Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 73


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari semakin berganti, tak terasa umur kehamilan sang nyonya Cakrabuana sudah menginjak usia sembilan bulan.


Tinggal beberapa hari lagi perkiraan lahiran keluarga itu akan kedatangan anggota baru yang tentunya akan semaki mengikat cinta antara Ardi dan Selin.


Seperti kehamilannya yang lalu, Selin dan Ardi tak mau mengetahui jenis kelamin sang buah hati.


Malam ini di kediaman Cakrabuana sedang mengadakan acara khusus untuk sang ibu hamil...ala-ala baby shower.


Bukan apa-apa...mereka cuma mau membuat mood sang ibu hamil bahagia dan tak begitu tegang menjelang persalinan.


Bahkan sebelumnya papa Awan dan mama Mega pun pernah menyarankan Ardi untuk mengajak Selin baby moon walau tak jauh-jauh tempatnya, namun usul itu ditolak oleh bumil dengan alasan tak tega meninggalkan anak-anak terutama Lana yang masih terlalu kecil.


Semenjak usia kehamilan yang ke sembilan bulan ini, Ardi memilih untuk bekerja di rumah agar bisa menjaga sang istri dan juga buah hatinya...Ardi ingin menjadi suami sekaligus ayah siaga untuk istri dan anak-anaknya.


❤️❤️❤️❤️❤️


Area taman sudah di sulap sedemikian rupa untuk acara pada malam ini.


Acara yang hanya akan di hadiri olah keluarga terdekat, yaitu adik-adik Ardi dan kakak Selin serta sang asisten setia.


''Ini dia bintang utama kita malam ini.'' seru Larisa saat Ardi keluar dengan sang istri.


Mereka berdua memakai pakaian dengan warna senada yaitu biru muda, begitu pula dengan kedua buah hatinya.


Selin benar-benar bahagia karena keluarganya berkumpul dengan formasi lengkap.

__ADS_1


''Ayo kak cepet tusuk balonnya...kita sudah gak sabar nih ingin tau the next Lazuardi Cakrabuana.'' seru Lulana.


''Iya kak ayo.'' seru Larisa.


Selin hanya tersenyum dan menuruti perkataan kedua adik iparnya.


Selin mengambil salah satu balon dan menusuknya.


Dor


''Wah pink....itu artinya anak kalian nanti perempuan.'' seru Lula saat melihat yang keluar dari balon besar yang di tusuk Selin adalah balon kecil-kecil berwarna pink.


''Kakak Langit nanti tetap akan jadi yang tertampan sedangkan Lana akan memiliki teman bermain yang sama menggemaskannya.'' timpal Lulana.


Bagi Ardi dan Selin mau perempuan...mau laki-laki sama saja yang penting anak mereka lahir dengan selamat tanpa ada kekurangan suatu apapun.


Sudah banyak hidangan yang tersedia di meja yang telah di siapkan oleh para art.


Malam ini para pekerja di kediaman Cakrabuana pun di ajak untuk makan bersama dengan makanan yang sama, baik itu art, tukang kebun bahkan scurity.


Mereka makan dengan duduk lesehan di beberapa tikar yang berukuran besar, mereka duduk bersama...tak ada majikan dan tak ada pekerja, semua berbaur menjadi satu...saling bercengkrama dan tertawa. Hanya sang bumil saja yang bagaikan raja...duduk di sebuah kursi, karena kondisi bumil yang tak memungkinkan untuk duduk lesehan.


''Bagaimana sayang...apakah kamu bahagia malam ini?'' tanya Ardi yang duduk di bawah Selin.


''He'em mas...aku sangat bahagia...'' jawab Selin. ''Terimakasih.'' ucapnya.


''Sama-sama sayang, tapi seharusnya kamu tak perlu mengucapkan terimakasih...karena sudah tugasku sebagai seorang suami untuk membuatmu sebagai istriku bahagia.'' kata Ardi dengan memandang ke arah Selin serta tangannya yang menggenggam ibu dari anak-anaknya. ''Lagian bukan kamu yang harusnya berterimakasih melainkan aku...karena kamu lebih banyak memberiku sebuah kebahagiaan dan pengorbananmu sebagai seorang ibu juga lebih banyak...tak bisa terukur dengan materi sebanyak apapun.'' sambung Ardi lagi.

__ADS_1


''Aku masih gak nyangka kejadian tak terduga yang menimpa kita ternyata menghantarkan pada sebuah kebahagian, yang bahkan dalam angan pun tak pernah terlintas.'' kata Selin. ''Aku yang hanya anak biasa berstatus yatim piatu...bisa bersanding dengan dirimu yang dari kalangan pengusaha kaya...kalangan yang sangat jauh jangkauannya dari orang sepertiku.'' lanjut Selin. ''Terimakasih telah hadir dalam hidupku dan terimakasih karena telah menerima wanita biasa ini.'' ucap Selin.


''Aku yang harus berterimakasih sayang...bahan aku rasa sekali bahkan berkali-kali pun tak akan cukup untukku mengucapakan terimakasih padamu.'' kata Ardi. ''Terimakasih juga karena telah hadir dalam hidupku dan Langit dan terimakasih juga atas segala kesabaranmu menerima semua prilakuku baik di masa lalu maupun di masa sekarang.'' kata Ardi lagi. ''Kamu adalah masa sekarang dan masa depanku sayang...kamu dan anak-anak kita, kalian adalah prioritas bagiku.'' sambung Ardi.


Ardi kemudian mengajak Selin untuk sedikit menjauh...dan mereka pun akhirnya berpelukkan untuk meluapkan segala rasa yang mereka rasakan saat ini.


Di balik itu semua ternyata ada dua pasang mata yang mengamati kemesraan mereka berdua...yaitu mama Mega dan papa Awan.


''Mama sangat bahagia melihat mereka pa.'' kata mama Mega. ''Semua ketakutan yang dulu mama rasakan di saat awal mereka menikah...sudah terpatahkan.'' sambungnya lagi.


''Sebagai orangtua kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anak serta cucu-cucu kita ma.'' sahut papa Awan. ''Semoga semua anak dan cucu kita selalu dalam lindunganNya.'' imbuhnya lagi.


''Amin pa.'' sahut mama Mega.


❤️❤️❤️❤️❤️


S E L E S A I


❤️❤️❤️❤️❤️


Aku ucapkan banyak terimakasih untuk para teman-teman semua yang sudah mendukung istri cantik sang Presdir hingga saat ini.


Maaf kalau ada yang merasa cerita ini tidak menyenangkan atau membosankan...mungkin hanya inilah kemampuanku dan aku juga sudah berusaha sebaik mungkin... semaksimal mungkin.


Tunggu cerita kakak Langit yang lagi on proses dan aku usahakan beberapa hari lagi sudah up jadi nanti minta dukungannya ya teman-teman.


Sekali lagi Terimakasih Semua 🙏🙏🙏😘😘😘❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2