HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
nama untuk resto


__ADS_3

di kafe Adit sedang bersama Albert.mereka membicarakan masalah resto,cahyo ingin sang istri yang mengelola,karena cahyo ingin sang istri memiliki kesibukan lain,selain mengurus rumah dan anak anak.


Albert menjelaskan semua rincian serta barang barang yang harus di siapkan,serta cahyo juga harus memiliki seorang koki yang handal,agar resto nya kelak,bisa ramai dan terkenal


"baik saya sudah paham,nanti akan saya sampaikan pada si bos."


" kamu ini,kita lagi ga sama Cahyo,jadi santai lah sedikit.jangan terlalu formal lah."


"sudah jadi kebiasaan bang."


" ya sudah kamu pesan apalagi,kali ini aku traktir."


" terima kasih bang,sudah cukup,ini saja,dan berhubung urusan kita sudah selesai,izinkan saya untuk pulang lebih dulu."


" bos sama asistent kok ya sama saja.kamu sudah ketularan cahyo,jangan terlalu serius menghadapi hidup,ingat kamu masih lajang,bagaimana mau dapat jodoh kalau kamu terlalu serius,yang ada wanita akan takut sama kamu."


"terima kasih bang nasehatnya,akan saya ingat,tapi untuk saat ini saya belum berfikir untuk bersama wanita."


" terserah saja,ya sudah sana jika mau pulang,jangan lupa semua pesan ku pada cahyo,jika ia sudah kembali suruh temui aku dulu."

__ADS_1


" baiklah bang,saya pamit,maaf saya duluan." adit undur diri dari kafe tersebut


Adit menghubungi cahyo,dan memberitahukan semua yang mereka bicarakan di kafe.akan kemana cahyo mencari seorang koki,handal lagi..jikakalau soal konsep si gampang,tinggal panggil arsitek untuk pengerjaan nya


cahyo mengajak sang istri duduk di taman belakang,untuk membicarakan masalah resto yang akan shinta kelola kelak,tak lupa cahyo mempertanyakan jenis makanan apa saja yang akan shinta usung untuk restoran mereka.


ini adalah kali pertama cahyo menggeluti usaha resto,yang mana cahyo pun belum ada pengalaman sama sekali,alias nol pengalaman.


shinta bahagia,akhirnya ia akan mengelola sebuah restoran,shinta meminta izin untuk ikut terjun memasak,karena shinta sangat hobi memasak.


" nama restoran nya apa mas,udah dapet apa belum."


" belum,mas belum berfikir kearah situ,karena resto ini milik kamu,bagaimana jika kamu saja yang menentukan nama nya." fikir cahyo


"mas sudah bilang resto ini milik kamu,untuk kesibukan kamu,tapi harus selalu ingat jangan lupa tangung jawab kamu sebagi ibu dan istri."


" baiklah,karena mas sudah bilang,jadi akan aku cari nama nya,nanti mas bantu pilih ok."


" baik bos."

__ADS_1


mereka berdua tertawa bahagia,cahyo bersyukur kini bisa bersama shinta kembali,cinta kedua nya setelah istri pertama yang kink sudah bahagia di atas sana


sementara di rumah sakit sang mama dan kakak cahyo sudah mulai pindah ruangan,sang mama sudah lebih stabil kondisi nya dan mungkin tidak lama lagi di perbolehkan untuk pulang


shinta sedang memandikan naomi,cahyo sudah menunggu di ruang tamu,keluarga itu akan pergi jalan jalan,setelah itu mereka menjenguk sang mama


karena sudah malam mereka mampir untuk memberi makan cacing di perut yang sudah bernyanyi dan menari,mereka mampir di rumah makan pinggir jalan,cahyo tak malu jika harus makan di pinggiran,menurut nya semua makanan sama,bahkan cahyo menyukai makanan kaki lima tersebut


setelah kenyang mereka jalan jalan mengitari daerah tersebut,karena ini pertama kali shinta berada disini


" enak ya mas,masih adem,naomi suka ga disini."ujar shinta


" nggak ma,di sini ga ada mas Rangga,naomi gada yang ajak main,kalau di rumah,naomi bisa main sama temen,mas Rangga,kalo disini cuma di temani sama bibi doang,aku ga suka."


" kan ada mama sama ayah sayang." kata shinta


" iya si..


" sekarang kita jenguk nenek ya,setelah itu baru kita pulang." ujar cahyo

__ADS_1


" iya mas."


kini keluarga tersebut telah berada di rumah sakit dan sedang bercengkrama dengan keluarga cahyo


__ADS_2