
Edy merasa begitu menyesal dengan apa yang dia lakukan, dia hendak meminta maaf kepada Riri, namun dia bingung mau memulai bagaimana. akhirnya dia hanya bisa melakukannya diam-diam. seperti sekarang, dia diam-diam menaruh coklat dan setangkai mawar putih kesukaan Riri dilacinya. dia menaruh saat belum ada yang datang. ia datang pagi sekali.
Sedangkan Fano yang masih menyimpan rasa suka kepada Riri hanya bisa mengirim pembatas buku yang beraneka ragam di lokernya.
Mereka memperhatikan Riri dengan sepenuh hati dan begitu memuja. namun hanya diri mereka sendiri yang tau. tak ada yang tau termasuk Riri. namun Riri hanya menanggapi sekilas.
Sedangkan Edy cemburu sangat saat
melihat Fano dan Riri dekat. yah hubungan mereka tak secanggung Riri dan Edy karena Riri masih menganggap Fano temannya.
Namun suatu ketika datang gadis cantik yang mencari Fano. siapa lagi kalau bukan tunangannya, Ayu. ya selama ini Ayu homeschooling jadi dia memiliki waktu yang fleksibel.
"halo kak Fano." sapanya ramah. namun matanya tertuju pada seorang gadis cantik disamping Fano. gadis yang wajahnya begitu teduh dengan jilbabnya itu.
"Ehh Ayu. kenapa kesini?" tanya Fano kaget melihat siapa yang menyapanya.
__ADS_1
"Ini aku nganterin makan buat kamu. kamu makan ya. aku temenin." kata Ayu ramah.
"baiklah. ohh iya ini kenalin. mereka junior ku. ini Riri dan yang gak pakai hijab Dona." kata Fano mengenalkan Riri ke Ayu.
"ohh Hai. Aku Ayu, calon Fano." kata Ayu yang hanya dijawab anggukan Riri. dia paham apa yang dimaksud Calon itu. dia melirik kearah Fano yang sedang disuapi oleh Ayu. dia cemburu. jelas sangat cemburu. namun dia meyakinkan bahwa mereka tak ada hubungan apa-apa sama Fano. tak kuat melihat mereka, Riri beranjak pergi meninggalkan mereka.
"maaf kak, habis ini aku ada ulangan, aku ke kelas dulu ya." kata Riri murung.
"iya." kata Fano merasa tak enak. namun mau gimana lagi, dia bukan siapa-siapa Riri.
"kamu berhutang penjelasan sama aku kak." kata Ayu menatap tajam Fano.
"maafin aku ya Yu. nanti saat aku pulang aku akan jelasin semuanya." katanya.
Fano POV.
__ADS_1
Jam pulang berbunyi. aku bergegas memacu motorku menemui Ayu di cafe. entah bagaimana Ayu bisa tahu tentang aku dan Riri. namun semenjak aku bersama Ayu, aku mencoba menepis Riri dari pikiranku. namun bagaimanapun aku mencoba, wajah Riri masih terus melintas dipikiranku bahkan namanya sudah mendarah daging pada hatiku.
Aku memarkirkan motorku diparkiran cafe yang tak jauh dari sekolah. aku melihat Ayu melambai. Ayu adalah gadis yang cantik, baik dan polos. namun aku masih belum bisa memusnahkan Riri dari hatiku. semoga Ayu paham dan tak marah.
"maaf lama ya nunggunya." kataku sembari duduk didepannya.
"gak kok kak, justru aku udah gak sabar dengar penjelasan kakak." katanya sambil tersenyum manis. jujur aku takut menyakitinya.
Aku menghembuskan nafasku. mengumpulkan semua keberanianku untuk menjelaskan pada Ayu.
"jadi begini ceritanya..... " Aku menjelaskan semuanya terperinci tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun kepada Ayu. dari wala aku menyukainya sampai sekarang. juga tentang brengseknya Edy. aku bercerita begitu menggebu-gebu. bahkan sepatah katapun Ayu tak memotong. dia memang pendengar sejati. aku belum pernah bercerita panjang lebar seperti ini. dan saat aku selesai menceritakannya, aku takut bahwa Ayu akan marah. tapi ternyata di luar dugaanku dia malah tertawa.
"hahahaha.. ternyata ada yang udah duluan mencairkan es dalam hati kak Fano. sungguh beruntung gadis itu. siapa tadi namanya? Riri ya. dia begitu beruntung kak. namun dia juga begitu malang mendapat kekasih yang seperti Edy. namun maaf kak, meskipun sekarang aku tau kakak belum mencintaiku, tapi aku tak bisa melepaskan kakak. aku akan membuat kakak jatuh cinta seperti aku jatuh cinta dengan kakak. Riri akan menjadi temanku. aku akan buat dia perlahan melupakanmu agar kamu tak menyakitinya saat kita menikah nanti kak." kata Ayu bijak.
"Makasih ya, kamu sudah bisa memahamiku dan memaafkanku. aku akan berusaha mencintaimu." kata Fano lembut sembari mencium kening Ayu. dan itu membuat Ayu bahagia dia akan menikah dengan lelaki yang begitu dewasa menghadapi hidupnya.
__ADS_1