
Pagi harinya.
"Oma, kak Fano kemana ya? kok gak pulang? terus ditelfon kenapa gak bisa." kata Riri kepada Oma.
"entahlah nak. Oma juga gak tahu." jawab Oma.
Tiba-tiba HP Riri berbunyi. sebuah pesan masuk dari sebuah nomor asing. pesan yang membuat Riri langsung pergi ke sebuah penginapan kecil.
"Oma Riri pergi dulu ya Oma. titip El." pamit Riri dan Oma hanya heran melihat tingkah Riri.
Didalam taksi Riri kembali melihat pesan itu kembali. sedikit rasa cemas dihati Riri.
☑ Nomor Tak Dikenal
Kalau ingin tahu dimana Fano, temui aku di penginapan XXX
***
Disebuah kamar, Fano merasakan kepalanya pusing. dia mengerjapkan matanya. terlebih dia mendengar sebuah tangisan di sampingnya. dan dia baru sadar bahwa sekarang keadaannya sedang telanjang bulat. dia melihat ke arah samping bahwa ada Maya yang menangis tersedu-sedu.
"Maya, apa yang terjadi kepada kita? kenapa aku bisa terbangun dalam keadaan seperti ini bersamamu?" tanya Fano.
"hiks.. hiks.. hiks.. " Maya tak bisa menjawab dia hanya menangis.
Braaakkk...
Pintu itu terbuka paksa. terlihat seorang wanita yang memasang muka kaget.
"Kak Fano. Maya!" teriak gadis itu, Riri. "APA YANG KALIAN LAKUKAN!" bentak Riri.
"sayang aku bisa jelaskan. ini bukan seperti yang kamu lihat sayang." kata Fano.
"terus maksud kamu apa kak? apa aku merangkak diranjangmu sendiri? apa aku yang menggodamu? apa kamu gak ingat kalau tadi malam kamu mabuk dan memperkosa ku kak? kamu benar-benar brengsek!" kata Maya yang langsung membawa selimut itu ke kamar mandi untuk ganti pakaian.
"sekarang kamu masih mau bilang kalau ini gak seperti yang aku lihat kak? Setelah apa yang Maya jelasin ke aku kakak masih mau ngelak lagi? cukup ya kak." kata Riri lalu pergi meninggalkan Fano sendiri yang masih bingung dengan semuanya ini.
__ADS_1
Maya keluar dari kamar mandi. dia langsung berlalu meninggalkan Fano, tapi sempat dicegah oleh Fano.
"ceritakan apa yang terjadi tadi malam? aku tak mungkin se **** itu." kata Fano dengan sedikit kasar menarik lengan Maya.
"lalu aku harus jawab apa? harus jawab kalau aku yang goda kamu gitu? aku masih punya harga diri untuk goda tunangan sahabat aku. dan kamu harus ingat ya, kalau tadi malam kamu yang ajak aku kesini dan buat aku mabuk. ingat itu!" kata Maya langsung menghempaskan tangan Fano dari lengannya dan keluar dengan membanting pintu.
Fano duduk di ranjang dan mengacak rambutnya frustasi. dia bingung tak tahu harus bagaimana membuat Riri percaya bahwa dia tak melakukan apapun kepada Maya. terlebih dia sama sekali tak ingat apapun selain.....
#flashback
"halo bro. sorry lama" sapa Fano kepada seorang cowok. Andreas namanya.
"iya gak papa. gimana ada perlu apa lo cari gue?" tanya Andreas.
Fano pun menceritakan semuanya tentang masalah yang sedang dihadapi Riri. Andreas yang melihat temannya begitu terpuruk pun mengajak minum. hingga Andreas juga ikut mabuk bersama. dan ditengah kesadarannya, Andreas melihat Fano dibawa oleh Maya.
"mau kau bawa kemana Fano?" tanya Andreas dengan keadaan mabuk.
"gue pacarnya. gue bawa pulang dia." kata Maya berbohong.
#flashback off.
"Aku harus cari Andreas. hanya dia saksi mata satu - satunya. agar aku bisa apasih bukti ke Riri kalau aku tak pernah berbohong. tapi aku harus pulang dulu melihat keadaan Riri." kata Fano yang langsung bergegas untuk pulang menemui Riri.
Selama dalam perjalanan Fano menatap jalan dengan mata kosong. dia gak menyangka bahwa untuk kedua kalinya dia menyakiti orang yang sama. orang yang dia yakini bahwa akan menjadi belahan jiwanya.
Saat sampai di apartemen, Fano terus masuk dan melihat El dan Oma menangis sambil berpelukan.
"Oma, kenapa kalian menangis? ada apa ini?" tanya Fano.
Tanpa menjawab, Oma langsung mendekati Fano dan menampar muka Fano dengan keras.
Plaaakk.
"ini buat Riri yang kamu sakiti." kata Oma.
__ADS_1
"Oma, aku gak pernah ada maksud nyakitin Riri Oma." mohon Fano.
"terus ini apa?" kata Oma sambil menyalakan TV dan terputar lah sebuah video dari DVD yang diputar.
Video itu menjelaskan tentang pergulatan panas antara Maya dan dirinya. dan terlihat dengan jelas bahwa memang Fano lah yang memaksa Maya untuk melakukan itu. Fano geram melihat itu langsung mematikan video itu.
"Oma, dimana Riri sekarang Oma." tanya Fano.
"kamu tak perlu mencarinya lagi. kamu gak pantas untuknya yang baik. dan kamu mulai hari ini pergi dari sini. aku tak mau cucuku terpengaruh olehmu. PERGI!" usir Oma dan langsung mendorong Fano keluar apartemen.
Melihat ini Fano merasa begitu sakit. entahlah apa yang sudah dia lakukan hingga bisa mendapatkan semua ini. tanpa basa basi dia langsung pergi mencari Andreas agar masalah ini bisa selesai.
Diperjalanan dia melihat Maya yang sedang duduk di sebuah cafe. awalnya dia hendak mengacuhkannya, namun akhirnya dia mendekatinya juga. namun belum sempat menghampiri Maya, ada seseorang yang mendekat.
"bagaimana? udah beres videonya?" kata Maya pada orang itu. Fano yang mendengar apa yang diucapkan Maya pun langsung merekam percakapan mereka.
"udah May, wah gila lo. hot juga lo waktu main di ranjang. gue yang ngrekam aja bisa dibuat h***y sama lo." kata orang itu.
"itu mah gak penting Jo. yang penting gue bisa dapatin Fano. setelah gue hamil, gue akan jadi istrinya. dan gue akan jadi orang kaya." kata Maya.
"tapi lo yakin mau ngerebut Fano dari sobat lo sendiri?"
"lah kenapa gak? asal lo tau ya Jo, dia tu terlalu baik dan polos jadi mudah banget buat ngerebut cowoknya. awalnya sih susah. tapi setelah malam tadi gue yakin kalau gue akan dapatin Fano dan hartanya. terlebih kalau gue sampai hamil anaknya. gak akan ngelak deh tu anak buat jadiin gue istrinya." kata Maya panjang lebar tanpa tahu kalau selama ini Fano mendengarkan percakapan mereka.
"dasar lo serigala berbulu domba."
"kalau kita mau mendapatkan sesuatu itu harus bisa menyingkirkan semua penghalang Jo."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo guys, buat kalian yang bilang kalau ini upnya lama maaf ya. aku udah pernah bilang kalau ini bukan novel harian jadi tak bisa update setiap hari. hanya bisa beberapa hari sekali karena aku juga punya kesibukan yang gak bisa ditinggal jadi aku gak kerja sambil pegang naskah. maaf ya.
Salam sayang dari Fano.❤
__ADS_1