Ini Kisahku

Ini Kisahku
Tapi, Maaf.


__ADS_3

Sejak kejadian itu Edy selalu membuntuti kemanapun Riri pergi. awalnya dia tak pernah tau kalau Edy membuntutinya. tapi setelah tak sengaja Riri melihat Edy yang menaruh coklat di lacinya, dia semakin yakin bahwa Edy membuntutinya. Akhirnya Riri mencoba mengajak bertemu Edy ditaman.


"Hai Riri, maaf lama ya nunggunya?" kata Edy ramah.


"gak kok kak, ihh ya to the point aja ya kak. maksud kakak selama ini apa? kakak nuntut ini aku, kakak ngasih coklat dilaciku. apa maksud kakak." kata Riri memandang wajah mantan kekasihnya itu intens untuk mencari guratan kejujuran Edy.


Edy yang mendengar semua pernyataan itu, kaget, bagaimana Riri bisa tau bahwa dia selalu membuntutinya?


"kenapa diem kak? jawab dong?" kata Riri yang jengah melihat Edy hanya diam sambil memandangnya.


"kakak gak ada maksud apa-apa, kakak cuma mau minta maaf sama kamu. jujur kakak salah Riri, kakak udah jahat sama kamu. tapi kakak mohon maafin kakak ya Ri, kakak ingin kita kaya dulu lagi." kata Edy memohon.


"kaya dulu lagi? maksud kakak kaya waktu kita pacaran terus kakak grepe-grepean sama cewek lain didepan mata kakak? iya?" kata Riri yang membuat Edy kaget terperangah.


"Bagaimana kamu bisa tau?" kata Edy pelan.


"karena Riri melihatnya sendiri saat Riri nonton di bioskop. sekarang apa penjelasan kakak tentang itu?"


"maafin kakak Ri, kakak gak ada maksud kaya gitu, kakak khilaf."


"khilaf kakak bilang? saat itu Riri dengar dengan telinga Riri sendiri, kakak bilang sama cewek itu kalau kakak nyari dia karena Riri gak bisa muasin kakak seperti dia. dan itu membuat Riri semakin sadar kalau diantara kita gak ada cinta kak. kakak cuma nafsu aja sama Riri."

__ADS_1


"bukan gitu maksud kakak sayang, tolong maafin kakak. kakak benar-benar khilaf sayang. kakak mohon."


"jangan panggil Riri sayang. kita udah gak pacaran lagi. dan Riri udah maafin kakak. tapi, maaf.. kita gak bisa seperti dulu lagi." kata Riri dan langsung meninggalkan Edy sendiri disini. terpaku melihat gadis yang dulu dia kejar namun ketika sudah mendapatkannya dia malah berkhianat. sungguh membuat hati sakit. namun dia tak bisa memaksa kehendak Riri. biarlah Tuhan yang memberitahu bahwa dia sudah benar-benar insaf.


Riri terus berjalan meninggalkan Edy duduk sendiri di taman. dia benar-benar sakit hati mengingat apa yang sudah Edy lakukan. dia bisa memaafkan walau tak bisa menerima Edy kembali. dia gak mungkin masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. cukuplah dia sakit hati kali ini.


Saat Riri sampai didepan pekarangan kostnya, dia kaget melihat Fano duduk menunggunya.


"kak Fano?" kata Riri yang mengagetkan Fano yang sedang melamun.


"kakak ngapain disini? nunggu Riri?" lanjutnya.


"ada yang mau kakak omongkan sama kamu."


Setelah mereka duduk di sofa yang berhadapan. Riri memulai percakapan mereka.


"apa yang mau kakak omongkan?"


"kamu dulu aja."


"ya sudah, kalau gitu Riri dulu ya kak. Riri mau jujur sama kakak, sebenernya gak pantas sih cewek yang ngomong kaya gini, tapi.. " kata Riri menggantung. mengambil nafas untuk membulatkan tekad dan mengumpulkan kekuatannya.

__ADS_1


"tapi.. Riri cuma mau bilang kalau Riri suka sama kakak. dari awal Riri kenal sama kakak. cuma Riri takut kalau Riri bilang ke kakak, kakak bakalan jauh sama Riri karena kakak tau kalau Riri dulu pacarnya kak Edy, Riri seneng bisa deket sama kakak walau cuma sebatas teman saja. tapi Riri sudah bahagia. Riri gak berharap lebih dari itu kak." kata Riri sambil menunduk tak mau melihat mata Fano.


Fano tersenyum mendengar itu. dia bahagia bahwa orang yang selama ini menyukainya, tapi dia harus menyelesaikan ini sebelum ada yang sakit lagi. biarlah dirinya dan Riri saja yang tersiksa, jangan ada yang lain.


"Jujur saja kakak seneng banget saat tau kamu juga sama kakak. karena sebenarnya kakak juga suka sama kamu sejak pandangan pertama. kakak gak bisa hilangin nama kamu dari kakak walaupun kakak tau kamu adalah kekasih dari sahabat kakak sendiri. kakak bahagia saat bisa bersamamu. kakak sedih saat kamu disakiti oleh Edy. saat kamu nangis di dekapan kakak,kakak pengen bilang kamu putusin saja orang itu. namun kakak tau, gak semudah itu. karena walaupun tak terlihat ada rasa suka kepada Edy, tapi kamu memiliki sifat yang setia. jadi aku hanya bisa menunggumu." kata Fano yang membuat Riri tersenyum lebar.


"Kakak serius? apa kita bisa memulai hubungan kak? tapi bagaimana dengan Ayu?" seketika dia langsung murung.


"kakak akan jadi cowok paling bahagia jika bisa bersanding dengan gadis secantik dan sesolehah kamu Ri, tapi, maaf.." kata Fano sambil menyerahkan undangan pernikahan.


"apa ini kak?" kata Riri menahan air matanya. dia tak mau mengetahui kebenarannya.


"itu undangan pernikahan kakak. 1 bulan lagi kakak menikah. tepat setelah pengumuman kelulusan nanti. kakak harap kamu mau datang ya. kakak akan bahagia bila melihat kamu datang Ri. meskipun kakak akan sakit juga."


"baik kak. Riri akan datang, mengantar kakak kedalam biduk rumah tangga dengan wanita pilihan keluarga kakak. " kata Riri berusaha tegar.


"kakak pamit ya Ri. semoga kamu mendapat lelaki yang lebih baik dari aku dan mencintaimu lebih besar daripada mencintai kakak." kata Fano yang setelah itu beranjak pergi.


Riri hanya menatap punggung orang yang dicintainya itu. air matanya tak bisa dibendung nya lagi. dia menangis. dia mendapat pelukan hangat dari Dona yang ternyata selama mereka bercakap berada didalam kamarnya. dia tau semua yang Riri dan Fano bicarakan. dia tau bahwa sahabat baiknya itu merasa sakit hati. dia hanya bisa menenangkan Riri, tanpa tau apa yang bisa dia lakukan.


__ADS_1


Maaf kalau ada typo ya. jangan lupa likenyađź’•


__ADS_2