Ini Kisahku

Ini Kisahku
Maya 2


__ADS_3

"udah May, wah gila lo. hot juga lo waktu main di ranjang. gue yang ngrekam aja bisa dibuat h***y sama lo." kata orang itu.


"itu mah gak penting Jo. yang penting gue bisa dapatin Fano. setelah gue hamil, gue akan jadi istrinya. dan gue akan jadi orang kaya." kata Maya.


"tapi lo yakin mau ngerebut Fano dari sobat lo sendiri?"


"lah kenapa gak? asal lo tau ya Jo, dia tu terlalu baik dan polos jadi mudah banget buat ngerebut cowoknya. awalnya sih susah. tapi setelah malam tadi gue yakin kalau gue akan dapatin Fano dan hartanya. terlebih kalau gue sampai hamil anaknya. gak akan ngelak deh tu anak buat jadiin gue istrinya." kata Maya panjang lebar tanpa tahu kalau selama ini Fano mendengarkan percakapan mereka.


"dasar lo serigala berbulu domba."


"kalau kita mau mendapatkan sesuatu itu harus bisa menyingkirkan semua penghalang Jo." Kaya Maya mantap.


Fano yang mendengar itupun langsung geram. untungnya dia sempat merekam apa yang Maya bicarakan dengan orang yang dipanggil Jo itu. Fano langsung mengepalkan tangannya dan keluar menuju perusahaan Andreas.


Selama diperjalanan dia emosi tingkat tinggi. dia tidak menyangka orang yang selama ini dikenal lugu dan polos tenyata serigala berbulu domba. bahkan apa yang Maya ceritakan tentang hidupnya selama ini bohong.


Saat memasuki sebuah perusahaan, Fano langsung menuju ke ruangan Andreas. dia membuka pintu dengan sedikit kasar tanpa mengetuk dulu.


"hei bro. ada apa kenapa mukamu penuh dengan aura kegelapan seperti itu?" tanya Andreas yang melihat muka penuh amarah dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"kamu tahu apa yang terjadi setelah aku mabuk tadi malam?" Tanya Fano.


"seinget ku sih tadi malam kamu dibawa sama seorang cewek yang ngakunya dia pacar kamu. ya udah karena selama ini aku gak tahu rupa asli Riri ya aku pikir dia Riri jadi aku biarin aja dia bawa kamu Fan. kenapa?"


"apa yang bawa aku cewek ini?" kata Fano sambil menunjukmenunjukkan sebuah foto Maya dari hpnya.


"iya betul gadis ini yang bawa kamu." kata Andreas mantap.


"ahh sial. aku dijebak Dre. tadi pagi aku bangun dalam posisi telanjang sama Maya didalam kamar sebuah hotel. dan Riri sudah mengetahui itu juga Oma bahkan dikirimi videonya." kata Fano frustasi.


"kamu serius Fan?" kata Andreas gak percaya.


"kamu tenang aja Fan. aku akan bantu kamu. kamu gak usah kawatir. semuanya akan aku urus." kata Andreas.


Ditempat lain dimana Riri berada.


"kenapa semuanya yang aku cintai harus pergi dari hidupku? akankah semuanya akan seperti dulu disaat aku ditinggalkan oleh orang yang aku cintai lagi? kenapa engkau mempermainkan hatiku ya Allah? apa tak ada satu yang bisa membuatku bahagia ya allah." kata Riri sambil menatap langit - langit balkon kamarnya.


Riri kini berada di sebuah bekas apartemen milik Oma yang sudah lama tak digunakan. Oma yakin Fano tak akan mencarinya sampai di bekas apartemen mereka. Oma sengaja membiarkan Riri sendiri agar Riri bisa menenangkan pikirannya.

__ADS_1


Ting tong.


Bunyi sebuah bel pintu. karena penasaran siapa yang datang, Riri tidak menjawab sampai bel itu berbunyi berkali-kali. Riri yakin itu bukan Oma, karena kalau itu Oma dan tahu bahwa Riri tak membukakan pintu pasti akan membuka pintunya dengan kunci cadangan yang dibawanya.


Riri mengintip dari CCTV tersembunyi di pintu dari layar didalam rumah. terlihat seorang cowok menggunakan pakaian serba hitam juga masker dan topi sedang membawa sebuah bungkusan ditangannya. dilihat dari CCTV, saat tak ada lagi tanda dari Riri yang membukakan pintu itu, lelaki itupun menelfon seseorang. Riri mendekatkan telinganya untuk menguping pembicaraan lelaki tersebut.


"Halo May, kurasa Riri tak ada disini karena dari tadi apartemen ini tak ada yang membukakan pintu. bahkan tadi aku sempat bertanya kepada tetangga sekitar bahwa apartemen ini sudah kosong selama satu tahun dan tak pernah ada yang kembali membersihkan apartemen ini. jadi gak mungkin ada gadis yang tinggal disini sendiri." kata lelaki itu yang ternyata Jo, suruhan Maya.


"gak mungkin, aku yakin dia ada disana. kalau disana dia gak ada lantas dia ada dimana?" kata Maya di seberang telfon.


"Tapi dari tadi tak ada tanda-tanda kehidupan disini May, apa mungkin Riri pulang ke Indonesia May?"


"ya sudah kamu pulang aja. jangan tinggalkan kotak itu disana. agar tak ada yang tahu." kata Maya dan menutup telfonnya.


Mendengar apa yang lelaki itu bicarakan dia begitu terpukul. bagaimana bisa Maya menyuruh orang untuk meneror nya. bahkan Riri sendiri juga sudah menganggap Maya sebagai saudaranya sendiri.


"Jadi selama ini yang dia bilang tentang dia dan keluarga nya itu bohong? lantas apa tujuannya dia bohong kepadaku selama ini? atau hanya mau dengan kehidupan mewah dari kak Fano saja?" gumam Riri setelah melihat lelaki yang ada didepan pintunya itu menghilang pergi.


Setelah dirasa aman, Riri menyalakan hpnya memberi sebuah alamat kepada Fano dan menyuruh Fano datang ke tempatnya.

__ADS_1


Ditempat Fano, saat Fano hendak beranjak dari ruangan Andreas dan mendapat pesan dari Riri, Fano langsung berlari keluar dan menuju ke alamat yang dimaksud Riri. dia hafal dan tahu dengan alamat itu. karena iu alamat apartemen lamanya. dia menuju kesana dengan kecepatan tinggi berharap Riri amu menemuinya dan mau memberinya kesempatan kedua serta memberinya penjelasan tentang Maya yang menjebaknya.


__ADS_2