Istri Cantik Sang Presdir

Istri Cantik Sang Presdir
Part 54


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Mas...'' panggil Selin sambil menggoyang-goyangkan tangan Ardi.


Tapi mungkin karena lelah atau entah apa, Ardi sama sekali tak membuka matanya, terusik saja tidak.


''Akh...Akh...'' jerit Ardi yang merasa sakit di bahunya.


''Sukurin.'' kata Selin dengan kesal.


''Sayang kamu kan bisa bangunin aku dengan cara baik-baik...gak gigit kayak gini.'' kata Ardi yang melihat bahunya sudah ada bekas gigitan di sana.


''Habisnya aku kesel...kamu di bangunin dari tadi gak bangun-bangun.'' keluh Selin.


''Iya oke...aku minta maaf.'' ucap Ardi.


Ngalah aja deh dari pada entar tambah berabe urusannya.


''Kenapa bangun hem? apa kamu lapar?'' tanya Ardi yang sudah hafal dengan kebiasaan baru Selin ini.


''He'em.'' sahut Selin. ''Mau nasi nasi goreng abang-abang.'' jawab Selin.


''Hah...tapi ini sudah malam sayang.'' kata Ardi yang melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.


''Aku mau nasi goreng.'' rengek Selin bak seperti bocah yang menginginkan sesuatu.


''Aku coba masakin aja ya...'' tawar Ardi.


''Gak mau...maunya nasi goreng abang-abang...titik.'' kekeh Selin.


''Huft baiklah...aku akan mencarikannya.'' mata Ardi pada akhirnya. ''Tunggu...kamu mau kemana?'' tanya Ardi saat Selin ikut menurunkan kakinya dari ranjang.


''Aku mau ikut.'' jawab Selin.


''WHAT...NO...NO...NO...NO...kamu tetap di sini, biar aku yang cari.'' tegas Ardi.


''Mau ikut...'' lirih Selin dengan mata yang sudah berkaca-kaca saat ini.


''Huft baiklah...kamu boleh ikut.'' kata Ardi. ''Tapi dengan catatan kamu gak boleh keluar dari mobil...ngerti.'' kata Ardi lagi.

__ADS_1


''He'em.'' sahut Selin dengan menganggukan kepalanya.


Ardi pergi kekamar mandi sebentar guna membasuh wajahnya agar lebih segar, batu setelah itu menuju ke ruang ganti untuk mengambil jaket yang akan dia kenakan juga sekalian untuk Selin.


''Pakai ini.'' kata Ardi dengan melampirkan jaket di bahu Selin.


''Terimakasih.'' ucap Selin.


Ardi kemudian mengangkat tubuh Selin.


''Aku pilih pakai kursi roda aja.'' kata Selin.


''Hem baiklah.'' jawab Ardi.


❤️❤️❤️❤️❤️


''Sayang kita pulang aja ya...nanti aku buatin kamu nasi gorengnya.'' kata Ardi.


Pasalnya sudah hampir setengah jam mereka berkeliling, namun sama sekali tak menemukan penjual nasi goreng.


Lagian ini juga sudah cukup larut malam, siapa juga yang mau beli jam segini.


''Tapi ini kita sudah muter-muter dari tadi loh.'' kata Ardi.


''Sebentar lagi ya...em sampai di belokan sana.'' tawar Selin. ''Nanti kalau tetap gak ada baru kita pulang.'' lirihnya.


''Janji...'' kata Ardi.


''Iya janji.'' sahut Selin.


Sebenarnya Selin juga kasihan melihat suaminya, seharian bekerja dan kadang di ganggu dengan menuruti keinginannya, eh malamnya lagi dan lagi masih harus menuruti ngidamnya lagi.


''Jangan nakal ya nak...kasihan papi kamu.'' gumam Selin dalam hatinya sambil mengelus perutnya yang masih datar.


''Ah itu dia.'' kata Ardi begitu melihat penjual nasi goreng, tapi tunggu sepertinya dia sudah mulai berkemas. ''Sayang...kamu tunggu di sini ya...biar aku yang keluar.'' kata Ardi yang lalu keluar dari mobil dengan tangan yang sudah menyambar dompet miliknya yang diletakkan di dashboard mobil.


''Permisi pak.'' sapa Ardi.


''Iya.'' sahut penjualan nasi goreng.

__ADS_1


''Pak saya mau beli nasi goreng, apa masih ada?'' tanya Ardi dengan sopan. ''Satu porsi saja...'' kata Ardi lagi.


''Kalau cuma satu porsi masih ada mas, tapi maaf ini saya sudah mau pulang.'' jawab si bapak.


''Tolonglah pak...tolong buatkan untuk saya.'' pinta Ardi. ''Berapapun akan saya bayar.'' sambungnya lagi.


''Bukan masalah bayarannya pak, tapi masalahnya saya sudah mulai berkemas dan ini juga sudah hampir tengah malam, jadi saya harus segera pulang.'' sahut bapak penjualnya.


''Kali ini saja pak...tolong saya.'' kata Ardi. ''Saya tau jika ini sudah hampir tengah malam, tapi masalahnya istri saya lagi ngidam ingin makan nasi goreng dan itu dia nunggu di mobil.'' kata Ardi memberi tahu.


''Hufy baiklah saya buatkan.'' kata si bapak yang akhirnya menyanggupi. ''Tapi ini bukan masalah bayaran, melainkan semata-mata karena istri bapak.'' katanya lagi. ''Sebab saya juga punya istri dan anak di rumah.'' sambungnya.


''Terimakasih pak.'' ucap Ardi.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya nasi goreng pun telah siap.


''Ini buat istri bapak, semoga ibu dan bayinya sehat terus.'' kata si penjual memberikan satu bungkus nasi goreng dalam plastik.


''Amin.'' sahut Ardi. ''Berapa pak?'' tanyanya.


''Gak usah...kasih ke istrinya aja.'' kata si bapak menolak.


''Gak bisa gitu pak...ini adalah hak bapak.'' kata Ardi namun lagi-lagi di tolak. ''Kalau gak ketemu bapak atau bapak gak mau buatin tadi...entah saya harus cari penjual nasi goreng kemana lagi pak.'' kata Ardi lagi.


''Tapi ini kebanyakan pak.'' kata bapaknya saat Ardi memberikan tiga lembar uang seratus ribuan.


''Gak apa-apa pak, untuk anak dan istri bapak di rumah.'' sahut Ardi.


''Baiklah...kalau begitu saya terima dan terimakasih.'' ucap penjual nasi goreng tersebut.


''Iya sama-sama..., permisi.'' pamit Ardi.


❤️❤️❤️❤️❤️


Hai teman-teman semua...aku punya karya baru nih...siapa tau teman-teman berkenan untuk mampir, sukur-sukur suka.


Jangan lupa untuk berkunjung ya...terimakasih 🙏


__ADS_1


__ADS_2