
Maaf ya sudah lama gak up...maaf sudah buat kecewa...karena aku lagi ikut jumkat yang novel satunya...sekali lagi maaf 🙏
❤️ Happy Reading ❤️
''Selamat malam ma...pa...sayang...'' sapa Ardi saat baru turun dan menemui semua anggota keluarga yang berada di ruang keluarga.
Karena ini memang sudah lewat waktu jam makan malam.
''Mami mana pi?'' tanya Langit yang tak melihat kehadiran sang mami.
Padahal bocah kecil itu masih sangat rindu dengan dengan maminya.
''Mami masih dikamar sayang.'' jawab Ardi.
''Langit mau sama mami.'' rengek bocah itu.
''Langit sama mbak dan Oma, opa dulu ya...maminya masih kecapekan.'' kata Ardi memberi pengertian. ''Langitkan anak papi yang pinter...'' sambungnya lagi.
''Gimana gak cepek, pulang langsung aja di gempur.'' gumam mama Mega yang masih terdengar oleh telinga Ardi dan membuat Ardi langsung menatap ke arah mamanya.
''Kamu gak makan Di?'' tanya papa Awan.
''Nanti Ardi makan di kamar aja pa bareng sama Selin.'' jawab Ardi. ''Bik tolong siapkan makanan di piring ya...nanti biar saya bawa sendiri ke kamar.'' kata Ardi pada sang art.
''Di, sini...'' kata mama Mega sambil menarik tangan Ardi dan berjalan agak menjauh dari ruang keluarga.
''Apa sih ma?'' tanya Ardi.
''Kamu itu kalau mau gempur Selin kira-kira dong.'' kata mama Mega. ''Pintu itu di tutup dan di kunci dulu...jangan asal main gas aja sampai pintu jangankan di kunci...bahkan tak tertutup secara sempurna.'' katanya lagi dengan begitu kesal jika melihat hal yang tak seharusnya di lihat tadi.
''Apa maksud mama? pintu kamar ketutup rapat kok...cuma iya sih lupa yang di kunci.'' kata Ardi.
''Iya ketutup sempurna...karena mama yang nutup.'' kesal mama Mega. ''Untung saja tadi mama yang naik ke atas dan mau manggil kalian buat makan malam, kalau art gimana? atau kalau Langit gimana?'' sambungnya.
''Hehehe...maaf ma.'' ucap Ardi setelah terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal sama sekali.
Jujur malu sebenarnya dia...malu banget.
''Oma.'' panggil Langit setengah berseru.
''Iya sayang sebentar.'' sahut mama Mega. ''Awas aja kalau kamu ulangi lagi.'' kata mama Mega pada sang putra lalu berlalu begitu saja meninggalkan Ardi untuk menghampiri Langit.
Ardi pun ikut mengekor di belakang mama Mega.
__ADS_1
''Sudah bibik siapin di meja makan tuan muda.'' kata sang art menghampiri Ardi.
''Oh iya bik, terimakasih.'' ucap Ardi. ''Langit...jangan tidur malam-malam ya nak...'' kata Ardi pada putranya. ''Sini cium papi dulu sebelum papi ke atas.'' kata Ardi yang membuat Langit menghampirinya.
Di berikan beberapa ciuman di wajah sang putra.
❤️❤️❤️❤️❤️
Cklek
''Sudah bangun?'' tanya Ardi begitu masuk melihat sang istri yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang.
''Hem.'' jawab Selin.
''Kamu lebih baik mandi dulu biar seger, terus kita makan malam.'' kata Ardi sambil memperlihatkan nampan yang berada di tangannya berisi penuh makan untuk mereka berdua.
''Hem.'' sahut Selin.
Dengan malas dirinya mulai menurunkan satu persatu kakinya untuk menapak di lantai.
Kalau boleh jujur...saat ini seluruh tubuhnya terasa seperti remuk.
Pagi tadi di gempur di vila, terus harus ikut berbagai kegiatan, habis itu menempuh perjalanan yang lumayan...eh sampai rumah...belum juga istirahat...sudah main di gempur lagi tu sama si mantan duda.
Melihat Selin yang begitu terlihat sangat kelelahan sebenarnya membuat Ardi merasa kasihan...tapi mau bagaimana lagi, tubuh dan semua yang ada pada Selin sudah membuat candu untuknya...tubuh itu serasa terus menarik tubuhnya untuk terus mendekat, bahkan sangat sulit untuknya mengelak dan menahan gejolak pada tubuhnya.
''Sini, biar aku aja yang keringkan.'' kata Ardi yang kini sudah berada di belakang Selin yang sedang duduk di depan meja rias.
''Memang bisa?'' tanya Selin.
''Enggak.'' jawab Ardi dengan jujur. ''Tapikan kamu bisa kasih tau aku bagaimana gunain alat ini.'' sambungnya.
Selin pun langsung memberi tau Ardi gimana supaya alat itu berfungsi.
Dengan telaten Ardi mengeringkan rambut Selin menggunakan alat yang baru dia ketahui bernama hairdryer, maklum walaupun dia kaya...dia tak pernah menggunakannya alat semacam itu, dia pria jadi sangat mudah untuk rambutnya cepet kering seusai berkeramas.
''Selesai.'' ujar Ardi sambil mematikan alat yang ada di tangannya. ''Ayo makan dulu...'' katanya lagi.
Mereka pun makan berdua di kamar.
Tak ada kata cinta yang terucap dari bibir keduanya...tapi mereka menjalani hubungan ini selayaknya pasangan suami istri pada umumnya.
Sebenarnya bukan tak ada kata cinta yang terucap...tapi belum ada kata cinta yang terucap lebih tepatnya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️
''Aku mau bawa ini ke bawah...apa ada yang kamu inginkan, jadi biar aku bawakan sekalian?'' kata Ardi seusai mereka makan malam.
''Gak ada...terimakasih.'' ucap Selin.
''Kamu bisa tidur duluan...karena aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu.'' kata Ardi lagi.
''He'em.'' jawab Selin. ''Tapi aku mau ke kamar Langit dulu...boleh?'' tanyanya. ''Aku masih rindu dengannya.'' sambungnya.
''Tentu saja.'' jawab Ardi. ''Langit saat ini juga putramu,jadi kamu tak perlu meminta ijin padaku jika akan mengunjunginya di kamar.'' katanya. ''Dia katanya juga rindu sama kamu.'' kata Ardi lagi.
Selin dan Ardi pun keluar kamar bersama namun mereka berbeda tujuan.
Bila yang satu ingin turun ke lantai bawah, yang satunya...ingin pergi ke kamar sang putra.
❤️❤️❤️❤️❤️
Cklek
''Langit sudah tidur mbak?'' tanya Selin pada pengasuh Langit.
''Sudah nyonya...baru saja.'' jawabnya.
''Rewel gak selama saya gak ada mbak?'' tanya Selin lagi.
''Iya sedikit rewel nyonya, tapi untung saja bisa di tenangin sama nyonya besar dan tuan muda.'' jawabnya.
''Mbak bisa lanjutin istirahat...saya cuma mau di sini sebentar...pengen peluk Langit...kangen.'' kata Selin.
''Baik nyonya muda.'' jawabnya lagi.
Niat awal memang cuma ingin memeluk Langit...membawa bocah tampan yang sedang terlelap itu kedalam dekapannya, tapi tanpa sadar Selin malah ikut terlelap di sana.
Cklek
''Ternyata masih di sini.'' gumam Ardi.
Tak dapat di pungkiri bibir pria itu tertarik keatas membentuk sebuah senyuman...rasanya bahagian melihat istrinya bisa begitu sayang pada sang putra.
''Tuan muda.'' sapa sang pengasuh yang terbuka kembali matanya begitu mendengar suara pintu yang terbuka.
''Shuttt...'' Ardi memberi isyarat agar dia diam. ''Saya mencari nyonya.'' lirihnya.
__ADS_1
Melihat Selin yang begitu lelap dalam tidurnya membaut Ardi tak tega untuk membangunkannya.
Sehingga Ardi memutuskan untuk mengangkat tubuh Selin secara perlahan untuk di bawanya ala bridal style menuju ke kamar mereka, tapi sebelum itu...Ardi lebih dulu mengecup kening sang putra dan mengucapkan selamat malam meskipun bocah itu tak akan tau karena sudah menyelam ke alam mimpi.