Ini Kisahku

Ini Kisahku
Mencoba bangkit


__ADS_3

Riri POV.


Perlahan aku mencoba bangkit dari keterpurukan. mencoba lebih fokus ke ujian yang tinggal 3bulan lagi. ternyata sudah setengah tahun lebih kak Fano pergi. dan selama itu pula hidupku penuh kehampaan. semua nilaiku anjlok. bahkan tak lebih baik dari Dona yang jarang masuk 10 besar. sungguh membuatku makin frustasi.


Namun kini aku mencoba untuk bangkit. semua juga demi cita-citaku sebagai guru. minimal aku harus bisa masuk PTN. agar tak memberatkan keluargaku. terlebih sekarang bisnis online ku yang tempo dulu ambil bersama kak Fano sudah berkembang pesat. bahkan aku sering kualahan dalam pengiriman. dan omset keuntungannya dalam 1 bulan bisa tak pakai buat hidup 2 bulan ditambah bantu keuangan ibuku. sejak itu aku sudah tak pernah minta uang ke orang tua. justru aku yang kadang memberi mereka. namun mereka tetap kukuh ingin menguliahkan aku agar aku menjadi guru.


Aku selalu berharap semoga aku bisa bangkit dan membanggakan orang tua. semua ini juga demi mereka.


"Hei, kerjain ayo. jangan diem aja." kata Reni yang membuyarkan lamunanku. aku sekarang sedang berada di rumahnya. kami sedang mengerjakan tugas kelompok.


Kelompokku berlima, ada aku, Reni, Jo, Mei dan Randy. aku berbeda kelompok dengan Dona. padahal awalnya aku berharap bisa bersama dengan Dona biar lebih memudahkan tugas kami.namun kenyataannya gak. harapan yang ketinggian.


"ahh maaf. tapi ini kan udah mau selesai dan sekarang udah hampir jam 5. lebih baik kita pulang aja ya. udah sore nanti aku gak dapat angkut lagi." kataku.


"ya udah kamu pulang dulu gak papa. ini tinggal dikit kok, gak papa." kata Mei.


"beneran nih?" kataku dengan senyuman mautku.

__ADS_1


"iya Riri bawel!" kata mereka serempak membuatku langsung merapikan tas dan pulang ke kontrakan setelah berpamitan.


Aku berjalan sekitar 10 menit untuk menuju ke halte bus. sudah hampir petang. aku mulai takut saat waktu sudah menunjukkan pukul 6 tak terasa satu jam aku menunggu namun tak ada satupun angkutan yang lewat. bahkan taxi pun tak ada. aku baru sadar kalau sekarang aku ada di kawasan perumahan elit yang lewat dari jam 5 sudah tak ada angkutan yang lewat. kalaupun ada itu pasti taxi.


Akhirnya aku putuskan untuk berjalan kaki sampai depan perumahan siapa tau ada taxi yang lewat. namun saat aku berada di depan perumahan, langkah kakiku dihadang oleh 3 orang pria yang bertato.


"Hai cantik, sendirian aja." kata seseorang yang sedikit gemuk dengan rambut bercat merah.


"abang temenin ya neng." kata seorang yang kurus.


"misi bang saya mau lewat." kataku dengan sedikit takut.


"udah sini gak usah malu sama abang aja." seseorang menarikku.


"gak bang, aku gak mau." kataku berontak.


"ayo ikut. kalau kamu nurut kamu gak bakal kesakitan." katanya dengan menarik paksa tanganku.

__ADS_1


Aku sangat ketakutan hingga kulihat motor berhenti disampingku.


"tolong.. tolong aku.. " kataku memohon yang aku tahu kalau itu Randy.


"kalian kenapa sih sering gangguin anak sini. tak laporin ya sama satpam komplek. lagipula gak lihat - lihat orang ya kalian ganggu begitu aja. cewekku nih yang kalian bikin takut.x kata Randy.


Aku takut kalau Randy kenapa - kenapa karena berani melawan preman. namun siapa sangka justru preman itu takut sama Randy.


" iya sorry rand, gak tau kita kalau itu cewek lu." kata mereka yang akhirnya kabur pergi meninggalkan kita berdua.


Aku masih terdiam melihat apa yang terjadi barusan. sungguh diluar dugaan. bagaimana seorang Randy yang selama ini terlihat pendiam bisa begitu ditakutin oleh para preman.


"kamu tidak apa-apa?" katanya.



TUNGGU KELANJUTANNYA YA. AKU PUNYA JODOH NIH BUAT RIRI, CUMA BELUM TAU AKAN SAMPAI DIPELAMINAN APA GAK. DITUNGGU AJA YA GUYS. JANGAN LUPA LIKENYA YA💕

__ADS_1


__ADS_2