Ini Kisahku

Ini Kisahku
penyelamatan


__ADS_3

"tidak, tidak mungkin. dimana Riri? dimana riri?" teriak El.


"maaf, kami sedang menyelidiki. namun tak kami temukan Riri berada dalam rumah ini. hanya ada 4 keluarganya yang tewas dengan semua luka tembak dikepala mereka. tak ada yang bisa selamat dari peluru yang bersarang dikepala mereka." kata Komandan polisi yang ada di TKP saat itu kepada El.


"kak, dimana Riri kak?" kata Dona masih menangis.


Belum sempat dia menjawab, Tiba-tiba hpnya berbunyi. dia mendapat telfon dari nomor tak dikenal.


"halo."


"bagaimana kejutan yang aku berikan? terkejut bukan?"


"Steven?" satu patah kata yang keluar dari mulut El membuat semuanya langsung menoleh kearah El. semua mata menatap dengan penuh curiga.


"hahaha.. ternyata kamu pintar sekali."


"Sekarang katakan kemana kamu bawa Riri!" gertak El.


"wuah.. santai bro.. kamu tenang aja. kamu gak usah mencari Riri, dia aman dan akan bahagia kok bersamaku."

__ADS_1


"'CEPAT KATAKAN DIMANA RIRI!" bentak El yang membuat semuanya kaget.


Namun Steven tidak menjawab. dia langsung mematikan hpnya membuat El semakin geram.


"tolong kamu lacak nomor HP ini, dalam waktu tercepat aku harap kamu sudah bisa menemukan lokasinya dan kita bisa menyelamatkan Riri. sedangkan kamu Dona, aku sudah hubungi om dan tante, mereka akan kesini. kamu bantu untuk pemakaman keluarga Riri." kata El.


"Baik kak."


Setelah memakamkan keluarga Riri, Dona disibukkan dengan mengaji pada malam harinya. namun pikirannya masih tertuju pada El yang belum memberi kabar tentang perkembangan Riri. namun saat dia hendak membersihkan ruang tamu, dia mendapat pesan dari El.


☑Kak El


Akhirnya malam ini Dona tertidur dengan tangisnya. dia melihat kenangan akan Riri bersama keluarganya yang membuat hatinya menangis.


Sedangkan ditempat lain.


"hei, kalian semua. malam ini kalian harus berjaga ekstra. jangan sampai lengah. kalian harus terjaga. paham semuanya!" bentak Steven kepada anak buahnya.


Namun tanpa dia sadari ada 2 anak buahnya yang palsu. mereka kiriman dari El untuk menyamar menjadi anak buah Steven. bertugas untuk menyampaikan info apapun dari Steven. dan kebetulan mereka berdua berjaga didepan pintu kamar Steven.

__ADS_1


Didalam kamar, Steven melihat Riri dengan penuh nafsu. sedangkan Riri duduk berjongkok dipojokan kamar. dia hanya berbalut selimut. meskipun dia masih suci, namun dalam saat dia sadar dia bangun dalam posisi tanpa busana, dia yakin bahwa Steven sudah meraba-raba tubuhnya.


"jangan takut sayang, aku gak akan sakitin kamu kok." kata Steven mencoba menarik Riri membawanya ke ranjang.


"kamu jahat. kamu maunya apa? kamu udah bunuh saudara dan orang tuaku. sekarang kamu mau ngapain lagi?" kata Riri yang sudah terjatuh di ranjang.


"aku maunya kamu sayang." kata Steven yang melepas kain yang menutupi tubuh Riri dengan kasar.


Melihat itu Riri ketakutan. namun kekuatannya gak ada apa-apanya dengan kekuatan Steven. dia hanya bisa menangis sambil meronta saat tangan Steven mulai menyentuh tubuhnya dan **** Steven telah mulai berusaha menerobos pertahanan milik Riri.


Namun tiba-tiba...


Braakkk...


Doorrr...


Seketika pintu didobrak paksa dan melihat apa yang Steven akan lakukan terhadap Riri, orang itu langsung melepaskan tembakan yang tepat mengenai belakang telinga Steven. Steven jatuh menimpa tubuh Riri.


Saat melihat darah, Riri langsung teriak. apalagi dia langsung teringat akan terbunuhnya keluarganya. melihat Riri yang ketakutan, El langsung menghampiri dan memeluk Riri setelah lebih dulu menyelimuti badannya.

__ADS_1


"kamu gak usah takut, sekarang kamu aman. maafin kakak yang datang terlambat. maaf sekali lagi maaf." kata El sembari menangis saat memeluk Riri.


__ADS_2