
Ausie
Riri sudah setengah tahun berada di Ausie. dia kuliah dan kerja part time dirumah Oma Rosa mengurus cucunya El. disana dia sedikit merasa curiga karena tak ada satupun foto ayah dan bunda El. karena penasaran, Riri pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Oma, kenapa di rumah ini gak ada foto Bundanya El Oma? bahkan Ayahnya saja juga tidak ada." tanya Riri.
"foto Bundanya emang sengaja hanya ada dikamar ayahnya. ayahnya tak mau membuat El sedih karena terus menanyakan ibunya dan itu membuat El terpukul. oleh karena itu sengaja dirumah ini hanya ada foto El saja. tak ada foto yang lain." kata Oma sedikit sendu.
"ohh maaf Oma, Riri tak bermaksud membuat Oma sedih." kata Riri merasa tak enak hati.
"iya gak papa. lagian ini gak tau kenapa Ayahnya El gak balik lagi. udah lama banget gak pulang-pulang." tanya Oma.
"untungnya El gak rewel ya Oma. dia anaknya juga gak sering nanyain Ayahnya."
"iya, El itu anak mandiri. dia gak manja."
Saat mereka sedang asyik berbincang di dapur, El berteriak memanggil Ayahnya. karena penasaran Riri ingin melihat El namun dihalangi oleh Oma.
__ADS_1
"udah gak usah. itu pasti Ayahnya. dia selalu gitu kalau Ayah-nya pulang. kamu bikinin minuman coklat hangat buat menantu saya saja ya." kata Oma pergi meninggalkan Riri sendiri.
"baik Oma." Riri langsung menjalankan perintah Oma. dia membuat Coklat panas untuk Ayah El. setelah selesai langsung keluar menuju ruang tamu. namun baru sampai diujung ruangan pembatas ruang keluarga dengan ruang tamu, dia melihat seorang pria yang selama ini dia rindukan. seorang pria yang sampai sekarang masih mengisi ruang hati Riri yang paling dalam.
Tanpa sadar Riri melepaskan nampan berisi gelas dan coklat panas itu. dan....
Praaaannngggg
Bunyi nyaring gelas pecah memenuhi ruangan. semua melihat Riri yang berdiri mematung dengan linangan air mata. sedangkan cowok itu yang tak lain Fano ayah dari El juga ikut terkagetkan dengan suara gelas pecah. namun dia lebih kaget saat melihat Riri yang selama ini dia cari dan dia rindukan ternyata menjadi baby sister anaknya sendiri.
Fano langsung berlari kearah Riri tanpa memperdulikan tatapan bingung Oma yang melihatnya. Fano langsung memeluk erat Riri. menangis dalam pelukan gadis iu begitupun juga Riri yang memeluk Fano erat dan menangis dalam dada bidang Fano. mereka berpelukan melepas rindu juga mencurahkan semua yang Riri rasakan selama tak ada Fano disisinya. pelukan yang selama ini dia inginkan. pelukan yang menghangatkan hati dan memenangkan diri Riri. pelukan dari seorang yang benar-benar dia cintai.
"aku sayang kamu kak. aku mohon jangan pergi lagi. aku sudah tak punya siap - siapa lagi kak." kata Riri dalam tangisnya.
Oma hanya membiarkan mereka tenang dulu baru menanyai apa yang sebenarnya terjadi. setelah dikiranya tenang, Riri membersihkan kekacauan yang dia buat dan gabung bersama Fano yang sudah duduk disamping Oma. saat hendak duduk, Oma berkata kepada Riri.
"Sini nak. duduk dekat Oma." kata Oma. dan ketika Riri duduk disamping Oma, Oma langsung memeluknya. "Oma sudah tahu semua tentang kamu dari Fano. tentang keluarga dan tunanganmu. juga tentang perasaan kalian berdua." lanjut Oma.
__ADS_1
Riri hanya memandang bingung Fano karena dia bingung darimana Fano tau semuanya tentang keluarga dan tunangannya. seakan tahu apa arti dari tatapan Riri, Fano pun menjelaskan bahwa itu karena dia dikasih tau dari Edy yang kini dekat dengan Dona.
"kenapa kami tak pernah cerita dengan Oma pasal semuanya nak? kamu hanya bercerita sedikit sewaktu di bandara saat kita baru pertama kali bertemu." kata Oma.
"maafin Riri Oma, Riri lari kesini karena Riri tak ingin mengingat semua itu. karena bagi Riri itu begitu menyakitkan Oma. Riri harap Oma mengerti." kata Riri.
"mulai sekarang kamu tinggal disini bersama Oma dan Fano. lagipula El juga begitu dekat denganmu." usul Oma.
"tapi Oma.. " perkataan Riri terpotong saat tiba-tiba Fano berlutut didepan Riri duduk dan menggenggam tangan Riri erat.
"aku mohon tinggallah disini. kita mulai dari awal lagi. kita mulai seperti saat kita pertama kali kenal dulu. aku mohon Riri. kalau kamu tak mau mempertimbangkan tentang aku dan Oma, pertimbangkan kah tentang El yang sudah begitu dekat denganmu dan menganggapmu sebagai bundanya." kata Fano pelan.
"tapi diluar sana masih banyak wanita lain kak, kenapa harus Riri." kata Riri.
"karena selamanya kakak hanya mencintaimu." kata El Fano tegas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Guys maaf, kalian nungguin novel ini Up ya.. maaf banget.. aku gak bisa update tiap hari. terlebih lagi akhir - akhir ini aku sibuk banget. tiap buka Novel Toon dan mau ngirim naskah tiba-tiba aja udah gak mood dan gak ada inspirasi. soalnya jujur aja ini novel aku gak buat salinannya. tiap episode yang aku up murni dari pikiran kepalaku. jadi benar-benar masih fresh dari imajinasiku sebagai penulis. jadi maaf ya kalau aku lagi gak ada inspirasi jadi gak bisa up.
Maaf banget..