
❤️ Happy Reading ❤️
''Ini buat apa?'' tanya Selin saat Ardi menyusun guling di tengah-tengah ranjang malam ini.
Ini begitu aneh aja baginya...
''Ini untuk pembatas.'' kata Ardi.
''Kamu sudah gak mau tidur dekat-dekat sama aku lagi?'' tanya Selin, ya memang begitulah bumil lebih sensitif.
''Bukan begitu, cuma aku gak mau aja nanti saat aku tidur malah kaki sama tanganku gak sengaja kena perut kamu.'' terang Ardi yang tak ingin istrinya itu salah paham. ''Kamu tau sendiri kalau tidur kau maunya peluk-peluk kamu.'' imbuhnya lagi.
''Aku rasa sikap kamu ini terlalu berlebih-lebihan tau gak.'' kata Selin. ''Iya ini memang kehamilan pertama buat aku apalagi di barengi dengan kejadian kemarin itu, tapi inikan bukan kali pertama kamu ngadepin ibu hamil.'' katanya lagi. ''Apa kamu dulu seperti ini sama maminya Langit?'' tanya Selin penasaran.
Menurut Selin sikap Ardi terlalu berlebihan untuk seorang suami yang sudah punya anak sebelumnya.
''Enggak...aku gak pernah kayak gini sebelumnya.'' jawab Ardi. ''Ini kali pertama...'' sambungnya.
''Mak...maksudnya?'' tanya Selin.
''Huft...mungkin sudah saatnya kamu tau tentang semuanya.'' kata Ardi.
''Apa?'' tanya Selin.
''Langit bukalah putra kandungku...'' ujar Ardi. ''Aku belum pernah menikah sebelumnya dan kenapa bisa ada Langit, itu karena beberapa tahun yang lalu...saat aku berkendara, aku melihat sepasang suami istri yang mengalami kecelakaan dan kebetulan istrinya itu sedang hamil tua.'' cerita Ardi. ''Singkat cerita di pria meninggal akibat kecelakaan tersebut dan di susul oleh sang istri setelah melahirkan...karena kondisinya terus melemah, tapi sebelum meninggal dia menyerahkan putranya padaku karena mereka sama sekali tak memiliki sanak saudara.'' jelas Ardi.
''Anak itu...Langit?'' tanya Selin padahal tadi Ardi sudah menyebutnya di awal.
''Iya kamu benar.'' jawab Ardi. ''Terus bagaimana perasan kamu saat ini setelah tau semuanya?'' tanya Ardi. ''Aku harap kamu gak berubah pada Langit dan gak cerita ini dengan siapa pun karena yang tau hanya keluarga inti Cakrabuana.'' katanya lagi.
''Enggak...tentu saja enggak, karena aku sudah menganggap Langit seperti putraku sendiri.'' jawab Selin. ''Bocah tampan itu telah mencuri serta menempati salah satu ruang di hatiku sejak pertama kali bertemu.'' sambungnya.
''Terimakasih dan aku sangat bahagia mendengarnya.'' kata Ardi.
''Hah aku gak nyangka ternyata yang menikah denganku adalah seorang bujangan bukan duda.'' ujar Selin. ''Terus ini mau tetap seperti ini?'' tanya Selin dengan menunjuk guling yang di susun Ardi.
''Ini semua demi ka....'' kata Ardi.
''Terserahlah.'' potong Selin dengan kesal dan kemudian langsung membaringkan tubuhnya dan tidur membelakangi Ardi.
Padahal Selin ingin tidur di pelukan sang suami sama seperti malam-malam sebelumnya...tapi ini malah apa...pembatas-pembatas gak jelas.
__ADS_1
Sangking kesalnya, sampai Selin pun terlelap dengan posisi yang masih sama.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Mau kemana?'' tanya Ardi dengan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Selin dari belakang.
Selin memutar tubuhnya dan melihat bahwa giling yang Ardi susun semalam sudah tidak ada.
Melihat Selin yang tidur membelakanginya, membuat Ardi berubah pikiran dan langsung menyingkirkan guling-guling yang di susun.
''Aku mau ke kamar mandi, mau bersih-bersih.'' jawab Selin apa adanya.
''Masih terlalu pagi.'' sahut Ardi. ''Tidur lagi.'' sambungnya.
''Kalau tidur lagi nanti bisa bangun kesiangan dan terlambat ke kantor.'' jawab Selin.
''Memang siapa yang mau ke kantor?'' tanya Ardi.
''Ya kitalah...kitakan harus masuk kerja.'' jawab Selin.
''Cuma aku yang kerja bukan kita.'' jawab Ardi.
''Maksudnya?'' tanya Selin.
''Loh gak bisa gitu dong, jangan main ambil keputusan sepihak.'' protes Selin yang langsung duduk. ''Sebelumnya kita juga sudah pernah bahas hal ini.'' protesnya lagi.
''Kita memang pernah bahas hal ini, tapi situasinya berbeda.'' kata Ardi yang ikut duduk. ''Yang jelas aku gak mau kalau sampai terjadi sesuatu dengan kamu dan juga anak kita...kejadian kemarin masih begitu sangat membekas di pikiran aku.'' sambungnya.
''Tapi...'' kata Selin.
''Kamu bisa kembali bekerja lagi nanti kalau sudah melahirkan atau aku bisa buatkan kamu usaha kalau kamu mau.'' potong Ardi. ''Sekarang tolong sekali ini aja dengerin katanya kata aku...'' kata Ardi. ''Aku mau kamu lebih fokus dengan kehamilan kamu.'' ujarnya.
''Hem baiklah.'' sahut Selin dengan pasrah.
Kerena mau membantah pun gak ada gunanya...gak bakal mempan.
''Bagus, sekarang ayo sini...tidur lagi.'' kata Ardi mengajak Selin untuk kembali merebahkan tubuhnya.
Mau tak mau pun Selin hanya bisa mengikuti maunya sang suami, karena Ardi langsung menarik Selin kedalam dekapannya.
❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
''Sini aku pasangin dasinya.'' kata Selin saat sang suami sedang bersiap-siap.
Sedangkan dirinya sendiri saat ini juga sudah tampak segar dan juga sudah wangi, karena dirinya pun sudah mandi.
Meskipun tadi sebelum mandi penuh dengan perdebatan, karena Ardi dengan kekehnya tak membiarkan Selin untuk berjalan sendiri bahkan malah menggendong Selin dan membantunya.
''Eith...mau kemana?'' tanya Ardi saat Selin ingin turun dari ranjang.
''Ya mau kebawahlah.'' jawab Selin.
''No, kamu gak boleh kemana-mana.'' kata Ardi. ''Nanti akan ada pelayan yang datang mengantarkan makanan untuk kita sarapan.'' sambungnya.
''Tapi aku bosen mas di kamar terus.'' protes Selin.
''Apa tadi kamu bilang? ulangi lagi.'' pinta Ardi.
''Aku bosen.'' jawab Selin.
''Bukan...setelah itu.'' kata Ardi. ''Kamu tadi panggil aku apa?'' tanyanya.
''M..mas.'' lirih Selin.
Padahal Selin pernah memanggil Ardi dengan panggilan mas, kemarin sewaktu accident terjadi tapi mungkin karena sangking paniknya sampai Ardi tak terlalu memperhatikan.
''Aku suka panggilan itu'' celetuk Ardi. ''Dan aku mau kamu panggil aku dengan itu...mas.'' katanya lagi. ''Emmm apalagi kalau mau panggil aku dengan kata sayang...'' sambungnya.
''Ish.'' desis Selin yang semakin membuat Ardi tersenyum.
''Coba panggil...mas...atau sayang...'' goda Ardi.
''Ck, apaan sih.'' kata Selin dengan wajah yang memerah, pasalnya dia spontan saja panggil Ardi mas.
Walau itu sudah lama ada di dalam benak dan angan-angannya.
❤️❤️❤️❤️❤️
Sedangkan di perusahan Cakrabuana semua karyawan sedang heboh dan merasa bahagia plus bingung.
Karena mereka pagi ini tiba-tiba mendapatkan pengumuman bahwa seluruh karyawan akan mendapatkan bonus, itu yang membuat mereka heboh serta bahagia.
Dan yang membuat mereka bingung, ada apa? kenapa mereka di berikan bonus padahal istri presdir mereka saja baru tertimpa musibah dan masuk rumah sakit.
__ADS_1
Apalagi terdengar pula bahwa istri Presdir mereka juga resign dari perusahaan.