Ini Kisahku

Ini Kisahku
Temuan


__ADS_3

Sebenarnya ada yang janggal, Dona merasa ada yang aneh pada diri El. tak seperti biasanya El begitu perduli pada cewek. tapi mendengar bahwa Riri menjadi korban, mungkin itu yang buat naluri polisi El menyelamatkan seorang cewek. bagaimana mungkin seorang polisi yang dingin, angkuh tapi tampan itu menyelamatkan seorang cewek disaat dia sedang cuti. buat menyentuh cewek aja dia gak pernah. hanya Dona sebagai sepupunya lah yang pernah dia sentuh. tapi bila ada cewek yang menyentuhnya atau tak sengaja menabrak bajunya saja El sudah kalang kabut mencari baju yang bersih. dia seperti memiliki alergi terhadap wanita. tapi berbeda dengan yang dia lakukan pada Riri.


Pada saat Riri istirahat dikamar Dona, ini kesempatan Dona untuk menanyakan kepada kakak sepupunya itu.


"apa yang terjadi sebenarnya kak?" tanya Dona.


"dia dikejar sama Steven yang sudah lama jadi buronan polisi. jadi tadi kakak tolong dia."


"tapi kakak kaya bukan seperti kak El yang aku kenal, sejak kapan kak El mau nyentuh wanita?" kata Dona penasaran.


"anu.. emm.. kakak.. " kata El terbata-bata dengan ekspresi yang mudah dibaca oleh Dona.

__ADS_1


"jangan-jangan dia yang nolongin kakak waktu kakak jatuh dari motor ya?" kata Dona menebak, dan ternyata tebakannya benar.


"iya don, tapi kayanya dia lupa deh sama kakak" kata El lesu.


"kakak tenang aja, justru Dona mau minta tolong sama kakak, tolong kakak bantu Dona. dia pasti ketakutan dengan kembalinya Steven dan juga aku harap kakak bisa sembuhin sakit hatinya Riri karena ditinggal kak Fano." kata Dona.


"segitu rapuhnya Riri kah dimatamu?" kata El.


Mendengar apa yang Riri alami, El benar-benar begitu tersentuh. dia berjanji pada diri sendiri akan menjaga Riri supaya Riri aman dari orang jahat. dia berjanji karena dia begitu mencintai Riri sejak 1tahun lalu bertemu saat El terjatuh dari motor dan Riri yang menolongnya. sudah 1 tahun dia mencari Riri namun baru bertemu sekarang dan dalam keadaan yang begini. sungguh menggerakkan hati El untuk melindunginya.


Pagi harinya Riri berangkat bersama Dona. sebelum mereka berangkat mereka tak melihat mobil El. jadi mereka naik angkut.

__ADS_1


"ahh kak El jahat banget sih pergi gak bilang sama kita, kan kita bisa nebeng." kata Dona cemberut.


"udah gak papa don. yang penting ini kita ke kontrakan dulu baru ke sekolah. oke?"


Mereka menuju ke kontrakan dahulu mengambil perlengkapan Riri baru ke sekolah. dari beberapa sudut ada orang yang mengawasi gerak gerik mereka. mereka bawahan El untuk mengawasi Riri. karena dia pasti tahu bahwa Steven akan datang menghampiri Riri lagi. jadi dia menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Riri. sedangkan dia sendiri mengawasi Riri disekolah menjadi tukang kebun.


Namun siapa sangka dengan temuan El. disana dia melihat segerombolan Steven dibelakang sekolah sedang mengedarkan barang haram. dia ingin menggropyok namun dia tidak bisa karena cuma sendiri. akhirnya dia menyuruh anak buahnya yang di kantor untuk melakukan sidak disekolah ini.


Benar saja tak selang lama banyak polisi datang. semua murid ketakutan karena dikira ada teroris. namun guru meyakinkan bahwa ini cuma sidak biasa. namun siapa sangka terdapat sepuluh siswa putra dan 3siswa putri yang membawa sabu. mereka langsung digiring ke kepolisian untuk dimintai keterangan.


"Ahh gila, siapa juga yang jadi bandar disini kenapa mereka pada mempunyai sabu?" kata Dona.

__ADS_1


"iya don sekolah bagus seperti ini namanya harus tercoreng. sayang sekali."


__ADS_2