
❤️ Happy Reading ❤️
Selin yang semula kesal karena sudah di tinggal sang suami untuk bekerja bahkan membangunkannya saja tidak...menjadi senyum-senyum sendiri saat ini begitu membaca sepucuk surat yang telah di tinggalkannya di meja dekat makan untuknya.
Hati wanita mana yang tak meleleh mendapatkan perhatian seta hal yang romantis seperti ini terlebih ini di pagi hari seusai dirinya membuka mata dan dari suami tercinta.
Makin gak klepek-klepek gak tuh di buatnya.
Bahkan Ardi yang melihat semua tingkah serta reaksi Selin dari layar ponsel miliknya pun di buat senyum-senyum sendiri.
Ya Ardi selalu memantau Selin melalui kamera CCTV tersembunyi miliknya dan dia akan mengeceknya secara berkala...minimal setiap satu jam sekali.
Ardi tak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada Selin dan calon buah hati mereka.
Karena bagi Ardi dengan adanya anak...maka akan semakin mempererat hubungan mereka berdua nantinya.
Melihat Selin yang belum menyentuh sarapannya sama sekali dan malah asik senyum-senyum sendiri dengan membuka pesan yang di tuliskannya tadi membuat Ardi mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana untuk sang istri.
''Selamat pagi sayang...aku tau kalau kamu sudah bangun, maka makanlah sarapanmu karena aku gak mau kalau sampai kamu dan anak kita kelaparan...love you nyonya muda Selin Cakrabuana.''
Isi pesan yang di tulis Ardi untuk sang suami melalui ponselnya.
Ting
''Selamat pagi...dan terimakasih untuk semuanya suamiku❤️'' balas Selin.
Selin pun mulai melahap satu persatu makanan yang telah di siapkan untuknya hingga habis tak tersisa.
''Kekamar mandi ah...gerah...mau mandi.'' gumam Selin yang masih bisa di dengar dan di lihat oleh Ardi.
''Jangan coba-coba pergi kekamar mandi sendiri.'' tulis Ardi pada aplikasi hijau.
Semenjak mengetahui Selin hamil, Ardi banyak mencari tau tentang ibu hamil dan kenapa Ardi melarang Selin kekamar mandi sendiri, karena dari yang dia baca banyak kasus wanita hamil celaka di kamar mandi dan berakibat fatal seperti terjadinya keguguran.
''Ini kok dia bisa tau.'' gumam Selin. ''Ck cuma ngasih peringatan aja kali ya...'' gumamannya lagi.
''Enggak kok...siapa juga yang mau ke kamar mandi.'' balas Selin.
__ADS_1
''Jangan coba-coba kamu berbohong atau kamu akan tau akibatnya.'' balas Ardi. ''Panggil mama atau art melalui interkom.'' sambung Ardi.
''Iya.'' balas Selin dan mau tak mau Selin pun menuruti apa kata suami protektif dan posesifnya.
Karena kalaupun harus berdebat...dirinya pun pasti tak akan menang dan itu malah akan membuatnya semakin dongkol alias kesal.
''Good...anak baik.'' puji Ardi dalam pesannya yang membuat Selin malah mencebikkan bibirnya begitu membaca pesan singkat itu.
❤️❤️❤️❤️❤️
Bosan...bosan dan bosan...itulah yang di rasakan oleh Selin.
Menurutnya dirinya tak lebih seperti Rapunzel yang terkurung dalam menara.
Yang di lakukan Selin di kamar hanya duduk, rebahan, main ponsel, baca buku juga nonton televisi saja.
''Kok jadi pengen makan rujak buah di tempat abang-abang yang biasa jualan di perempatan perusahaan ya...'' gumam Selin. '' Pengen bakso yang di sana juga.'' gumamannya lagi.
Tanpa membuang waktu, Selin langsung menghubungi Ardi untuk membelikan semua keinginannya.
📞''Hal...'' sapa Ardi panggilan ketiga yang di lakukan Selin.
📞''Iya nanti aku akan meminta Boby untuk membelikannya.'' jawab Ardi.
📞''Aku maunya kamu yang beliin bukan Boby.'' kata Selin dengan tegas. ''Memang anak yang aku kandung ini anaknya Boby apa.'' sungut Selin.
📞''Tapi sayang masalahnya aku saat ini sedang meeting dengan divisi pemasaran.'' kata Ardi berusaha memberi pengertian pada sang istri.
📞''Aku gak mau tau...'' seru Selin dan langsung memutuskan panggilan mereka secara sepihak.
📞''Halo sayang...'' kata Ardi.
Tut...Tut...Tut...
Ardi hanya bisa mendesah pasrah dan mau tak mau menuruti kemauan istrinya itu, atau kalau tidak bisa di pastikan bahwa bumil bisa marah padanya dan Ardi tak mau jika sampai seperti itu.
''Meeting di tunda.'' kata Ardi dan langsung bergegas pergi begitu saja.
__ADS_1
Semua peserta meeting yang mendengar perkataan Ardi di telpon pun langsung bisa menebak kalau yang menghubungi bos mereka pastilah istri sang bos.
Dan mereka juga sudah bisa menilai bagaimana serta sebesar apa rasa cinta yang di miliki bos mereka untuk istrinya.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Loh kok sudah pulang Ar jam segini?'' tanya mama Mega karena jam baru menunjukkan pukul setengah tiga. ''Tumben...'' sambungnya lagi.
''Mantu kesayangan mama minta di beliin ini.'' jawab Ardi sambil mengajar beberapa kantong plastik yang ada di tangannya.
''Oh, tapi ngomong-ngomong apa itu?'' tanya mama Mega penasaran.
''Rujak buah sama bakso.'' jawab Ardi. ''Mama mau?'' tawarnya.
''Langit mau papi.'' seru Langit yang mendengar perkataan sang papi.
''Nanti kalau Selin kurang bagaimana?'' tanya mama Mega.
''Mama tenang aja...soalnya aku beli beberapa bungkus kok.'' jawab Ardi.
''Ya sudah sini biar mama siapin, nanti tinggal kamu bawa ke kamar.'' kata mama Mega mengambil alih kantong plastik yang ada di tangan Ardi.
Setelah beberapa saat mama Mega menyerahkan nampan yang berisi dua mangkuk bakso dan tiga porsi rujak buah lengkap dengan piring untuk menyajikannya.
''Nih tinggal kamu bawa ke kamar.'' kata mama Mega.
''Terimakasih ya ma.'' ucap Ardi dan langsung bergegas menuju lantai atas di mana kamarnya berada.
Cklek
''Sayang..lihat apa yang aku bawa.'' kata Ardi begitu masuk ke dalam kamar.
''Kamu sudah pulang mas dan kamu beliin ini untuk aku?'' tanya Selin.
''Tentu saja.'' jawab Ardi.
''Terimakasih ya mas.'' ucap Selin.
__ADS_1
''Sama-sama sayang.'' balasnya. ''Ayo sekarang kamu makan...nanti keburu dingin baksonya gak enak loh.'' kata Ardi dan di angguki Selin dengan penuh semangat.