
"hmmm... wangi sekali. masak apa kamu sayang?" tanya Fano mengamati semua masakan yang ada didepannya.
"Ini ada ayam kecap, nasi goreng cumi, kerang lada hitam, udang asam manis sama salad buah dan sayur." kata Riri menjelaskan.
"ini sarapan apa makan siang sayang. kok banyak banget." kata Fano yang sudah mengambil nasi goreng dan berbagai macam lauk.
"sengaja masak banyak nanti bisa dibawa ketempat Oma sekalian bawa bekal buat nanti di kampus kak. biasanya sebelum Riri berangkat kampus, Riri sering masak banyak dan berangkat ke kampus mampir sebentar kerumah Oma sekedar mengantar masakan Riri buat Oma terutama buat El. soalnya selama Riri bekerja sama Oma, El selalu gak mau makan kalau bukan masakan Oma. jadi ini semua juga belanjaan yang beliin Oma agar Riri tak repot mesti ke supermarket kak." kata Riri sambil menyuapkan nasinya.
"kamu benar-benar calon ibu yang baik sayang. calon ibu yang perhatian kepada keluarga." kata Fano sambil mengelus lembut rambut Riri.
Setelah mereka sarapan, mereka kembali bersiap. Riri hanya membawa koper dan barang pribadinya. yang lainnya akan diurus agen pindahan rumah yang sudah disewa oleh Fano untuk membawakan barang Riri.
Mereka pulang kerumah dahulu sebelum Fano pergi kekantor sembari mengantar Riri ke kampus dan mengantar El ke sekolahnya. dan nanti Riri yang akan menjemput El di sekolah saat jam pulang El.
Hari berganti hari Riri lalui dengan bahagia. doa berasa menjadi seperti ibu dan istri karena apapun keperluan Fano dan El mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi semua Riri yang menyiapkan. meskipun Riri tak seranjang dengan Fano.
"Ohh iya sayang, hari ini aku ada lembur jadi gak bisa pulang ontime. gak bisa makan malam dirumah. gak papa kan?" kata Fano.
"Iya gak papa. tapi kamu jangan kemaleman ya pulangnya. nanti kamu mau makan apa biar aku masakin dan nanti saat kamu pulang aku panaskan." kata Riri.
"apa aja yang kamu masak aku akan memakannya tanpa sisa sayang." kata Fano.
"bunda, kalau ayah gak mau, biar El aja bunda. El mau ayam mentega bunda." kata El sambil menyuap sup jagung.
"baik pangeran bunda. nanti makan malamnya akan ayam mentega. kalau Oma mau request apa?" tanya Riri tak lupa.
__ADS_1
"akhir - akhir ini tenggorokan Oma agak kurang enak, biasanya kalau seperti ini Oma akan dimasakin sayur asem sama bundanya El. apa kamu bisa nak?" kata Oma pelan takut kalau merusak suasana hati Riri dan Fano yang sedang bahagia karena menyebut bunda kandung El.
"bisa Oma. tapi kayanya bahannya yang gak ada. nanti biar Riri aja yang belanja sekalian jemput El sekolah. sama kebutuhan sehari-hari juga udah mulai menipis Oma." kata Riri senang.
"baiklah nak. maaf Oma merepotkanmu." kata Oma merasa tak enak.
"Oma, Oma jangan begitu. disini Riri sudah menganggap Oma sebagai ibu Riri. jadi Oma bisa menganggap Riri sebagai anak Oma. kita akan menjadi keluarga Oma." kata Riri sambil menggenggam tangan Oma.
"makasih ya nak. hatimu benar-benar bersih. Oma yakin kalian akan bahagia selamanya." kata Oma.
"aamiin.. " jawab Fano dan Riri bersamaan.
Setelah selesai sarapan, mereka bertiga berangkat meninggalkan Oma sendiri dirumah. pertama mereka mengantar El dulu baru Fano mengantar Riri dikampus. saat Riri hendak turun dari mobil, Fano mencegahnya.
"tunggu sebentar sayang." kata Fano sambil mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya. "ini, kamu pakai ini untuk kebutuhan sehari-hari dirumah. bagaimanapun kamu sebentar lagi akan menjadi istriku sayang. jadi kamu pakai kartu ini untuk belanja." kata Fano menyodorkan kartu anti limitnya.
"jangan tolak sayang. uang tadi pagi itu buat uang saku kamu hari ini. buat belanja kebutuhan aku sudah persiapkan anggaran sendiri. Oma juga sering pakai kartu ini kok untuk belanja kebutuhan sehari-hari. jadi kamu gak usah takut boros sayang. mau kami beli sekalian supermarket itu juga aku gak masalah sayang." kata Fano membujuk Riri.
"baiklah sayang. tapi aku juga gak akan beli supermarket itu juga lagi sayang. ya udah kalau gitu aku masuk kelas dulu ya sayang. cup.. love you" kata Riri setelah mengecup kilas pipi Fano yang kini sudah menjadi kebiasaannya setelah mencium punggung tangan Fano.
Riri turun dari mobil mewah Fano dan mendapat tatapan penasaran dari para mahasiswa. pasalnya Riri selalu terlihat sederhana. bahkan kuliah juga karena beasiswa. tapi beberapa minggu ini dia diantar oleh seseorang dengan mobil mewah bahkan tak jarang dijemput pula.
"cie yang diantar sama calon suami." goda seorang gadis dengan memakai kacamata tebal dan juga tak lupa buku tebalnya. Maya. teman Riri satu - satunya di Ausie yang berasal dari Indonesia dan sama-sama menggunakan beasiswa. tapi Maya tinggal di asrama. karena dia tak punya uang seperti Riri yang bisa menyewa apartemen sendiri. Riri pernah menawarinya untuk tinggal bersama tapi dia takut menyusahkan Riri. terlebih jika dia pindah dari asrama, itu akan membuatnya jauh dari tempat kerja part-timenya. dia tak bisa telat untuk mengirimkan uang ke Indonesia untuk ibunya yang sedang sakit. dia membantu kakaknya yang juga banting tulang untuk merawat ibunya.
"apaan sih kamu. Ohh iya Maya, hari ini kan hari Rabu, kamu Off kan kerjanya? kalau pulang ngampus temenin aku belanja sekalian jemput El mau gak?" kata Riri kepada Maya yang kini mereka sudah duduk dibangku kelas.
__ADS_1
"boleh, sekalian aku juga mau belanja bulanan nih, sudah habis." jawab Maya.
"tapi kamu mau kan mampir kerumah. Oma juga sering nanyain kamu soalnya udah sebulan juga kan kamu gak main kerumah." kata Riri.
"oke. aku juga udah kangen sama Masakan Oma." kata Maya semangat.
Saat kelas berlangsung, Tiba-tiba HP Riri bergetar. Riri membuka HP itu dan terpampang sebuah nama yang membuatnya tersenyum. orang itu mengirim sebuah pesan.
☑Sayang
~Sayang aku punya gambar bagus. kamu mau lihat gak? ini gambarnya cantik banget lho.
~Coba sini sayang aku mau lihat. ✔
☑Sayang
~ini sayang, cantikkan.
~Hei sayang itu kamu dapat dari mana. mukaku jelek itu. hapus gih. aku lagi cemberut sayang. ✔
☑Sayang
~Baiklah.. aku hapus tapi kalau aku sudah punya foto nikahan kita.
__ADS_1
Membaca pesan terakhir Fano itu membuat hati Riri berbunga-bunga dan dia tersenyum sendiri. membayangkan dirinya memakai baju pernikahan bersama Fano. dan juga El pangeran kecil mereka.