Ini Kisahku

Ini Kisahku
Calon ibu


__ADS_3

"aku mohon tinggallah disini. kita mulai dari awal lagi. kita mulai seperti saat kita pertama kali kenal dulu. aku mohon Riri. kalau kamu tak mau mempertimbangkan tentang aku dan Oma, pertimbangkan kah tentang El yang sudah begitu dekat denganmu dan menganggapmu sebagai bundanya." kata Fano pelan.


"tapi diluar sana masih banyak wanita lain kak, kenapa harus Riri." kata Riri.


"karena selamanya kakak hanya mencintaimu." kata El Fano tegas.


"Baiklah kak, ini semua demi El. kalau begitu untuk hari ini Riri sampai disini dulu ya Oma. Riri mau pulang terus berbenah dan besok pagi Riri akan kembali lagi membawa barang milik Riri." kata Riri pamit kepada Oma.


"baiklah nak. tapi kamu diantar oleh Fano ya."


"baik Oma. kalau gitu Riri pamit Oma." kata Riri sambil menjabat tangan Oma seperti biasanya.


"Fano pergi dulu ya Oma." pamit Fano.


Mereka berdua berjalan menuju parkiran apartemen. selama berjalan tangan Fano tak pernah lepas dari pinggang Riri dan menariknya semakin dekat. ingin selalu berdekatan dengan Riri dan tak pernah melepaskannya.


"Kak, lepas dong. malu sama penghuni apartemen yang lain. nanti dikira aku apaan kak." kata Riri.


"udah kamu diem aja sayang. kalau ada yang tanya kamu siapa, kakak akan dengan lantang mengumumkan kamu calon istri kakak." bisik Fano ditelinga Riri.


"ihhhh... kakak apaan sih. emang Riri bilang kalau Riri mau nikah sama kakak?" tanya Riri.


"gak ada jawaban tidak karena kakak takut kehilangan kamu untuk kedua kalinya lagi sayang." kata Fano sambil memeluk Riri didepan mobilnya.


"Riri juga gak mau kak Fano pergi lagi." balas Riri.


"ya sudah, ayo kakak antar kamu dulu. nanti keburu malam." kata Fano melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan tangan Riri tak pernah lepas dari genggaman tangan Fano. itu menandakan jelas bahwa dia benar-benar tak ingin lepas dari Riri lagi.


selang 30 menit mereka sudah sampai diparkiran apartemen Riri. Fano masih enggan melepaskan tangan Riri. dia makin menggenggam tangan Riri.


"kak, Riri pulang dulu ya. besok pagi kakak bisa jemput Riri lagi, tapi sekarang kakak lepasin tangan Riri dulu ya." katanya lembut.


Bukannya menjawab Fano justru mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Riri. perlahan tangannya mengangkat dagu Riri. mata mereka saling menatap tak berkedip. saling menghanyutkan. perlahan bibir Fano bergerak menyentuh bibir Riri. mencium bibir itu dengan sepenuh cinta tanpa ada nafsu sedikitpun. Riri memejamkan matanya. merasakan setiap cinta dari Fano yang mengalir dalam dirinya. saat ciuman itu terlepas mereka sadar bahwa hati mereka masih tetap terpaut. entah keberanian dari mana, sebelum Fano menjauhkan wajahnya, Riri mengalungkan tangannya dileher Fano, memperdalam ciuman mereka hingga beberapa lama.


"terimakasih masih menyimpan cinta itu untukku kak." kata Riri setelah melepas ciumannya.


"mulai sekarang kakak akan terus berada disampingmu sayang." kata Fano dan langsung mencium puncak kepala Riri.


"baiklah kak, kalau begitu Riri masuk dulu ya. sudah malam. kakak juga pulang nanti El nyariin kakak. selamat malam calon suami." kata Riri dan mengecup pipi Fano sebelum dia membuka pintu dan keluar.


Fano masih tidak percaya akan perubahan Riri sekarang. tapi dia begitu bahagia karena sebentar lagi Riri akan menjadi miliknya.


Pagi harinya..


Tok.. tok.. tok..


Saat Riri sedang memasak sarapan, terdengar pintunya diketuk oleh seseorang. dia mengecilkan api kompor dan membukakan pintu itu.


"Sebentar.. " kata Riri sambil berjalan menuju pintu. saat membuka pintu dia kaget melihat seseorang membawa bucket bunga yang begitu besar yang menutupi mukanya. "siapa ya?" tanya Riri.


"selamat pagi calon istriku.. " kata Fano setelah menampakkan mukanya dari balik bunga tersebut.


"kak Fano, pagi sekali kakak datang. sini masuk dulu kak, Riri lagi masak sarapan." kata Riri sambil menerima bunga dari Fano. "hmm wangi kak bunganya. makasih ya kak. darimana kakak tahu kalau Riri suka mawar biru dan putih?" tanya Riri dan meletakkan bunganya dimeja lalu berjalan kearah kompor melanjutkan masaknya.

__ADS_1


"dari dulu saat dekat sama kamu, saat kakak sering berkunjung di kost kamu, kakak lihat banyak sekali mawar putih ditaman juga ada vas bunga yang berisikan mawar biru." kata Fano yang duduk dimeja makan dan melihat Riri yang masak dengan memakai celemek nya. sungguh pemandangan yang cantik.


"tapi kan mawar biru itu palsu kak. jarang ada yang punya mawar biru. adapun itu hasil pewarnaan kak." kata Riri.


"iyakah? tapi ini kakak bisa dapat mawar biru sayang." kata Fano mengamati mawar birunya dalam bucket tersebut.


"iya, itu hari pewarnaan alami kak. di Indonesia jarang. tapi gak tau kalau di sini. pernah denger sih ada perkebunannya. tapi gak tau itu hoax apa fakta." kata Riri yang menuangkan masakannya dalam mangkuk dan menyajikannya didepan Fano.


"hmmm... wangi sekali. masak apa kamu sayang?" tanya Fano mengamati semua masakan yang ada didepannya.


"Ini ada ayam kecap, nasi goreng cumi, kerang lada hitam, udang asam manis sama salad buah dan sayur." kata Riri menjelaskan.


"ini sarapan apa makan siang sayang. kok banyak banget." kata Fano yang sudah mengambil nasi goreng dan berbagai macam lauk.


"sengaja masak banyak nanti bisa dibawa ketempat Oma sekalian bawa bekal buat nanti di kampus kak. biasanya sebelum Riri berangkat kampus, Riri sering masak banyak dan berangkat ke kampus mampir sebentar kerumah Oma sekedar mengantar masakan Riri buat Oma terutama buat El. soalnya selama Riri bekerja sama Oma, El selalu gak mau makan kalau bukan masakan Oma. jadi ini semua juga belanjaan yang beliin Oma agar Riri tak repot mesti ke supermarket kak." kata Riri sambil menyuapkan nasinya.


"kamu benar-benar calon ibu yang baik sayang. calon ibu yang perhatian kepada keluarga." kata Fano sambil mengelus lembut rambut Riri.


Setelah mereka sarapan, mereka kembali bersiap. Riri hanya membawa koper dan barang pribadinya. yang lainnya akan diurus agen pindahan rumah yang sudah disewa oleh Fano untuk membawakan barang Riri.


Mereka pulang kerumah dahulu sebelum Fano pergi kekantor sembari mengantar Riri ke kampus dan mengantar El ke sekolahnya. dan nanti Riri yang akan menjemput El di sekolah saat jam pulang El.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers, dapat salam dari Fano😊


__ADS_1


__ADS_2