
Sesampainya disana, setelah membeli tiket dan popcorn, Riri ijin kekamar mandi sebentar.
"kak, riri ke kamar mandi sebentar ya kak. "
"ya udah hati-hati ya."
Saat sampai didepan pintu kamar mandi, dia mendengar sepasang kekasih sedang memadu kasih.
"ahh kak, terus."
"enak sayang?"
"pacar kakak bodoh sekali, pantas kakak nyari aku."
"ya iyalah pacar kakak itu gak pintar muasin kakak kaya kamu."
Kurang lebih Riri mendengar seperti itu. namun dia merasa bahwa suara cowok itu mirip kekasihnya. dia mencoba mengintip, dan benar saja bahwa yang sedang bercumbu dan grepe-grepe dengan cewek cantik nan bohay itu adalah Edy, kekasihnya. mata dia memanas, bulir air mata mulai menetes dari sudut matanya. dia berlari pergi sebelum dua insan yang memadu kasih itu mengetahui keberadaannya.
Saat sampai ditempat Fano, dia langsung menarik Fano keluar, tak dihiraukan pertanyaan Fano yang menanyakan kenapa dia menariknya keluar. sesampainya diparkiran, dia reflek memeluk Fano. dia menangis sesenggukan.
"kak Edy kak.. kak Edy selingkuh.. huhuhu"
__ADS_1
"tenang Riri, tenang. coba ceritakan pelan-pelan." kata Fano sambil merenggangkan pelukannya.
"tadi waktu ke kamar mandi, aku gak sengaja lihat kak Edy sedang bermesraan sama cewek lain bahkan berlebihan batasnya kak. aku udah coba sabar dengan segala sikapnya kak. tapi kenapa kak Edy kaya gitu?"
Akhirnya Fano tak dapat berbicara apa-apa. dia sekarang paham sama apa yang Riri rasakan. dia juga pasti akan sakit jikalau tau bahwa kekasihnya selingkuh apalagi bermesraan dengan orang lain didepan mata sendiri.
"ya sudah kalau gitu kita pulang aja ya."
Riri hanya mengangguk gak menjawab. dia mengikuti Fano menuju motornya. namun siapa sangka ada sepasang mata yang melihat mereka. terlebih lagi melihat mereka berpelukan tadi.
"ohh jadi ini yang katanya kalian gak ada hubungan tapi dibelakangku kalian pelukan. untungnya malam ini aku kesini. kalau aku cuma dirumah, aku gak bakal tau busuknya kamu dibalik jilbabmu itu. " kata Edy sambil mengepalkan tangannya.
\=================================
"pagi kak Edy, udah sarapan?" kata Riri menyapa kekasihnya itu.
"hmm. udah" jawabnya ketus.
kak Edy kenapa sih? bukannya disini seharusnya aku yang marah ya? ya udah ahh daripada musuhan, aku gak mau musuhan. batin Riri.
"ya sudah kalau gitu ini aku bawain bekal, kakak makan ya buat nanti siang. aku masak sendiri lho kak."
__ADS_1
"udah gak usah" katanya sambil menampar tempat makan itu. untung sempat Riri tangkap jadi tidak tumpah makanannya.
Selepas melakukan itu, Edy pergi dengan marah. namun, ternyata ada Fano yang menangkap kelakuan Edy. dia menghampiri Riri dan langsung merebut makanan itu dan langsung memakannya.
"hemm.. enak.. kakak bakalan kenyang nih."
Riri melihat itu hanya tersenyum kecut.
"makasih ya kak udah mau hibur Riri. aku gak tau salah aku apalagi sampai kak Edy kaya gitu sama aku."
"udah kamu gak usah fikirin. biarlah dia. dia sudah mau kelas 3. takutnya nanti dia gak fokus ujian."
"iya kak. tapi kalo mengingat kejadian tadi malem, bukannya seharusnya aku yang marah ya kak?" kata Riri sambil mengeluarkan air mata. dia menangis tatkala di otaknya kembali memutar apa yang dilihatnya tadi malam.
"udah, kamu juga akan jangan tunjukin didepan dia kelemahan kamu. selama ada aku disini aku bakalan bikin kamu seneng. aku gak mau gadis secantik kamu nangis.x
" tapi kan kak, kalau kakak terus deket gini sama aku bukannya kak Edy bakalan makin marah ya kak?"
"gak bakalan Riri. dia pasti paham kok kalau kita cuma temenan. lagian yang bikin kamu deket sama aku kan juga dia Riri, iya kan?"
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment ya.**