INAYAH (Pengganti Pengantin)

INAYAH (Pengganti Pengantin)
Siapa Inayah?


__ADS_3

"Siapa Inayah?" tanya pria yang bernama Basyar itu.


Inayah yang di sebut namanya oleh Sesil terperanjat, apalagi mendengar pertanyaan Basyar tadi.


'Bisa-bisa aku di gantung jika Sesil membocorkannya. Lagian aku tidak mau orang-orang tau'


Inayah segera turun dan menghampiri ke-dua remaja itu. Langkahnya ia percepat, takut Sesil malah mengungkapkan pada Basyar tentang hubungan dirinya dengan Sesil.


"Dia itu kakak_"


"Sesil," potong Inayah akan ucapan Sesil yang hampir mengeluarkan kata 'Ipar' pada pacarnya yang masih menanti ucapan Sesil akan Inayah.


Inayah tidak bisa membayangkan kelanjutannya jika Sesil menyebutnya dalam caffe ini, semua yang ada di dalam psti akan mendengarnya dan Inayah belum menyiapkn kalimat yang tepat untuk ia jelaskan, terutama pada Indri. Tidak mengapa Sesil memberitahu Basyar asal jangan di dalam sini.


"I_iya," Sesil menjawab dengan gugup panggilan Inayah.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Inayah pada Sesil.


"Bi_bisa," jawab Sesil sembari melihat Basyar seperti meminta untuk berbicara dulu dengan Inayah.


"Maaf mengganggu waktu kalian. Saya ingin berbicara dengan Sesil, sebentar saja. Boleh?" tanya kembali Inayah pada Basyar. Karena ia melihat, Sesil seakan tidak ingin meninggalkan kekasih baru jadinya itu.


"Boleh. Tolong cepat kembalikan dia padaku."


Inayah tersenyum mendengar ucapan Basyar yang nampak tidak rela membiarkan Sesil ikut dengannya dan wajahnya yang tertulis jelas seakan tercetak penuh tanya di wajahnya akan siapa dirinya yang belum selesai Sesil katakan karena keburu Inayah potong ucapan Sesil.


"Pasti," kata Inayah, membalas ucapan Basyar.


"Ayo sesil."


Sesil mengikuti Inayah dengan enggan ke suatu sudut. Jika bukan takut, pasti Sesil tidak akan pernah mau mengikuti perkataan Inayah dengan mudahnya, apalagi ia sangat menyukai Basyar yang ternyata juka suka padanya.


"Sesil, aku_"


"Jangan katakan pada kak Daru," potong Sesil ketus.


"Apa maksudnya?" tanya Inayah.


Apa maksudnya Sesil tidak ingin keluarga mengetahui dengan siapa ia berpacaran? Dan juga, sudah pasti tidak mungkin Inayah tinggal membicaran atau bercerita pada Daru tentang Sesil hari ini.

__ADS_1


"Apa kurang jelas? Jangan memberitahu kak Daru tentang apa yang matamu lihat hari ini."


Sesil kembali menjelaskan maksudnya pada Inayah.


'Aku juga tidak sedekat itu dengan kakakmu sampai harus bercerita padanya' batin Inayah yang menurutnya ucapan Sesil sudah pasti, tanpa harus diberitahu olehnya karena Inaya juga tidak mau bercerita pada Daru.


"Kamu tidak perku cemas untuk itu. Aku mengajakmu berbicara hanya untuk mengatakan, jangan memberitahu pacarmu di sini kalau aku ini adalah kakak Iparmu."


"Kau bukan kakak Iparku! Jangan hanya karena kamu menikah dengan kak Daru, aku akan menganggapmu kakak Iparku. Itu tidak akan pernah terjadi!"


Sejak awal Sesil memang tidak menyukai Inayah, ia diam selama ini bukan karena mau-mau saja Inayah menjadi istri Daru, tapi karena tidak mau Daru semakin dingin padanya dengan menentang kinginannya yang tidak bisa terbantahkan.


Inayah tersenyum mendengar ucapn penuh penekanan dari Sesil akan dirinya yang tidak di terima dalam jejeran keluarga Daru. Pembicaraan mereka sekarangpun masuk hitungan pertama selama beberapa hari ini dan terjadi secara tidak di sengaja dalam situasi yang mengharuskan mereka berbicara berdua.


"Kamu tenang saja. Aku tau kamu tidak mau menganggapku sebagai kakak iparmu atau jelasnya sebagai istri kakakmu."


Inayah melihat ekspresi Sesil yang masih tetap datar dan tidak bersahabat. Sepertinya Sesil bisa meminta Daru untuk segera menceraikannya. Inayah akan mencoba.


"Bagaimana kalau kamu meminta kakakmu itu untuk menceraikanku saja jika kamu memang tidak menyukai hubungan kakakmu denganku?"


Sesil terdiam setelah kata-kata Inayah kembali terdengar.


"Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Sesil setelah terdiam mendengar kata-kata Inayah yang menurutnya aneh.


'Dia juga tidak mau orang-orang tau kalau dia istri kakak. Kenapa dengan semuanya?' Sesil bertanya-tanya.


Bukankah Inayah menikah dengan Daru karena memakai cara licik untuk mendapatkan kehidupan yang lebih kaya? Walau Daru tidak mempublikkasikan keluarganya pada orang luar, tapi tidak sedikit orang yang sangat ingin memasuki keluarganya, termasuk Inayah kan?


Itulah yang Sesil pikirkan selama ini tentang Inayah yang menurutnya hanya ingin mempermainkan Daru seperti Kainah yang malah meninggalkan Daru hanya demi sebuah keinginan tanpa memikirkan bagaimana Daru yang semakin jauh pada keluarganya semenjak apa yang Kainah lakukan.


"Aku mempermudah jalan ketidak sukaanmu padaku," kata Inayah.


"Itu bukan mempermudah! Kau ingin mengakhiri hubungan dengan kakakku. Kenapa kau mau menikah dengannya jika ingin berpisah? Apa kau ingin menyakitinya? Lalu merebut kekayaannya? Katakan!"


Sesil terbawa emosi dengan semua ekspetasinya.


Inayah ingin mengakhiri pembicaraan mereka ini, takut Sesil malah semakin gawat dan mengatakan segala emosinya yang tidak berdasar itu.


"Itu bukan urusanmu. Ingat, beritahu pacarmu setelah keluar dari sini jika dia bertanya," kata Inayah lalu melangkahkan kakinya hendak pergi.

__ADS_1


"Ini urusanku. Daru adalah kakakku, dan aku tidak terima kau mau mempermainkannya!" kata Sesil mencegah pergelangan Inayah.


"Lalu? Apa yang kamu inginkan? Haruskan aku mencintai kakakmu itu. bukankah kalian tidak menerimaku untuk berusaha mencintainya?"


Inayah menarik tanganya dari cegahan Sesil.


"Kalian tenang saja. Aku tidak menginginkan kekayaan yang kalian miliki sedikitpun."


Inayah berlalu dan pergi dari sana. Apa mereka pikir ia mau dengan semua keadaan ini?


Sedikitpun bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya untuk memgetahui seberapa banyak kekayaan yang Daru miliki, apalagi sampai ingin memilikinya juga.


Ia akui, dirinya memang bersalah karena nekat menggantikan Dinda, tetapi Inayah tidak mempunyai pilihan lain ..., ia tidak memilikinya!


Ceklek


"Tuan Ian!" kagetnya dengan suara tertahan. Inayah menoleh ke belakang, kanan, dan kiri takut ada yang menyaksikan saat melihat Ian keluar dari mobil yang langsumg berjalan membuka pintu belakang.


"Silahkan masuk Nyonya Inayah," kata Ian setelah pintu untuk Inayah masuki terbuka.


"Tunggu. Apa yang anda lakukan di sini? Lalu kenap_"


"Silahkan Nyonya. Tuan sudah menunggu," potong Ian cepat, tidak ingin mendengar kecerewetan Inayah.


'Apa? Tuan! Jangan-jangan ...,'


Inayah masih terdiam belum ingin masuk.


"Silahkan Nyonya. Tuan Daru tidak suka menunggu lama," Ian kembali bersuara.


Dengan langkah ragu Inayah mendekati mobil.


"Apa Tuan Daru ada di dalam juga?" Inayah bertanya pada Ian.


Padahal kalau ia melihat ke mobil itu sudah bisa melihat Daru yang telah duduk dengan tenang di dalam, hanya saja Inayah ingin memperlambat masuk dan berharap mereka pergi saja agar dia bisa pulang sendiri.


"Masuk sebelum aku menyeretmu!"


Bukan Ian yang berbicara, melainkan Daru yang kini bertemu tatap dengan Inayah. Cepat-cepat Inayah memasuki mobil mewah itu dan duduk di dalam tanpa melihat ke samping.

__ADS_1


__ADS_2