
Tiga tahun setelah peristiwa itu.
"Cie yang sebentar lagi mau wisuda." goda Dona.
"iya dong, makanya jangan cuti mulu kamu." jawab Riri.
"yee bukan masalah aku yang mau cuti terus. itu karena kamu, walaupun aku gak cuti, kamu juga cuma membutuhkan waktu 3 tahun buat lulus S1, sedangkan aku masih harus menunggu 1 tahun lagi. kamu terlalu jenius Ri, bagi dong sama aku." kata Dona.
"gimana mau baginya.. kalau kita satu jurusan mah gak papa. tapi kan kita jelas beda jurusan gini, gimana mau bagi."
"Lah siapa suruh kamu gak mau jadi guru?" cela Dona.
"bukannya gak mau don, tapi tiap aku lihat formulir PGSD, aku kembali teringat kedua orang tuaku. dan aku takut gak bisa maju karena selalu sedih tiap teringat orang tuaku. jadi aku putuskan untuk ambil jurusan arsitektur agar aku bisa bergerak maju. demi kehidupanku dan keluarga kecilku nanti." kata Riri dengan meneteskan air mata.
Melihat Riri meneteskan air mata, Dona menjadi merasa bersalah dan dalam hati berjanji tak ingin mengungkit keluarganya lagi. Dona membuang muka melihat orang yang lalu lalang di Koridor fakultasnya. tiba-tiba matanya menangkap sosok yang sedang genit digoda oleh seorang cewek.
"Ri, ri, ri, itu bukannya Kak El ya? kok dia genit sih sama Salsa?" kata Dona. Riri yang mendengar Dona menyebut nama tunangannya itu langsung mengikuti arah pandang Dona.
__ADS_1
Ya, semenjak kejadian itu terjadi, Riri menjadi anak angkat keluarga Dona. dia diasuh bahkan di kuliahkan oleh orang tua Dona. namun Riri diam" selalu bekerja keras agar mendapat beasiswa. dan benar saja, Riri mendapat beasiswa sampai S2 nanti. bahkan bisa berkesempatan mengikuti pertukaran pelajar dengan pelajar Ausie.
Sedangkan kenapa dia bisa menjadi tunangan El. itu tak lepas dari orang tua Dona yang menjodohkan mereka. ya karena mereka terlihat saling menyukai. itulah alasan orang tua Dona. namun baik El atau Riri tak menolak. El justru bahagia sekali. sedangkan Riri mencoba untuk menerimanya dan mencintainya.
Tapi saat melihat tunangannya yang tiba-tiba menjadi genit itu, dia langsung naik pitam. bisa - bisanya si Salsa ngelendot begitu. Dona kaget saat melihat Riri pergi menghampiri El dengan muka galaknya yang selama ini selalu dia simpan.
"ohh bagus ya.. ditungguin dari tadi malah asyik genit sama cewek lain. bagus ya" kata Riri sambil menjewer telinga El.
"kamu apa-apaan sih, kasihan kak El tau. lepasin gak!" kata Salsa tanpa rasa bersalah.
"ampun sayang ampun, iya iya aku jelasin." kata El, melihat telinga El sudah memerah, Riri pun melepaskannya.
"kakak gak ada apa-apa sayang sama dia, dia itu sepupu temen kakak di kepolisian. gak sengaja ketemu disini. kamu jangan marah gitu dong." bujuk El dengan membelai lembut wajah tunangannya itu.
"bener gak ada hubungan apa-apa?" tanya Riri yang dijawab anggukan El. "oke aku maafin, ya udah kalau gitu ayo pergi kak"
"ehh tunggu tunggu." cegah Salsa. "kalian ada hubungan apa?" kata Salsa penasaran.
__ADS_1
"telinga kamu gak denger ya kak El panggil aku sayang? aku tunangannya. mau apa kamu?" kata Riri ketus yang langsung membawa El pergi dari sana menghampiri Dona.
Saat sampai dimana dona berada, Dona tertawa melihat El dengan muka merahnya.
"gimana kak? enak kan dimarahi oleh Sio Anjing?" kata Dona.
"emang kamu sio anjing yang?" tanya El mengabaikan pertanyaan Dona.
"iya, emang kenapa?" kata Riri dengan ketus.
"pantesan galak banget kalau marah. tapi baru kali ini aku lihat kamu marah sayang"
"habis kamu genit gitu sih kak." kata Riri cemberut.
Dona melihat itu malah bergidik ngeri.
"sejak kapan kamu jadi kaya gini Riri? ngeri aku lihatnya."
__ADS_1