
Kini Riri menjalani hari penuh dengan kehampaan. dia selalu menyibukkan diri agar tak lagi mengingat Fano yang sekarang sudah menjadi suami orang lain. namun ternyata baginya untuk melupakan cinta pertamanya begitu sulit. terlebih hari ini dia mendapat pesan dari Fano untuk menemuinya di cafe depan sekolah. dia bingung. temui atau tidak. namun dia merasa sangat rindu dengan Fano, namun dia sadar bahwa itu hanya akan membuatnya makin sakin saat tau bahwa dia tak bisa memiliki.
Akhirnya dengan ditemani Dona, Riri datang ke cafe untuk bertemu dengan Fano. dia takut kalau melihat mereka bermesraan. namun apa yang dia bayangkan tak terjadi karena Fano datang sendiri.
"Hai, maaf lama ya kak." kata Riri menyapa Fano senang karena tak ada Ayu disana. namun dia segera menepis rasa bahagia itu. tak sepantasnya dia begitu kepada suami orang.
"Loh kok sendiri kak? istrinya mana?" kata Dona memecah kecanggungan antara Fano dan Riri yang terus diam dalam tatap.
"Dia udah pergi ke luar negeri bareng mama papa nya. dan besok aku bakal ikut nyusul kesana. aku cuma mau ngasih ini buat kamu Ri." kata Fano sambil menyerahkan 1 kardus besar berisi beberapa kanvas yang sudah terisi lukisan. "mulai besok kakak akan menetap diluar negeri untuk kuliah. kakak ketrima di Universitas ternama di sana. kakak akan menetap sekitar 7tahunan lebih. kakak akan sekaligus mengambil S2. dan ini semua barang kesayangan kakak. namun sekarang kakak udah berkeluarga jadi ini sekarang buat kamu. kakak pengen kamu jaga baik-baik semua ini ya." kata Fano dengan sedih.
"ini semua apa kak?" tanya Riri yang masih bingung dengan isi kardus itu.
__ADS_1
"itu semua isi hati kakak yang kakak salurkan lewat lukisan." kata Fano.
"Riri janji sampai kapanpun akan jaga lukisan ini. walaupun Riri sudah berkeluarga nanti." kata Riri mencoba tersenyum.
"baiklah kalau gitu. kakak senang lihat kamu untuk yang terakhir. kakak pamit" kata Fano yang tiba-tiba mencium kening Riri sangat lama dengan meneteskan air mata. "jaga diri kamu selalu, dan semoga kamu bertemu orang yang akan mencintaimu melebihi cintaku padamu." kata Fano yang langsung pergi.
Melihat punggung orang yang dicintai pergi, Riri hanya bisa menangis dalam dekapan Dona. Dona sedari tadi hanya bisa menemani tak mau ikut campur urusan mereka. dia menenangkan Riri, menepuk pelan pundak Riri.
Setelah Riri tenang, Dona membawa pulang ke kontrakan. Riri langsung masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan apapun sembari membawa lukisan dari Fano. dia mengunci pintunya. Dona tak berani mengusik Riri. dia biarkan Riri sendiri dulu.
Dikamar Riri, dia memandangi lukisan dirinya yang begitu indah. disana terlihat senyum Riri yang begitu indah. bahkan ada satu foto yang berisikan foto Riri dan Fano digabung. Dan ada sebuah tulisan dipojok kanan bawahnya.
__ADS_1
Aku mencintaimu, untuk sekarang, nanti dan selamanya apapun yang terjadi.
Ri_Fa❤
Begitulah kiranya tulisan Fano. dia menangis saat melihat itu. betapa dalam cinta keduanya namun takdir Tuhan selalu menjadi misteri. jodoh dan maut hanya Tuhan yang tahu. dan ini yang Riri rasakan sekarang. dia hanya bisa mengikhlaskan cinta pertamanya yang sudah tertanam dalam hatinya.
*Maaf ya guys. harus aku umumkan kalau upnya tiap 2 hari sekali, soalnya faktor kerjaan yang gak bisa mendukung jadi aku putuskan untuk up 2hari sekali. tapi tenang aja, in shaa Allah gak cuma 1 bab aku up nya.
Selamat membaca ya semuanya. jangan lupa Love, like dan komennya💕*
__ADS_1