
Riri POV
1bulan aku lalui dengan kehampaan. tak ada lagi semangat dalam hidupku. hari ini pengumuman kelulusan Kak Fano. dan 2 hari lagi dia menikah. bagaikan tersambar petir saat aku tahu bahwa dia akan menikah secepat itu. Awalnya aku berpikir jikalau hanya tunangan, masih bisa berubah. namun sekarang pernikahan. aku tak akan pernah bisa berharap lebih. aku harus bisa membunuh cinta yang sudah tumbuh dihatiku. bagaimanapun aku tak boleh mencintai suami orang.
Hari ini aku mempersembahkan musikalisasi puisi. dona yang bernyanyi, aku membacakan puisi dan Reza yang mengiringi kami. awalnya aku tak mau, namun Dona menyakinkan, hanya dengan puisi ini aku bisa menyampaikan ungkapan cinta yang setulus hatiku untuknya yang terakhir kali sebelum dia resmi menjadi milik Ayu.
Saat MC memanggil nama kami bertiga, kami langsung naik ke atas panggung. dari sini aku bisa bebas melihat semua teman-temanku. aku bisa melihat Kak Fano yang duduk dengan tunangannya yang terus melingkarkan tangannya di lengan kak Fano dengan manja. begitupun aku juga melihat kak edy duduk disamping ibunya melihatku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan.
Musik sudah Reza mainkan. kini Dona yang sedang bernyanyi, suaranya sungguhlah merdu. saat musik mulai melambat dan Dona berhenti bernyanyi, barulah aku membacakan puisinya.
*Cinta, akankah kau mempermainkanku?
Kau datang disaat aku bersamanya
Kau memujaku,
Kau memberikanku kasih sayangmu,
Kau membuatku jatuh,
Jatuh dalam cinta yang indah.
Kau membuatku tertawa,
Membuatku merasa istimewa,
Membuatku merasa bahagia.
Namun aku salah cinta,
Tak seharusnya kamu ada,
__ADS_1
Ada dalam hidupku,
Ada dalam hatiku,
Yang kini telah dimiliki orang.
Namun ternyata,
Bukan kamu yang seharusnya pergi
Melainkan aku.
Iya, Aku.
Karena disana ada hati yang harus kau jaga.
Aku salah cinta.
Tapi aku yang mempermainkan cinta.*
Setelah aku menyelesaikan puisiku, musik kembali dan Dona bernyanyi lagi. aku menahan tangis saat mataku bertemu pandang dengan Kak Fano. pandangan yang dulu penuh harap kepadaku, kini hanya ada pandangan sendu dimatanya. aku hanya bisa berdoa semoga kamu bahagia kak.
\=================================
Author POV
Hari ini, hari H pernikahan Fano dan Ayu. Dona sudah sedari pagi bersiap - siap. namun beda halnya dengan Riri. dia begitu enggan berangkat. namun bagaimanapun dia sendiri yang sudah berjanji untuk datang mengantar Fano ke dalam biduk rumah tangga bersama wanita lain.
"udahlah Ri, kamu harus semangat. masih banyak laki-laki didunia ini yang masih mau sama kamu Ri. namun mungkin jodoh kamu belum diketemukan oleh Allah." kata Dona yang membuat hatiku sedikit tenang.
"aku udah coba segala cara untuk melihatnya bahagia don. tapi mungkin memang inilah takdirku. dia akan bahagia bukan bersamaku." kata Riri..
__ADS_1
"makanya ayo kita kesana, udah terlambat ini." kata Dona dan diikuti Riri mengekor dibelakangnya.
Ditempat Ayu.
"mari bisa kita mulai acaranya" kata pak penghulu.
"maaf Pak, temen saya belum datang. tunggu dia datang sebentar lagi." kata Fano yang membuat kedua orang tuanya bingung.
"nunggu siapa lagi nak?" kata mamanya.
"nunggu temen Fano ma, dia janji akan mengantar Fano kedalam biduk rumah tangga dengan Ayu ma" katanya dengan sendu.
Mamanya enggan bertanya lagi. dia tau, itu pasti Riri. si gadis cantik yang lukisannya ada di setiap kanvas milik Fano diruang rahasia yang hanya mamanya yang tau. bahkan Ayu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya pun tak pernah tau.
Namun ternyata Ayu juga paham siapa yang ditunggu Fano. dia berbisik bertanya kepada Fano.
"apa Riri yang kamu tunggu kak?" kata Ayu pelan namun berhasil membuat mata Fano membulat takut akan Ayu yang membatalkan pernikahan. namun belum sempat dijawab, Riri datang bersama Dona. dan itu membuat Fano tersenyum bahagia.
Melihat Fano tersenyum, Riri mencoba ikut tersenyum meskipun sangat sakit melihat sang pujaan hati harus menikahi wanita lain. dalam hati dia berharap bisa bertemu dengan sang jodoh yang baik seperti Fano.
"SAH.."
Kata itu membuyarkan lamunan Riri. dan kini dia hanya bisa tersenyum pahit melihat mereka sudah sah menjadi suami istri.
Kini Fano dan Ayu sedang bersalaman dengan para tamu yang mengucapkan selamat. tiba saat Riri memberi selamat kepada mereka. meski bibirnya tersungging senyum yang begitu menawan hati, namun matanya menatap penuh kesedihan.
"Selamat ya kak, semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. dan segera diberi momongan. aamiin. " kata Riri yang disambut baik dengan Fano dan Ayu. Fano tak bisa menjawab apa-apa. dia tahu Riri pasti sakit, namun dialah sebenarnya yang lebih sakit. dia harus menunggu Riri putus dari edy, namun ternyata takdir mengatakan dia harus menikah bersama wanita lain. padahal dia selalu berharap wanita yang ada di depannya lah yang akan menjadi istrinya, bukan yang sekarang ada disampingnya.
"Makasih ya Ri, semoga kamu juga segera bertemu dengan jodohmu dan segera menyusul kita." kata Ayu.
"iya Yu, makasih do'anya. Semoga kalian bahagia." katanya penuh dengan haru.
__ADS_1