
Riri memutuskan pergi ke Ausie untuk melanjutkan kuliah sekaligus meninggalkan semua kenangan pahit disini. dia ingin maju, dia ingin menjadi orang sukses. dan dia tak ingin jatuh cinta lagi, karena takut orang yang dia cintai akan kembali pergi.
Setelah berziarah ke makam El, Riri langsung pergi ke bandara diantar Dona dan keluarganya.
"Disana kamu jaga diri ya nak. jangan sampai sakit." kata Ibu Dona.
"Kalau ada apa-apa jangan sungkan telfon bapak ya nak." kata Bapak Dona.
"jangan lupain aku ya Ri, kita akan tetap jadi saudara." kata Dona sembari memeluk Riri.
"Terimakasih semuanya. terimakasih karena telah mau merawat Riri selama 3 tahun ini. semoga nanti kita ketemu lagi dengan kebahagiaan." kata Riri sembari melepaskan pelukan dan pergi menjauh karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu Ri, batin Dona.
\=================================
Ausie.
Riri sampai di Ausie setelah penerbangan lama yang melelahkan. dia tengah fokus dengan jalannya sampai tak melihat ada anak kecil didepannya.
__ADS_1
Bruk..
"Ya ampun sayang, jangan lari-lari. tuh kan tumpah es krim nya. kena bajunya auntie tuh. cepat minta maaf." kata seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik kepada seorang anak kecil berumur sekitar 3 tahun.
"Sorry Auntie. can I help clean it auntie?" kata anak kecil itu.
"it's okay. tidak apa-apa sayang. tante bisa bersihkan sendiri. terimakasih. lain kali jangan lari-larian ditempat umum ya sayang." kata Riri kepada anak kecil itu.
Tanpa Riri sangka, anak kecil itu justru menangis tersedu-sedu. Riri bingung mau bagaimana.
"aduh sayang, jangan menangis." Riri merogoh tasnya dan menemukan sebatang coklat. "kamu jangan nangis, nih auntie kasih coklat. kamu berhenti menangis ya." lanjutnya.
Namun anak kecil itu justru memeluk Riri dengan erat sambil memanggil..
"aduh maaf sayang, sayang bukan bunda kamu." kata Riri.
"bisa kita bicara sebentar nak?" kata Wanita paruh baya yang kelihatannya seperti nenek dari anak itu.
Mereka pun duduk di bangku tunggu. sedangkan anak kecil itu tak ingin turun dari pangkuan Riri.
__ADS_1
"sebelumnya, perkenalkan nama ibu Rosa. panggil saja Oma Rosa. ini Cucu saya El Yuri. panggil saja El. siapa nama kamu nak?" kata Wanita itu yang diketahui namanya Rosa.
"Nama saya Riri Oma"
"Nama yang cantik. sebelumnya Oma minta maaf. apa kamu kesini untuk kerja, kuliah atau menikah?" kata Oma pelan.
"saya kesini mau kuliah karena mendapatkan beasiswa Oma. dan rencananya juga mau bekerja tapi tak tau mau kerja apa." kata Riri.
"Apa kamu mau kerja sama Oma menjadi pengasuh El? Oma hanya tinggal sama El. Suami Oma sudah meninggal 1 tahun lalu. menantu Oma, ayahnya El baru saja pulang ke Indonesia karena orang tuanya sakit." kata Oma.
"lalu, kemana Bundanya El Oma? kenapa tadi El meluk saya dan manggil saya Bunda?" tanya Riri pelan.
"Bunda kandung El sudah meninggal tepat saat melahirkan El. jadi selama ini El hanya melihat lewat foto. namun entahlah kenapa dia bisa mengenalimu sebagai bundanya. padahal foto bundanya jauh berbeda dari rupamu." kata Oma Rosa. "kalau kamu memang butuh pekerjaan, pertimbangkanlah tawaranku nak. ini nomorku. hubungi lah aku kapanpun kamu siap untuk bekerja nak." kata Oma.
"baiklah Oma. terimakasih atas tawarannya. kalau gitu, saya permisi dulu Oma, saya mau ke asrama kampus. El, auntie pamit dulu ya. besok kapan-kapan kita ketemu lagi." kata Riri lembut.
"gak mau, Bunda jangan pergi lagi." rengek El.
"sayang, jangan begitu. kamu harus dengerin auntie. El kan anak pintar. kalau El nurut nanti kita ketemu lagi. tapi kalau El nangis, auntie gak akan nemuin El lagi." kata Riri dengan sedikit ancaman.
__ADS_1
"baiklah Auntie. tapi janji ya Auntie, kita ketemu lagi." kata El.
"I'm Promise." kata Riri dengan senyum yang merekah.