
Fano POV.
Akhirnya aku berkenalan dengannya. meskipun selama aku berkenalan dengan dia, dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Edy. bukan hanya karena ia lebih dulu mengenal Edy, namun karena aku sendiri yang gak bisa mengajak Riri berbicara.
Dag dig dug..
Jantungku berdetak tak karuan. dan dalam ruang hatiku berasa ada sesuatu yang mengganjal. saat melihat senyumnya aku bahagia. namun saat melihat dia asyk ngobrol dengan Edy temanku sendiri, aku berasa ingin menyembunyikan Riri dari semuanya agar hanya aku yang ada didepannya. kurasa aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama.
~~~~~~~~
Author POV
Hari berganti hari, tanpa terasa kini sudah menginjak 1bulan Riri sekolah disini. hari ini sepulang sekolah dia akan mengikuti kegiatan ekskul volly untuk yang pertama kalinya.
Dia begitu bersemangat. dia berfikir bahwa bakalan banyak yang ikut, namun kenyataannya hanya ada 4 orang saja yang ikut. Dia, Fano, Rui, dan Tom. mereka senior Riri. hanya Riri anak kelas X dan Cewek sendiri. sedangkan pelatihnya Pak Aji juga cowok.
Riri POV
Demi apa ini? ekskul volly cuma ada 4orang doang? terus gimana mau latihannya?
__ADS_1
Akhirnya kita berempat cuma diajari dasarnya saja. karena kurang buat main volly. kita cuma diajari passing atas bawah, service atas bawah, smash dan menerima smash.
Saat aku sedang service bawah guruku meminta untuk service atas. namun bukan guruku yang maju melainkan Kak Fano.
"Riri, tenagamu bagus. coba kamu service atas. Fano tolong ajari juniormu." kata pak Aji.
"baik Pak. sini, tangan kamu harus begini. kamu harus yakin. jangan lempar terlalu tinggi." terang Kak Fano sambil mempraktikkan.
Aku mencoba mengikuti arahannya. dan dalam cobaan ketiga, aku berhasil. saking senengnya aku gak sadar bahwa tanganku masih digenggam Kak Fano sehabis adu tos dengannya.
"maaf." katanya. akupun melepaskannya dengan malu-malu.
~~~~~~~~
Fano POV.
Saat aku ingin memakai mantel dan langsung pulang menerjang hujan, aku melihat Riri masih menunggu hujan reda di depan sekolah. aku urungkan untuk pulang, aku tak tega melihatnya sendirian disini. aku takut akan terjadi apa-apa. akhirnya ku beranikan diri untuk mendekatinya.
"hei. nunggu jemputan ya?"
__ADS_1
"gak Kak, aku lupa bawa payung. mau nunggu hujan reda aja. tapi kayanya hujannya gak reda-reda ini." katanya mulai menggigil.
Aku kasihan melihatnya. akhirnya ku beranikan untuk mengajaknya pulang bareng.
"pulang bareng aku aja gimana?"
"gak usah kak, takut ngerepotin kakak."
"ya udah kalau gitu kakak juga gak pulang. nunggu kamu pulang baru kakak pulang."
"ehh jangan gitu dong kak, kakak pulang aja. gak usah perduliin aku."
"gak bisa dong, kakak gak mau ninggalin kamu sendiri disini. kalau ada apa-apa nanti kakak juga yang kena. gimana gak? kan kakak manusia terakhir disini."
"emm.. ya sudah kalau gitu. aku mau pulang sama kakak" katanya mengakhiri percakapan kita. dia tersenyum manis sekali. aku merasa suhu dingin diluar terkalahkan oleh suhu panas didalam tubuhku saat aku melihatnya tersenyum. cantik sekali.
maaf kalau ada typo. jangan lupa like dan komen ya💕**
__ADS_1