
"Jadi selama ini yang dia bilang tentang dia dan keluarga nya itu bohong? lantas apa tujuannya dia bohong kepadaku selama ini? atau hanya mau dengan kehidupan mewah dari kak Fano saja?" gumam Riri setelah melihat lelaki yang ada didepan pintunya itu menghilang pergi.
Setelah dirasa aman, Riri menyalakan hpnya memberi sebuah alamat kepada Fano dan menyuruh Fano datang ke tempatnya.
Ditempat Fano, saat Fano hendak beranjak dari ruangan Andreas dan mendapat pesan dari Riri, Fano langsung berlari keluar dan menuju ke alamat yang dimaksud Riri. dia hafal dan tahu dengan alamat itu. karena iu alamat apartemen lamanya. dia menuju kesana dengan kecepatan tinggi berharap Riri amu menemuinya dan mau memberinya kesempatan kedua serta memberinya penjelasan tentang Maya yang menjebaknya.
Setelah setengah jam dia berkendara, dia sampai di depan apartemen. dia langsung memencet tombol kunci untuk masuk keruangan itu. Dia langsung mencari dimana keberadaan Riri. semua ruangan dia masuki dan menemukan Riri duduk di kursi santai balkon nya sambil menerawang jauh menatap kota.
"Sayang.. " panggil Fano pelan.
Riri yang merasa kenal dengan suara itu pun langsung bangkit dan berbalik. melihat Fano ada didepannya dia langsung memeluk Fano dengan erat. dia terisak dalam dekapan Fano.
"maafin Riri yang tak percaya sama kamu kak" kata Riri dalam isak nya.
"maafin kakak juga yang sudah buat kamu salah paham. tapi kakak kesini cuma mau jelasin sama kamu kalau kakak dijebak sama maya." kata Fano sambil melepaskan pelukannya.
"iya kak, Riri juga mau menjelaskan ke kakak kalau selama ini yang neror Riri juga Maya. karena tadi ada orang suruhan maya untuk neror Riri datang." kata Riri yang kini sudah tenang dan duduk bersebelahan dengan Fano di sofa.
"tapi kamu gak kenapa - kenapa kan sayang? apa yang orang itu lakukan?" tanya Fano penuh ke khawatiran.
"orang itu tidak melakukan apapun kak. karena Riri tak membukakan pintu. Riri tak tahu apa jadinya kalau Riri membukakan pintu. dan orang itu pergi sendiri." kata Riri. "sebenarnya apa yang terjadi malam itu kak? kenapa kakak sampai bisa dijebak sama Maya dan tidur dengan Maya?" tanya Riri.
"malam itu kakak tak sengaja ketemu Maya di parkiran apartemen yang katanya dia mau menjengukmu. tapi kakak cegah dan kakak ajak untuk ketemu sama teman kakak yang niat awalnya kakak ingin mencari tahu tentang siapa yang sudah neror kamu. tapi kakak malah mabuk, dan kata teman kakak, kakak dibawa sama seorang cewek yang mengaku sebagai pacar kakak. dia percaya aja. pas kakak tunjukin foto Maya teman kakak mengangguk. dan kamu tahu lah sayang, kakak terbangun dalam posisi telanjang bulat bersama Maya dalam sebuah kamar. bahkan Oma pun sudah dia kirimi video itu. dan disitu juga terlihat jelas bahwa kakak yang kehilangan kontrol. maafin kakak yang tak bisa menjaga semuanya sayang." kata Fano menjelaskan dan langsung memeluk kekasihnya itu dengan mesra.
__ADS_1
"udah kak, kakak tak usah seperti ini. Riri udah maafin kakak kok. terus rencana kakak apa? " tanya Riri.
"kita ikuti saja apa mau Maya. kita ikuti permainannya. dia kan sempat bilang, kalau dia bakal hamil anak kakak jadi dia bisa menikah dengan kakak. tapi kamu tenang saja. kakak gak akan biarkan dia bisa mendapatkan apa yang dia mau." kata Fano.
"terus kakak maunya gimana?" tanya Riri yang masih kebingungan.
"pokoknya kamu kalau di teror gak usah takut. kamu gak perlu menjauh dari kakak. kamu tetap harus bersikap biasa. biar nanti kalau dia kembali dan bilang dia hamil barulah kita lancarkan aksi kita." kata Fano dengan senyum menakutkan namun masih terlihat tampan dimata Riri.
***
Ditempat Maya.
"cepatlah kamu tumbuh didalam rahim ku. agar
aku bisa secepatnya menikah dengan Fano." kata Maya sambil mengelus lembut perutnya yang masih rata itu.
"yakin lah."
"yah bego lo. ya gak bakal hamil lah kalau cuma sekali. berkali-kali dong mainnya biar makin cepat dan makin mantap buat hamilnya." kata Jo.
"bener juga kata lo Jo. ya udah kalau gitu kita jebak lagi aja Fano." kata Maya bersemangat hendak pergi dari tempat persembunyian mereka.
"ngapain mesti repot-repot ngejebak Fano lagi sih May. kenapa gak sama gue aja? lo mau ketahuan kalo lo jebak dia lagi? yang ada bukannya berhasil tapi lo masuk hotel prodeo. mau lo?" kata Jo.
__ADS_1
"bener lagi deh kata lo. ya udah kalau gitu. bantu gue ya. " kata Maya sambil melepas bajunya didepan Jo.
"dengan senang hati sayang" kata Jo sumringah.
***
"Andreas, gimana? udah ketemu persembunyian mereka?" tanya Fano.
"sudah Fan. lo tenang aja kenapa sih." kata Andreas.
"gimana gak tenang Ndre, pernikahan gue aja tinggal 2 bulan. kalau sampai gagal lo yang bakal gue nikahin." kata Fano mengancam karena temannya yang satu ini trauma akan pernikahan. karena pernah di tinggal sama mempelai wanitanya saat akan ijab qabul. dan itu sudah berselang beberapa tahun yang lalu.
"iya deh iya. gue usahain." kata Andreas pasrah. karena dia gak akan menang jika berdebat dengan Fano.
drrrttt.. drrrttt...
"halo sayang" kata Fano mengangkat telfonnya.
"kamu dimana sayang? ini aku sudah pulang dari kuliah juga sudah jemput El, dan sekarang kita lagi diperusahaan kamu sayang. tapi katanya kamu keluar dari tadi dan belum pulang." Kata Riri ditelfon.
"maaf sayang, aku lagi diperusahaan Andreas, temanku yang tempo hari aku critain."
"terus kapan selesainya? ini El minta buat makan siang diluar sama kamu sayang."
__ADS_1
"ya sudah kamu tunggu di restoran mall samping perusahaan. aku akan meluncur kesana segera." kata Fano sambil menutup telfonnya dan pergi tanpa berkata apapun kepada Andreas. sedangkan Andreas yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
"bisa ya, seorang Fano kalah sama cewek kaya gitu. berbeda jauh saat dia sama Ayu dulu. ini yang namanya cinta sejati." gumam Andreas.