Ini Kisahku

Ini Kisahku
Kesepakatan


__ADS_3

Author POV


Mereka berdua keluar menuju moto Fano yang terparkir didepan pekarangan. mereka berangkat menuju tempat owner. tangan Riri takut untuk berpegangan dengan Fano. namun ternyata tiba-tiba Fano mengerem mendadak karena mobil yang berada didepannya berhenti mendadak. tanpa sengaja karena kaget Riri memeluk Fano.


"aduh maaf ya. kamu gak papa kan?" tanya Fano.


"iya kak, aku gak papa." jawabnya gugup sambil melepaskan pelukannya.


"pegangan lagi jangan dilepas, aku gak mau kamu kenapa - kenapa." kata Fano sambil menarik lagi tangan Riri dan melingkarkan ditubuhnya.


Riri hanya diam menuruti. dia bingung mau bagaimana. jantungnya berdetak tak karuan saking malunya. terlebih lagi ternyata membutuhkan waktu 1,5jam sampai ditempat yang mereka tuju.


Motor yang mereka tumpangi belok ke sebuah halaman yang luas. mereka turun dari motor dan menyapa pekerja disana. ternyata Fano sudah kenal akrab dengan mereka.


"Ehh ada nak Fano. mari sini masuk nak." kata seorang bapak paruh baya bernama pak putu.


"iya pak. perkenalkan ini temen Fano pak, namanya Riri." kata Fano mengenalkan.


"Riri pak."


"Panggil aja saya pak putu."


"ohh iya pak, ini temen saya itu pengen jadi owner disini. boleh lihat - lihat produknya gak pak?"


"boleh - boleh. nak Riri mari silahkan mau lihat yang mana dulu?"


"produk yang terlaris apa pak?"

__ADS_1


"disini produk yang terlaris itu akrilik lampu sama gelas mug costum."


"wah itu saja pak. saya mau soalnya itu lagi booming pak dipasaran online."


"ya sudah nak, mari kita keliling lihat-lihat."


Mereka bertiga pun berkeliling, sekitar sudah 1jam mereka disana akhirnya terjadi kesepakatan bahwa Riri bersedia menjadi owner baru pak putu.


Riri pulang dengan senyum bahagianya. melihat Riri tersenyum bahagia dia ikut bahagia. karena hari sudah beranjak siang, akhirnya mereka mampir sebentar di sebuah warung makan lesehan.


"karena kakak udah baik hati nunjukin tempat kerjaan baru, Riri traktir kakak hari ini." kata Riri bersemangat.


"duh gak usah Riri. malu lah kakak ditraktir cewek. lagipula kan usaha kamu belom jalan belom dapat untung. hari ini kakak aja yang traktir. itung-itung buat ucapan terimakasih karena sudah mewarnai hari minggu kakak yang gabut ini." kata Fano mencegah Riri membayarnya.


"Baiklah kak kalo kakak memaksa. tapi nanti kalo 1bulan pertama Riri udah dapat untung, kakak gak boleh nolak kalo Riri traktir ya kak. ingat itu sebagai utang Riri ke kakak. dan hutang harus dibayar. gak boleh dibiarin aja. nanti Riri dosa."


"iya.. iya.. ya sudah yuk makan. nanti keburu dingin."


Setelah membayar mereka langsung pulang ke kota mereka. jangan sampai menunggu hari gelap karena besok mereka akan sekolah. sesampainya didepan kost Riri, sekali lagi Riri mengucapkan Terima kasih.


"makasih ya kak hari ini udah mau nganter Riri ketempat produksi."


"iya, kakak juga seneng bisa nganter kamu. siapa tahu habis ini kita bisa makin deket." kata Fano, namun kalimat terakhir hanya terdengar lirih dan tidak jelas.


"kakak ngomong apa tadi? Riri gak dengar kak."


"ohh gak kok, ya sudah kamu masuk langsung bersih - bersih dan istirahat. kakak pamit pulang dulu ya."

__ADS_1


"iya kak, kakak hati-hati ya dijalan. jangan ngebut."


Akhirnya Riri masuk ke kost setelah motor Fano menghilang di belokan. Riri langsung mandi membersihkan badan dan bersantai didepan TV dengan nyemil kuaci kesukaannya.


☑Kak Fano


Kakak udah sampai ini. langsung mandi dan sekarang lagi santai didepan TV.


Sebuah pesan dari Fano yang langsung membuat bibir cerry Riri menyunggingkan senyuman.


☑Kak Fano


*Sama dong kak, Riri juga lagi santai ini sambil nonton film di S*V. dan sambil nyemil kuaci - send.


Dia langsung mendapat balasan.


☑Kak Fano


Kuaci? kamu suka kuaci?


☑ Kak Fano


iya kak, aku paling suka kuaci kak. -send.


Begitulah awal mereka memulai chat sore ini. hingga malam menjelang mereka semakin asyk ngobrol di chat. serasa mereka enggan untuk meninggalkan HP mereka. pembahasan datang dari mana saja. mereka berasa tak habis tema untuk dibahas. selalu aja ada tema.


Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10malam. mereka akhirnya sepakat menyudahi percakapan mereka. dan mereka menuju alam mimpi mereka masing-masing.

__ADS_1



Maaf kalau ada typo. jangan lupa like dan komen ya. agar aku bisa memperbaiki kekurangan dalam cerita ini. Terima kasih. 🙏💕**


__ADS_2