
Selama Edy mengikuti LCC, Riri dan Fano semakin dekat. bahkan bukan hanya pulang sekolah ia mengantar Riri, namun paginya ia juga menjemput Riri dan berangkat ke sekolah bersama. kedekatan mereka menjadi tanda tanya yang timbul pada semua siswa. ada apa sebenarnya yang terjadi? bukankah Riri kekasihnya Edy? kenapa dekat dengan Fano? bahkan di saat Edy sedang pergi.
Kira-kira seperti itulah pikiran mereka saat melihat Fano dan Riri dekat. hingga saatnya gari dimana Edy pulang, Edy langsung ingin menemui kekasihnya. namun apa yang dilihat membuatnya marah. Betapa tidak, dia melihat Fano dan Riri berpelukan.
"ohh jadi gini kelakuan kalian dibelakangku?" kata Edy mengagetkan mereka. mereka langsung melepaskan pelukannya.
"kenapa dilepas? bukannya tadi lagi asyik pelukan?" lanjut Edy.
"bukan gitu kak. kakak salah paham. tadi itu a..." suara Riri terpotong.
"kamu diam aja Riri, aku pengen denger penjelasan dari Fano, untuk kamu nanti kita bahas bersama. sekarang kamu mau jelasin gimana? " tanya Edy sama Fano.
"tadi pas kita mau keluar dari perpus, ada anak yang berlari dan gak sengaja menabrak Riri, aku reflek nangkap dia. dan pas saat itu kamu dateng dan lihatnya aku lagi pelukan sama Riri jadi stop kamu jangan salah paham" jelas Fano.
"oke. ayo Riri kita pergi." dia hanya menjawab singkat.
__ADS_1
Dengan muka merasa bersalah dia hanya menuruti ajakan Edy. dia hanya menunduk sambil mengikuti jejak Edy yang menarik tangannya. dia bingung mau menjelaskan apa kepada Edy. mereka berhenti saat memasuki ruang kelas yang sepi.
"sekarang kamu mau menjelaskan apa?" katanya sambil menghempaskan tangan Riri kasar.
"udah gak ada yang mau aku jelasin kak. semua udah dijelasin sama kaka Fano tadi, dan memang seperti itu adanya. aku mohon kak Edy percaya sama kita."
"tapi aku lebih percaya sama apa yang aku lihat, Riri." kata Edy meningkatkan 1 oktaf nada suaranya.
"kak aku gak bohong sama kakak, buat apa aku bohong sama kakak. kalau aku bohong, aku gak ada disini tapi ada ditempat lain sama kak Fano. dan sejak kapan kak Edy jadi berburuk sangka gini sama aku dan kak fano?" kata Riri.
"oke. kakak maafkan kalian."
Contohnya seperti saat ini. mereka memperdebatkan cuma karena Riri terlalu sibuk les privat dan jarang mengangkat telfon Edy.
"Alah les itu cuma alasan aja. pasti kamu ketemuan kan sama Fano. jujur aja deh."
__ADS_1
"kak. selama kurang lebih 8 bulan ini Riri udah sabar sama kakak, kakak cuekin Riri, kakak selalu bentak-bentak Riri, kakak selalu curigaan sama Riri. Riri udah sabar kak. tapi kalau kakak begini terus Riri gak tau mesti harus gimana kak."
"kamu berani ya sekarang ngelawan kakak. kamu itu yang seharusnya nurut sama kakak malah marah-marah gak jelas. pokoknya kamu harus nurut." kata Edy setelah itu dia pergi meninggalkan Riri.
Riri bingung harus bagaimana sekarang. dia berjalan gontai dari taman itu menuju rumahnya. dan dikejauhan ternyata ada Fano yang sedari tadi tau kalau sepasang kekasih itu sedang berdebat. dia tak sengaja mendengar saat berolahraga didekat taman. dia tak tega melihat Riri seperti itu. akhirnya dia menghampiri Riri.
"hei.. sendirian?"
"kak Fano? kakak ngapain disini? "
"Jalan-jalan aja ini. kamu kelihatannya suntuk. lagi ada masalah ya sama Edy? "
"iya kak. kak Edy banyak berubah sekarang. "
"udah kamu jangan sedih. nonton yuk. ada film bagus nih di cinema. kakak yang traktir. "
__ADS_1
"tapi kak... "
"udah gak usah tapi-tapian. yok ikut. " kata Fano memotong omongan Riri dan langsung menggandeng nya menuju motor. dia terpaksa mengikuti.