Ini Kisahku

Ini Kisahku
Terjebak sulit move on


__ADS_3

"Cinta itu tak pernah tau kapan datangnya. namun sangat sulit untuk kamu hindari dan tinggalkan. tapi saat cinta kita bertepuk sebelah tangan. lebih baik lepaskanlah. jangan biarkan dirimu dan hatimu terpuruk semakin dalam."


"tapi aku harus bagaimana Sal? tiap hari aku pasti selalu bertemu dengan Riri karena kamu tau sendiri kan aku gak pernah jauh dari Edy?"


"iya aku tau itu. tapi cobalah untuk tegar dan menerima semua itu Fan."


"Baiklah akan aku coba."


~~~~~~~~


Author POV


Sudah sebulan sejak kejadian Edy menyatakan cinta dengan Riri di kantin. terlihat rona bahagia Edy setiap dia bersama Riri. dan Riri mencoba untuk menerima Edy meskipun belum ada benih-benih cinta yang tertanam di hatinya.


"Sayang.. nanti aku berangkat jam 10 ya. jadi mulai hari ini sampai 5 hari kedepan aku gak bisa antar pulang kamu. gak papa kan?" kata Edy yang akan berangkat untuk lomba LCC.


"gak papa kok. kan ada Dona."


"kamu lupa, Dona kan juga ikut LCC yang?"


"Ohh iya. ya udah Riri kan bisa pulang sendiri kak."

__ADS_1


"Gak, aku gak bisa sayang. aku takut kamu kenapa - kenapa." perkataan Edy terpotong. Tiba-tiba dia tersenyum setelah mendapat ide. "kamu pulang sama Fano aja. kan searah tu. iya kan Fan?." kata Edy meminta persetujuan Fano.


Fano yang sedari tadi berada didepan mereka yang menyibukkan diri dengan bukunya kaget mendengar apa yang dikatakan Edy.


"Gak mau aku. entar ada gosip yang gak enak malah kamu curiga sama aku." tolak Fano.


"udah deh. itu alasan gak jelas. aku gak bakal mempan dengan alasan itu. pokoknya kamu harus mau anterin cewekku pulang. aku gak mau ada kenapa - kenapa sama dia."


"ya udah deh." kata Fano. dia terpaksa menerima itu. Sebenernya bukan itu alasannya Dy, aku takut cinta yang udah pelan-pelan aku coba hilangkan akan tumbuh lagi dengan beriring nya aku terus ketemu sama Riri. batin Fano.


"ehh gak usah kak, Riri beneran bisa pulang sendiri. Riri gak mau ngerepotin kak Fano." kata Riri gak enak.


"udah deh sayang. kamu gak usah merasa gak enak gitu. ya udah ini udah kurang 15 menit lagi. kakak harus berkumpul ini sayang. jaga diri baik-baik ya. jaga cewekku ya Fan. aku pergi dulu." kata Edy meninggalkan mereka berdua.


"aduh ahh panas.. panas.. " kata Riri mencoba membersihkan tangannya yang tak sengaja terkena kuah soto dari siswa yang lewat.


"aduh maaf ya Ri, aku gak sengaja. sakit ya? aku panggilin kak Edy ya biar bisa antar kamu ke rumah sakit." kata cewek itu.


"udah gak usah, aku aja yang nemenin Riri. Edy kan mau LCC. jangan kasih tau dia. takutnya dia gak konsen. ayo Ri." kata Fano.


Riri hanya bisa mengangguk saja sambil merasakan sakit ditangannya.

__ADS_1


"pelan-pelan aja ya kak.. aku gak bisa pegangan kakak." kata Riri setelah naik ke motor Fano.


"iya. tapi kamu kalau bisa tetep pegangan ya. kakak takut lukamu makin parah."


Riri hanya bisa menuruti perkataan Fano. pelan-pelan mencoba menggenggam jaket milik Fano.


Setengah jam mereka sampai ke rumah sakit. Riri langsung mendapat penanganan medis agar lukanya tidak melepuh. setengah jam didalam ruangan, Riri keluar dengan keadaan diperban.


"Tadi HP kamu bunyi. kakak lihat itu orang tuamu yang telfon, kakak angkat dan kakak jujur aja kalau kamu lagi dirumah sakit." sambil memberikan tas dan hpnya. "ayo kita ke kasir, bayar dan tebus obat kamu." lanjutnya.


"tapi kak, aku gak punya uang buat bayar kak."


"udah tenang aja pakai uang ku aja."


"gak usah kak, Riri tunggu orang tua Riri aja."


"kelamaan nunggu mereka Ri. udah nurut aja." Fano langsung membayar biaya pengobatan Riri di kasir.


Please jangan bertindak baik sama aku kak, aku gak bisa lupain kakak, batin Riri.


__ADS_1


Maaf kalau ada typo. maaf kalau ceritanya kurang bagus. masih pemula. jangan lupa like dan komen ya❣**


__ADS_2