Ini Kisahku

Ini Kisahku
Pancingan


__ADS_3

Hallo guys, aku balik lagi. maaf ya kemarin selama seminggu aku gak up, soalnya bener-bener sibuk banget dan gak bisa buat buka mangatoon. jadi terpaksa absen deh. dan ini sudah kembali hadir guys...


Semangat membacanya guys. semoga kalian suka lagi ya💕 jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya guys😘


\=================================


Setelah selesai makan El langsung menuju ruang TV, dia menyalakan TV dan duduk bersandar disofa. Riri dan dona langsung ikut nonton TV setelah beberes meja makan dan piring kotor.


"kamu cinta banget ya sama Fano sampai masih simpan lukisan itu?" kata El pelan kepada Riri.


"Gimana ya kak mau jelasinnya, dibilang udah move on kadang aku masih kangen. dibilang masih cinta tapi aku gak boleh cinta lagi karena dia sudah terikat janji suci. dan aku menyimpan lukisan itu karena itu permintaan dia kak. dia yang nyuruh aku buat nyimpan. mungkin nanti kalau aku udah nikah aku bakal buang itu. tapi biarlah sekarang itu jadi kenanganku kak." kata Riri mencoba tersenyum meski El tau tersirat kepedihan dimata Riri.

__ADS_1


"maafin kakak ya Riri, bukan maksud kakak buat kamu sedih." kata El merasa bersalah.


"iya gak papa kok kak. aku tau kok." kata Riri tersenyum manis.


Semenjak malam iu tak pernah lagi El bertanya tentang Riri. dia hanya bertanya perihal sekolah atau bercanda bersama Dona juga.


Tak terasa sudah 4bulan El tinggal disitu namun tak ada pergerakan sedikitpun dengan Steven dan anak buahnya. hari ini bertepatan dengan pengumuman kelulusan dan perpisahan kelas XII. kedua orang tua Riri nampak hadir, duduk bersanding dengan orang tua Dona.


"jadi sudah 1 jam? kenapa om dan tante gak ngomong dari tadi sih." kata El sedikit emosi. "sekarang om dan tante pulang aja, siapa tau Dona udah pulang. kamu juga pulang sama orang tua kamu ya Riri, kakak akan cari Dona. ingat, kamu pulang kerumah orang tua kamu jangan ke kontrakan." kata El tegas sama Riri.


Semua langsung bubar mengikuti arahan El. sedangkan El langsung pergi ke markas polisi. saat dijalan dia mendapat pesan dari nomor tak dikenal. disitu terdapat gambar Dona sedang diikat di kursi. tangan kaki terikat, mulut dan mata juga terikat.

__ADS_1


Pesan itu juga berisikan ancaman untuk menemukan Dona harus datang sendiri di gudang tua bekas pabrik tepung. kalau sampai membawa anak buah maka Dona tak akan selamat.


Akhirnya El langsung melakukan mobilnya kearah gudang tua itu. dia melaju seperti kesetanan. tak pandang jalanan itu ramai atau sepi. dia benar-benar ketakutan akan Dona jika sampai kenapa - kenapa.


Butuh waktu 2 jam dia baru sampai digudang tua itu. disana dia mencari Dona keberbagai penjuru. akhirnya setelah 15menit menemukan Dona, doa langsung melepas ikatan pada diri Dona. Dona menangis sesenggukan saat mengetahui bahwa El sendiri yang kesini bukan anak buahnya.


"kamu tenang saja kakak udah ada disini. sudah jangan menangis." kata El lembut.


"justru karena kakak disini aku nangis kak. siapa yang jagain Riri? aku itu cuma pancingan agar kakak pergi dari sisi Riri. jadi Riri akan terbebas dari pengawasanmu. ayo kak kita selamatkan Riri sebelum ada apa-apa dengannya." kata Dona yang langsung membuat El terpaku. dia tak menyangka akan masuk perangkap ini. dia langsung menuju mobilnya dan melajukannya sampai dirumah Riri.


Namun naas. setelah berjam-jam sampai dirumah Riri. disana telah banyak orang yang berkerumun. terdapat juga beberapa polisi yang mengepung rumah itu. El dan Dona langsung menerobos masuk. melihat siapa yang datang, semua mata polisi langsung menuju kepada El tanpa ada yang melarangnya. saat El dan Dona melihat pemandangan yang ada didepannya, mereka langsung mematung tak percaya. Dona merosot jatuh sambil menangis terisak.

__ADS_1


__ADS_2