
❤️ Happy Reading ❤️
''Pelan-pelan sayang.'' peringat Ardi saat merek berdua menuruni anak tangga.
Ardi yang saat ini tengah menggendong Lana di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk mengandeng sang istri.
''Kamu terlalu berlebihan mas, ini bukan kehamilan yang pertama buatku...jadi sedikit banyak aku sudah tau harus bagaimana.'' kata Selin yang menilai sikap sang suami terlalu berlebihan.
''Mau kehamilan pertama atau bukan bagiku sama saja sayang.'' sahut Ardi.
Mama Mega yang pertama kali melihat kedatangan anak dan menantunya di ruang makan pun langsung buka suara.
''Selin kenapa Ar?'' tanya mama Mega. ''Sakit?'' terkanya.
''Enggak ma.'' jawab Ardi sambil menarikan kursi yang akan di gunakan oleh Selin untuk duduk. ''Kami ada kabar bahagia untuk mama dan papa, tapi sebelumnya kita sarapan dulu.'' kata Ardi lagi setalah meletakan Lana di kursi khusus untuknya.
''Kamu bikin kami penasaran aja Ar.'' dengus mama Mega.
Mereka pun segera memulai sarapan paginya dengan sangat lahap dan tak sabar ingin segera mendengar kabar bahagia apa yang ingin di sampaikan oleh putra sulung keluarga Cakrabuana itu.
''Khem jadi apa kabar bahagianya Ar?'' tanya mama Mega dengan tak sabaran.
''Sabar dong ma...ini aja makanan Ardi belum ketelan.'' sahut Ardi.
''Ya sudah cepet telan...gitu aja kok repot.'' kata mama Mega dengan entengnya.
''Dasar gak sabaran.'' cibir Ardi.
__ADS_1
''Siapa suruh kamu bikin mama sama papa penasaran....buruan makannya.'' kata mama Mega lagi.
''Sabar ma.'' kata papa Awan yang ikut buka suara, kasihan juga melihat putranya terus di cecar sang mama padahal makan aja belum habis sepenuhnya.
❤️❤️❤️❤️❤️
''Jadi gimana? ada kabar apa?'' tanya mama Mega lagi begitu Ardi selesai meneguk air mineralnya pertanda bahwa makannya telah usai.
''Em mama sama papa bakal tambah cucu.'' kata Ardi yang membuat mama Mega dan papa Awan terdiam tapi juga menatap ke arah Ardi minta kelanjutan perkataannya. ''Selin hamil ma, pa.'' sambungnya lagi.
''Oh syukurlah...selamat ya sayang.'' kata mama Mega yang langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Selin untuk memeluk menantu perempuan satu-satunya dari anak-anaknya.
''Selamat Selin...selamat Ar.'' ucap papa Geri.
''Terimakasih ma, pa.'' sahut Selin.
''Kami belum tau ma, karena Selin baru semalam ngeceknya pakai tespek dan rencananya pagi ini kami baru mau ke rumah sakit.'' jawab Ardi.
''Jadi Langit mau punya adik lagi pap?'' tanya Langit yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan para orang dewasa di sekitarnya.
''Iya sayang.'' jawab Ardi. ''Apa kakak Langit seneng?'' tanyanya.
''Seneng papi dan Langit janji bakal jadi kakak yang baik.'' jawab Langit.
''Good boy...kamu benar-benar kakak yang bisa di andalkan.'' puji Ardi.
''Selamat mami.'' ucap Langit yang kini sudah memeluk Selin. ''Adik bayi...ini kakak Langit...jangan nakal ya di perut mami atau nanti kakak Langit bakal marah sama adik bayi.'' kata Langit dengan tangannya yang mengusap lembut perut datar sang mami.
__ADS_1
''Iya kakak Langit...adik bayi gak akan nakal.'' sahut Selin mewakili janin yang ada di rahimnya.
❤️❤️❤️❤️❤️
Selin dan Ardi saat ini telah pulang kembali ke rumah, setelah tadi seusai sarapan mereka berdua mengantar Langit ke sekolah sebelum pergi ke rumah sakit untuk memeriksa ke hamilannya agar lebih pasti.
Dokter kandungan langganannya pun mengatakan jika keadaan sang janin baik-baik saja, kandungan Selin juga kuat dan saat ini sudah berusia enam minggu.
''Sudah satu bulan lebih ternyata.'' kata Ardi.
''He'em.'' sahut Selin.
''Tapi kok aku sampai gak sadar ya yank kalau akhir-akhir ini memang kita gak pernah libur begituannya.'' kata Ardi lagi. ''Kok kamu tiba-tiba kepikiran buat tes kehamilan?'' tanya Ardi.
''Awalnya aku pikir kalau hanya sekedar telat datang bulan aja, tapi kok semakin ke sini aku semakin merasa berisi apalagi di bagian p******a...jadi aku penasaran makanya iseng-iseng buat tes.'' jawab Selin apa adanya.
''Sekarang kamu gak boleh capek, gak boleh mikir yang macem-macem dan harus jaga baik-baik anak kita ini.'' kata Ardi dengan mengelus perut Selin di akhir kalimatnya.
''Iya mas, akan aku usahakan semampu aku.'' sahut Selin.
''Untuk Lana...kamu sudah tak boleh menggendong dia, karena gadis kecil kita itu sudah semakin berat.'' kata Ardi lagi. ''Nanti aku akan minta Nina buat jadi baby sitternya Lana.'' katanya lagi.
''Lah terus Langit gimana mas?'' tanya Selin.
''Jagoan kita itu sudah mulai besar sayang, kalau kamu lupa.'' sahut Ardi. ''Nanti aku akan minta salah satu art gantiin Nina buat bantuin Langit.'' kata Ardi.
''Hem baiklah terserah kamu saja mas, tapi aku mau kamu bicarakan ini pada Langit.'' kata Selin. ''Aku gak mau putra tampanku itu merasa tak di sayangi lagi kerena salah paham.'' sambungnya. ''Dan kalau Langit gak mau pisah sama Nina...kamu juga gak boleh maksa, biar Lana yang sama salah satu art namun tetap dalam pengawasan aku dan mama.'' lanjutnya.
__ADS_1
''Iya sayang tentu.'' jawab Ardi.