HINAAN KELUARGA ISTRI

HINAAN KELUARGA ISTRI
shinta pindahan rumah


__ADS_3

shinta yang malu karena ucapan sang ibu,dan cahyo yang dari tadi hanya diam,membuat shinta merasa bersalah


" mas,maaf untuk ucapan ibu,aku tau ibu sudah sangat keterlaluan." ujar shinta


" tidak apa sayang.." sambil merengkuh tubuh sang istri.


ketika sedang berpelukan,adit menganggu dengan telpon nya


" bos ..maaf besok bos harus ke belanda,dan mr Eliezer meminta anda untuk menemui nya secara langsung,dia tidak ingin ada perwakilan bos." kata adit


" memang harus besok,tidak bisakah di undur,saya besok mau mengajak istri dan anak anak untuk pindah.kenapa kamu selalu memberitahu secara mendadak seperti ini ."


" maaf bos,ini juga mendadak.saya baru mendapat telpon dari sekertaris beliau." kata adit


"sepertinya kamu harus di beri pelajaran ya,biar ga terulang kembali.dan kamu tau kan,harus apa?"kata cahyo


" baik bos ,saya ikut ga bos." kata adit


" tidak usah.saya akan pergi sendiri,kamu..tolong urus kepindahan shinta dan anak anak,dan jangan ada ke..sa..la..han." kata cahyo menegaskan


" siap bos,apapun perintah bos,saya akan selalu menjaga nyonya serta anak anaknya." kata adit lagi


" hmmm." cahyo memutus telpon dan mengajak sang istri bicara.

__ADS_1


"sayang mas mau bicara..mas minta maaf,karena besok mas tidak bisa menemani kalian untuk pindahan ,mas besok ada jadwal pertemuan dengan mr Eliezer di Belanda.mas harap kamu bisa ikut,tapi ini masalah pekerjaan.maaf." kata cahyo


" memang nya ga bisa di tunda ya mas,dan berapa lama mas di sana?"kata shinta


"mas ga tau,tapi secepatnya mas kembali,jika pada hari itu pertemuan nya selesai dan berhasil,mas akan langsung pulang,mas minta maaf ya,kamu dan anak anak ga apa apa kan,tenang saja nanti aku bilang sama bi sumi." ujar cahyo


" ya ga apa apa mas,mas kesana kan karena urusan pekerjaan,tapi janji,jika sudah beres cepat lah kembali."kata shinta


setelah mereka berdua membahas masalah kepergian cahyo,mereka merangsak ke tempat tidur,akan tetapi shinta melengggang untuk melihat putri nya,apakah sudah tidur atau belum.


shinta bahagia karena,anak anak nya kembali memiliki sosok ayah,dan cahyo sangat sayang pada mereka,tak terasa shinta meneteskan air mata bahagia.


ke esokan hari nya,adit dan beberapa nak buah nya sudah stay di rumah bu sisi.bu sisi yang melihat ada tamu langsung menghampiri


adit dan bawahan nya tersenyum dan mengangguk kepada mertua sang bos yang kini ada di depan nya.


" untung mertua nya si bos,kalau tidak huhhh..." monolog adit dalam hati sambil meremas jari jarinya


"tunggu sebentar ya mas adit,ini di minum dulu,,mas cahyo lagi mandi,sebentar lagi juga keluar." kata shinta


" ada apa shinta.."kata bu sisi


" oh ini bu..mas adit di suruh maas cahyo untuk nolong bawa barang barang kerumah." kata shinta

__ADS_1


" lo ..jadi beneran itu omongan si cahyo!kenapa harus pindah segala si shin,nanti yang beresin rumah dan masak untuk ibu siapa,yang nagsih ibu duit siapa,abang sama kakak kamu sekarang udah jarang kirim duit ke ibu,lha..sekarang kamu beneran mau pindah." bu sisi berlalu meninggalkan shinta menuju ruang makan


shinta mengejar sang ibu dan duduk di samping sang ibu


" bu..maaf,tapi ini yang terbaik,shinta akan sering datang ke sini jadi ibu jangan sedih,ramgga juga setiap minggu akan tidur di sini kata nya." ujar shinta


cahyo yang sudah rapi,menghampiri shinta dan mertua nya


" ibu kenapa,kok nangis."kata cahyo pada shinta


anak anak pun yang sudah rapi dan wangi sudah berdatangan ke meja makan.


" mas sebaiknya mas temui mas adit dulu,kalau bisa sekalian aja suruh sarapan bareng." kata shinta


" oh sudah dateng ya,mas kedoen sebentar ya." cahyo menuju ruang tamu


" dari tadi.sudah sarapan? kalau belum ayu masuk kita sarapan bareng,istri saya masak banyak ayo." ajak cahyo pada adit dan yang lainya


" hehehe..bos sarapan saja ,nanti kami gampang bos." kata adit


" oya tiket bagaimana,dan berangkat jam berapa." kata cahyo dalam mode serius


" aman bos.. keberangkatan jam 10 bos,nanti saya antar bos dulu ke bandara,setelah itu baru ikut bantu bantu." ujar adit

__ADS_1


cahyo mengangguk dan puas akan pekerjaan adit akan tetapi terkadang membuat cahyo pusing akan tingkah sang asisten nya itu


__ADS_2