
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. namun siapa sangka bahwa apa yang terjadi di bioskop malam itu membuat hubungan mereka berdua renggang. bahkan Fano pun kena imbasnya. dia merasa canggung tatkala sedang berempat duduk di kantin. Tak kadang Fano dan Dona menyingkir. mereka berdua melihat dari jauh, Riri selalu mencoba bercerita. bukan sifat riri yang pendiam. jadi di manapun itu dia pasti cerewet. namun Edy tak pernah menanggapinya. dia kadang memilih menekuri buku atau main game di hpnya. hingga hari ini..
"Sudah cukup ya kak. aku malas kaya gini terus. aku udah mencoba berjuang, tapi perjuanganku itu hanya aku sendiri. sedangkan kamu tak pernah menanggapi itu. aku udah sabar sama kamu yang gak pernah balas chat ku. gak pernah angkat telfon ku. udah gak pernah ajak jalan. gak pernah anggap aku ada didepanmu. aku udah sabar kak. tapi berasa kita itu HTS tau gak kak. kalo kakak kaya gini, aku lebih baik mundur. carilah yang sesuai dengan apa yang kakak mau. maaf kalau selama ini aku punya salah sama kakak. mulai detik ini kita putus." setelah mengucapkan itu, Riri pergi. dia mengucapkannya dengan lantang dan berusaha tegar dengan semua itu. namun apalah daya dia seorang wanita.
Dia kini berada di kelasnya yang kosong. dia menangis sesenggukan. disampingnya ada Dona yang mencoba menenangkannya.
"udah ya Ri, cowok gak cuma satu aja. masih ada kok di dunia ini yang lebih baik dari dia dn yang pasti dia bakalan mau sama kamu. siapa sih yang gak ngejar-ngejar kamu? primadona sekolah. aku jamin dia pasti nyesel deh putus sama kamu." kata Dona menghibur.
"makasih ya Don. aku cuma gak nyangka aja dia kok bisa setega sama aku." katanya sambil terisak
"Kenapa kamu gak coba sama Kak Fano aja? dia lebih baik, lebih ganteng dan lebih perhatian."
__ADS_1
"jujur aja ya Don. sebenernya aku dari awal juga sukanya sama Kak Fano. tapi aku takut untuk bilang sama kak Fano. dan saat aku mau jujur sama kak Fano, saat itu juga kak edy nembak aku didepan banyak orang. aku gak mungkin nolak. nanti dia bakalan malu. dan lama kelamaan aku mencoba buat cinta sama dia. namun apalah daya aku cuma bisa kagum aja dan rasa sayangku cuma sebatas kakak adik saja. entahlah. hatiku selalu ada nama kak Fano aja. tapi mungkin belum jodohnya aja sama kak Fano."
Namun tanpa sadari sedari tadi ada 2 pasang telinga yang mendengarnya. yaitu Edy dan Fano. tentunya mereka berada ditempat yang berbeda. Fano berada di bawah jendela yang berada dekat dengan bangku Riri. sedangkan Edy yang tadi berusaha mengejarnya, kini sedang menguping di samping pintu masuk. Edy merasa bersalah dengan mencampakkan Riri. bahkan berkali-kali dia selingkuh. bahkan ada yang bernama Raisa, dia udah tidur bareng dengan Edy beberapa kali. sedangkan Fano merasakan sesak didadanya. dia merasa ikut sakit mengetahui fakta tersebut. ingin sekali dia memeluk Riri. namun apalah daya. tangannya tak akan pernah bisa memeluknya lagi. bahkan sebentar lagi, hanya sekedar melihatnya pun, dia harus dari jauh.
flashback tadi malam
Fano POV
Pada pukul 20.00 malam ada yang mengetuk tamu. bapak ibuku menyambut dengan hangat keluarga tersebut. mataku terfokus sama gadis berambut sebahu, mata belo, dengan dress selutut berlengan panjang warna merah maroon. aku merasa familiar dengan wajah itu.
"udah ngeliatinnya. mari sini nak duduk." kata ibunya membuat Fano salah tingkah.
__ADS_1
"sayang, ini nak Ayu yang dulu tetangga kita di Lombok. yang kecilnya temenan sama kamu kemanapun kamu pergi. ingat gak?" kata bapaknya.
"Ohh iya Pak bu, Fano ingat. dia dulu yang selalu ngintil Fano kemanapun Fano pergi. karena takut kalau digangguin sama Hans."
Aku terlalu terpukau dengan gadis itu, namun justru semakin aku terpukau, aku melihat bayangan Riri disana. berasa melihat Riri jika Ayu menggunakan hijab. entah apa yang aku dengar, dengan spontan aku menjawab iya seraya mengangguk mantap. tapi setelah aku tanya kejelasannya. ternyata aku bakal dijodohkan dengan Ayu. orang tua nya ingin kita menikah setelah ujian nanti karena Ayu bakal ditinggal di Indonesia sedangkan orang tuanya akan dinas ke Luar negeri selama 3 tahun. dan dia mau dititipkan disini. bukan sebagai anak kost. karena keluarga kami gak mau ada omongan miring. akhirnya mengusulkan untuk menikahkan saja.
flashback off
Fano ikutan menangis meratapi nasib jikalau mereka berdua memang tak berjodoh. Fano masih begitu sayang dengan Riri. dia benar-benar tak bisa pindah kelain hati.
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment ya😁**