Ini Kisahku

Ini Kisahku
Dan lagi


__ADS_3

"tapi lucu deh kalau lihat kamu lagi cemburu gini yang. itu tandanya kamu cinta sama aku." kata El yang membuat muka Riri menjadi merah.


"iya deh iya yang udah tunangan dan sebentar lagi nikah. terus aku sama siapa?" kata Dona.


"loh.. kamu belum nerima si Edo?" kata Riri yang sebenarnya tahu bahwa kemarin lusa Edo menyatakan cinta kepada Dona.


"gak jadi Riri. untung belum aku Terima. kalau aku Terima mungkin udah makan hati kali aku." katanya dengan muka marah.


"loh kenapa?" kali ini El yang bertanya sambil merangkul mesra tunangannya itu.


"lah gimana gak naik pitam, kemarin aku kan janjian sama dia di restoran dekat hotel Mawar. aku udah nunggu selama dua jam dia gak datang. akhirnya kebetulan ada Riska disana, aku ngobrol sama dia sampai jam 8 malam. dan karena sudah malam, kita berpisah. saat aku keluar restoran, aku lihat Edo masuk ke hotel mawar bersama seorang wanita. aku ikutin dia. dan ternyata mereka chek in di hotel itu. dan sebelum mereka masuk kekamar hotel, dari kejauhan aku lihat mereka berciuman. ya awalnya sakit sih. tapi untungnya aku belum cinta sama dia. jadi aku foto mereka untuk aku jadikan senjata kalau Edo menagih jawaban ke aku." kata Dona panjang lebar.


"kasihan banget sih kamu Don." kata Riri.


"ya.. gak separah kamu sih Ri,"

__ADS_1


"tapi kan Riri sekarang ada aku, lah kamu?" kata El dengan tergelak tawa.


Dona hanya cemberut di ejek oleh El dan Riri.


Begitulah hari-hari mereka yang membuat Riri bahagia dan melupakan kisah tragis keluarganya.


Beberapa bulan pun berlalu.


"cie selamat ya sekarang sudah wisuda." kata Dona memberi selamat kepada Riri yang kini telah wisuda.


"terimakasih pak. semua juga berkat doa bapak dan ibu yang selama ini menjadi orang tua kedua Riri." kata Riri memeluk mereka.


"terus rencana kamu kedepan apa nak?" kata ibu Dona.


"Riri akan meneruskan S2 ke Ausie buk, itupun kalau dibolehkan sama Kak El." kata Riri sembari menatap El.

__ADS_1


"Boleh, asal kamu sudah dah menjadi istri komandan El." kata El sembari berlutut melamar Riri didepan umum dengan membawa sebuah cincin berlian yang terlihat simple tapi elegan.


Mata Riri berkaca-kaca. semua yang ada disekitarnya langsung menyoraki nya dan meminta Riri untuk menerima El. Akhirnya dengan air mata yang mengalir dipipi Riri, dia menerima cincin dari El dan El pun memakaikan cincin itu pada jari manis Riri. hati mereka berdua begitu bahagia. dan semua yang ada disana bersorak bahagia.


Setelah adegan lamaran itu selesai, Riri, El dan Dona sekeluarga pulang kerumah. namun Riri berdua bersama El di dalam mobil El. sedangkan Dona bersama dengan kedua orang tuanya.


Namun lagi-lagi, hal yang begitu mengerikan terjadi. dan lagi-lagi harus menimpa orang tersayang Riri.


Saat berada di persimpangan jalan, ada Truk yang oleng hilang kendali karena Rem blong. dengan kencang dan tak sempat menghindar, truk tersebut menabrak mobil yang El kendarai. Riri terpental keluar dari mobil. masih dalam sedikit kesadaran, Riri memanggil nama El yang masih didalam mobil terhimpit dengan Truk.


"kak.. El... tolooonngg.." kata Riri dengan suara lemahnya. namun tiba-tiba...


Duaaarrr.


Mobil El meledak dan terbakar. Riri melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mobil itu meledak dan terbakar. Riri berteriak memanggil nama tunangannya sambil menangis sebelum dia jatuh pingsan.

__ADS_1


__ADS_2