinan.

__ADS_1


" idih emang ayah boneka kamu apa,main dititipin aja." gerutu cahyo


" tau..tapi ayah harus tetap ada yang merhatiin semua,dari makanan hingga kesehatan.ingat ayah itu sudah tu..aaa."kata kinan


" mama pasti akan perhatiin ayah kamu dengan baik,semua nya,jadi kamu disana yang tenang,serahkan pada mama,hmm." kata shinta


"kinan bahagia melihat ayah yang bahagia,sekarang kan sudah ada mama,jadi..kinan juga mau fokus dengan hidup ku juga."


kinan menghampiri naomibdan memeluk adik tirinya dengan menangis.


"nanti kakak pasti rindu sama naomi,naomi jangan nakal ya sayang..


" kakak memang mau kemana si ma?emang kakak ga tinggal sama kita ya." celoteh naomi


" iya..ya sudah kakak berangkat dulu ya,takut macet nanti,bye semua,nek kalau jadi ke malang mampir ya,telpon kinan aja ok." lambai kinan pada semua


bu sisi hanya tersenyum sambil melambaikan tangan nya juga dan gegas masuk karena tidak mau fi tanya ini itu oleh shinta.


"kok kinan bilang gitu ya mas,apa maksud nya,ibu mau pergi ke malang,trus kok ga ngomong aku ya mas."kata shinta


" biarin aja lah sayang,yuk masuk,mas juga mau berangkat dulu,oya kalau nanti siang bawain aku bekal bisa kan? mas pingin makan masakan kamu saja."


" boleh mas,nanti aku datang bersama naomi boleh mas."


" apa si yang ga boleh,nanti setelah dari kantor kita pulang sama sama,mas mau ajak kalian keluar." kata cahyo

__ADS_1


" baik mas."


mereka memasuki rumah dan cahyo langsung bersiap siap untuk pergi ke showroom,akan tetapi bu sisi juga telah siap untuk pergi.


" nak ibu ikut ya,nanti turunin di supermarket yang di persimpangan saja." kata bu sisi


" baiklah bu,mari bu." kata cahyo


" lo..ibu mau kemana,kok sudah tapi begitu." kata shinta sambil menghampiri sang suami


"ibu mau ikut cahyo." kata bu sisi


" mau apa bu,mas cahyo itu mau kerja lo,udah ah ga usah macem macem." kata shinta


"ga papa sayang,ibu hanya ikut sampai persimpangan saja,ibu mau ke supermarket kata nya,apa kamu mau ikut sekalian temani ibu belanja." kata cahyo


" jangan......"kata bu sisi


" kenapa bu ,kan biar aku bantuin,sekalian aku mau belanja kebutuhan dapur." kata shinta


" ga usah ibu bilang.ayo nak cepetan." kata bu sisi lagi


cahyo berangkat setelah berpamitan kepada shinta dan bu sisi berlalu tanpa menoleh sama sekali


sesampai nya di supermarket bu sisi turun dan tak lupa cahyo memberikan sang mertua uang tambahan takut sang mertua kekurangan uang.

__ADS_1


__ADS_2