Ini Kisahku

Ini Kisahku
Maya


__ADS_3

"kalau tante, bagus yang biru sayang." jawabnya lembut.


"baiklah kalau gitu El ambil yang biru ya bunda. ohh iya bunda. besok teman sekelas El mau ulang tahun dan dirayakan disekolah. bagusnya El kasih hadiah apa ya bunda?" tanya El. meskipun umurnya baru 4 tahun lebih sedikit tapi sifatnya sudah dewasa. dia bisa memilih dan juga memberikan pilihan sambil menimang untung ruginya jika memilih.


"teman kamu cowok apa cewek sayang?" tanya Riri.


"cewek bunda. tadi saat El tanya temen El, mereka pada mau ngasih dia boneka bunda. tapi kan kalau semuanya memberikan boneka, nanti sama aja gak ada gunanya bunda." kata El.


"kalau begitu, gimana kalau kita kasih kado tas, buku, baju atau sepatu aja." usul Maya.


"ide bagus itu May." kata Riri.


"emm.. gimana kalau tas bunda? setau El dia gak pernah ganti tas bunda. padahal tasnya udah seperti mau putus." kata El.


"baiklah.nanti kita akan carikan tas untuk kado temanmu. tapi sekarang kita belanja keperluan rumah dulu ya sayang. nanti Oma menunggu." kata Riri.


"baik bunda."


Setelah satu jam mereka berkeliling supermarket mendapatkan semua yang dia inginkan, mereka langsung naik taksi dan pulang menuju apartemen Oma.


"nih Ri, ganti belanjaan ku tadi." kata Maya sambil memberikan sejumlah lembar uang dolar.


"baiklah aku Terima, tapi sekarang aku kasih lagi ke kamu sumbangan dariku untuk biaya ibumu operasi." kata Riri sambil menambahkan sejumlah uang untuk Maya.


"Tapi Riri kamu sudah terlalu baik dengan aku." kata Maya merasa tak enak.


"kamu gak usah merasa gak enak May. kita sama-sama berada di rantauan jauh dari keluarga. bahkan aku sudah gak punya keluarga. aku ingin membantumu semata karena aku tahu bagaimana rasanya melihat orang yang kita sayangi sedang sakit. jadi kamu jangan menolaknya ya. aku ikhlas ingin membantumu." kata Riri.

__ADS_1


Mendengar itu Maya merasa terharu dan memeluk Riri dengan linangan air matanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Oma, El pulang.." teriak El saat masuk kedalam rumah.


"ehh cucu Oma udah pulang. loh bawa apa ini sayang?" tanya Oma melihat sebuah kado dan juga mobil-mobilan yang dibawa El.


"ohh.. ini mobil punya El dan ini kado buat teman El yang ulang tahun besok Oma." kata El yang langsung berlari ke ruang keluarga setelah meletakkan kadonya dimeja belajarnya. dia bermain dengan mainannya.


"Salam Oma." kata Maya memberi salam.


"ehh nak Maya. wah udah lama sekali ya tidak datang kesini. masuk nak." kata Oma menyambut Maya.


"akhir - akhir ini Maya terpaksa lembur Oma. ibunya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. jadi harus mengirimkan uang lebih untuk biaya operasi." jelas Riri dari dapur sambil menata barang yang tadi dibelinya.


"benarkan itu nak?" tanya Oma seraya tak percaya.


"iya sayang. Oma akan mendoakan ibu kamu. semoga ibu kamu cepat sembuh." kata Oma merasa iba kepada Maya.


"ohh iya May, kamu makan disini ya. sekalian bantu aku masak. Oma lagi sakit tenggorokanya, minta sayur asem." kata Riri.


"sayur asem? apa Oma mau Maya yang masakin aja? Maya punya resep rahasia turun temurun dari keluarga Maya untuk buat sayur asem istimewa." kata Maya.


"boleh. sekalian ajarin Oma dan Riri juga ya." kata Oma.


"iya May. ajarin ya."

__ADS_1


"siap."


Mereka bertiga sibuk dengan masakannya. sedangkan El yang merasa kecapekan setelah sekolah dan berbelanja, dia tertidur di tempat bermainnya sambil memeluk mobilnya dan dikelilingi mainannya yang banyak memenuhi ruang mainannya.


"Bunda..." kata El yang sudah bangun dan mencari Riri.


"iya sayang sebentar." Riri melepas celemek nya dan berjalan kearah ruang bermain El dan melihat El yang sudah bangun masih mengucek matanya. dia langsung menggendong El dan menimang nya lagi agar El tertidur. karena ini memang kebiasaan El sekarang. dia akan terbangun sambil mengucek matanya memanggil Riri hanya untuk minta gendong dan tidur kembali.


Setelah dirasa El sudah kembali terlelap, Riri menaruh El dikamarnya. dan El kembali tertidur dengan pulas. lebih pulas lagi daripada tadi.


Saat semua masakan sudah matang, Riri membangunkan El dan memandikan nya. kini mereka berempat berkumpul untuk makan bersama. Mereka makan dengan tertawa menceritakan semua hal yang begitu membuat Maya melupakan sejenak pikirannya.


"Riri, makasih ya atas jamuannya. kapan - kapan lagi ya. hehehe" ledek Maya.


"iya, tapi kamu juga ikut masak ya." kata Riri


"siap.." kata Maya hendak berjalan keluar tapi Oma memanggilnya.


"ini, Oma ada sedikit uang buat biaya Operasi ibu kamu. kamu pakai aja." kata Oma menyerahkan sebuah amplop coklat besar yang berisikan bergepok-gepok uang.


"Oma ini banyak sekali Oma." kata Maya. "saya tak bisa menerima ini Oma." lanjutnya.


"udah kamu Terima aja. kamu segera kirim uang ini agar ibu kamu bisa terselamatkan. dan jangan pernah kamu pikirkan untuk mengembalikannya karena ini sumbangan dari Oma. bukan pinjaman." kata Oma lembut tapi penuh penegasan.


Maya sudah tak bisa membendung air matanya. dia begitu berterimakasih kepada Oma. dia memeluk Oma dan Riri dengan erat. dia merasa punya saudara di tempat yang jauh dari kampung halaman. dia tak bisa membayangkan jika tak ada Riri dan Oma mungkin dia sudah menjual tubuhnya agar mendapatkan uang yang banyak dan instan. tapi sekarang dia merasa benar-benar dibantu. dia merasa berteman dengan keluarga malaikat yang hatinya benar-benar bersih seputih salju. mereka begitu baik sampai Maya takut akan melukai mereka dengan tindakan dan ucapannya.


****

__ADS_1


say hello to Riri💘



__ADS_2