
Hari senin yang melelahkan bagi Riri. bukan hanya kelas dia ditunjuk sebagai petugas upacara tapi pelajaran pertama dikelasnya juga olahraga. jadi saat bel istirahat tiba, sehabis dia ganti baju, dia langsung melesat ke kantin untuk mengisi perutnya dan menyegarkan tenggorokannya bersama Dona.
Tiba-tiba saat mereka asyik makan. datang Edy dan Fano. Fano sempat melihat Riri sekilas dan mata mereka bertemu namun karena malu Riri akhirnya menundukkan kepalanya. Belum sempat Fano menyapa Riri, ternyata sudah keduluan Edy yang menyapa gadis manis tersebut.
"Hai Riri. boleh minta waktumu sebentar. aku pengen ngomong sama kamu." kata Edy meminta Riri berdiri.
"Boleh kak. ada apa?"
"to the point aja ya Riri.. Kamu tau kan, kakak udah suka sama kamu udah lama. sekrang kakak pikir kita udah tau tentang satu sama lain. kakak mau kamu jadi pacar kakak." kata Edy sambil berlutut didepannya.
~~~~~~~~
Riri POV.
Deg.
__ADS_1
Kak Edy nembak aku? aku mau jawab gimana? jujur aja aku gak ada persaan sama kak Edy, tapi kalau aku tolak aku gak mau nanti kak Edy malu. batinku
Entah kenapa aku tiba-tiba melihat ke arah kaka Fano, seakan aku meminta persetujuan darinya. dia hanya menatapku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan. dia akhirnya menundukkan kepalanya. Sedangkan Dona dan teman-teman seisi kantin bersorak memintaku untuk menerimanya. Akhirnya aku terpaksa menerimanya dengan menjawab anggukan kecil.
"kamu serius Ri? jadi kita pacaran sekarang?“ Katanya dengan wajah riang. aku hanya mengangguk pasrah. semoga apa yang aku ambil keputusan hari ini tidak menyakiti perasaan orang lain. biarlah aku yang merasakan sakit.
Setelah insiden 'mengungkapkan cinta' tadi kita berempat memutuskan makan lagi. kali ini Edy yang mentraktir kita. dengan alasan pajak jadian. Diam-diam aku selalu mencuri pandang Kak Fano yang seakan gak mau melihatku. berbeda dengan kehangatannya yang kemarin saat kita jalan berdua. apa kakak marah aku jadian sama kak Edy?
~~~~~~~~
Ya Tuhan. ada apa dengan aku ini. saat melihat sahabatku menyatakan cinta dengan cewek yang dia taksir dari lama seharusnya aku bahagia. namun entah kenapa aku merasa ada yang hilang dalam diriku saat Riri menganggukkan kepalanya dan menerima cinta Edy.
Apakah aku benar-benar jatuh cinta dengan Riri? tapi sekarang dia statusnya pacar sahabatku sendiri. aku harus bagaimana.? aku rasa jatuh cinta itu lebih mudah daripada move on.
Namun aku mencoba tersenyum untuk menghilangkan kegelisahanku ini. aku tak mau ada yang tahu bahwa aku mencintai Riri dan merasa tak suka bila Riri jadian dengan Edy yang notabene sahabatku dari SMP. lagipula aku tak mau hubunganku rusak dengan Edy cuma gara-gara cewek. setiap candaan mereka dilontarkan. kucoba untuk ikut tertawa. apalagi saat melihat Riri juga seakan sedikit terpaksa untuk tertawa. aku tak berani menatapnya langsung. aku berpikir bahwa sepertinya Riri terpaksa menerima Edy hanya karena gak mau Edy malu kalau cintanya ditolak karena dia menyatakan cinta saat berada didepan publik.
__ADS_1
Saat bel istirahat selesai. aku jalan gontai sendirian di kelas, karena Edy mengantar Riri ke kelasnya. dia selalu saja kepikiran
dengan senyum cantik gadis yang telah memikat hatinya itu.
Aku masuk ke kelas. seakan tau apa yang aku pikirkan. Salsa menghampiriku dan duduk disampingku. Gurunya ternyata sedang rapat dan kelas dikosongkan. pantas Edy tak balik ke kelas, mungkin dia lagi pacaran disana dengan Riri. Lagi-lagi aku kepikiran Riri, segera kugelengkan kepalaku yang ditangkap heran oleh Salsa.
" kamu lagi galau Fan?" tanyanya, aku tak menjawab. "apa gara-gara Edy jadian dengan Riri?" lanjutnya.
Kini aku menoleh, dan benar saja dia langsung bisa menebak isi kepalaku dengan tepat.
"Sudah aku tebak kalau kamu emang jatuh cinta sama Riri Fan. dari sorot matamu yang teduh saat melihat Riri. ikut tertawa saat dia tertawa dikejauhan. dan aku yakin saat kamu melihat Edy menembak Riri tadi, aku yakin kamu bakalan galau kaya gini."
"apa yang kamu katakan pasti selalu tepat Sal. aku bingung sama perasaanku ini. mau aku tanam dan pupuk agar berkembang, namun saat aku tau kenyataannya serasa mau aku matikan saja dengan racun. aku takut melukai hati Edy sahabatku sendiri Sal."
__ADS_1
Mohon maaf kalau ada typo. jangan lupa like dan komen ya😚**